Married With Pilot

Married With Pilot
END SEASON 1


__ADS_3

TAP JEMPOL KALIAN TERLEBIH DULU SEBELUM MEMBACA PLIS!


“Kontrasepsi?” Keiko mengerjapkan matanya beberapa kali sambil mengawasi Zacky dan suaminya bergantian, ia tampak bingung.


Bibir Zacky menyunggingkan senyum licik, ia melangkah mendekatinya ranjang pasien. “Jadi sampai sekarang kau belum tahu, Kei? Suamimu memintaku untuk memberikanmu suntikan kontrasepsi, suntikan yang kuberikan kepadamu itu bukanlah suntikan vaksin tapi itu adalah untuk mencegah kehamilan,” ucapnya dengan nada penuh kemenangan yang nyata.


Keiko terbelalak kemudian perlahan ia menyipitkan kedua matanya mengarahkan pandangannya kepada Anthonino yang tampak tidak ambil pusing terhadap ucapan sahabatnya.


“Baiklah, sepertinya akan ada keributan besar di sini. Aku lebih baik kembali. Kei, semoga kau dan bayimu selalu sehat, doaku menyertai kalian. Aku akan kembali mengunjungi kalian setelah kalian di izinkan untuk kembali ke rumah. Sampai jumpa,” kata Zacky sambil berjalan menuju pintu dan melambaikan tangannya tanpa membalikkan badannya.


“Sampai jumpa di rumah kami,” jawab Keiko sambil matanya tetap mengarah kepada suaminya dengan tatapan meminta penjelasan.


Anthonino dengan hati-hati meletakkan Stefano di boks bayi, memandangi bayi merah itu dengan penuh kekaguman kemudian dengan berat hati ia melangkah menuju ranjang pasien di mana istrinya masih menatapnya dengan tatapan sedikit menakutkan bagi Anthonino. Perlahan ia duduk di samping ranjang pasien, telapak tangan meriah telapak tangan istrinya kemudian dengan lembut Anthonino menyapukan bibirnya di kulit lembut jemari Keiko. “Aku memberimu suntikan kontrasepsi untuk menunda kehamilanmu, aku ingin kita memiliki waktu untuk saling mengenal, aku ingin mengulur waktu untuk mendapatkanmu, aku ingin mendapatkan cintamu terlebih dahulu kemudian baru aku akan membiarkan bibit bayi yang terbaik untukmu. Dan lihat, bukankah aku sukses dengan trikku? Kita membuat Stefano penuh dengan cinta kasih di antara kita, kita bisa membesarkannya bersama menaunginya dengan kasih sayang menjadi kedua orang tuanya yang lengkap.”


Keiko sebenarnya ingin memarahi suaminya. Awalnya begitu tetapi apa yang di katakan suaminya benar, jika ia langsung mendapatkan apa yang diinginkan pastinya ia tidak akan menemukan debaran di dadanya, ia tidak tahu apa itu cemburu dan indahnya jatuh cinta yang membuat jantungnya terasa hendak melompat dari rongga dadanya. “Kau melakukan trik dengan sempurna tuan serigala yang licik,” ucapnya. Wajahnya merah merona memancarkan semburat kebahagiaan yang terasa sempurna.


“Cintaku, kau harus tahu. Aku sangat memujamu, aku menginginkanmu, aku tidak bisa hidup tanpa dirimu.” Anthonino menjeda ucapannya, di kecupnya kembali jemari Keiko. Mata birunya kemudian menatap lurus mata cokelat milik istri yang sangat ia cintai hingga hampir membuatnya tergila-gila. “Kau sekarang telah memberikanku hidup yang sempurna, aku sangat bersyukur kepada Tuhan karena mengatur jodohku dengan sangat baik. Aku sangat mencintaimu.” Anthonino mendekatkan wajahnya, perlahan bibirnya menyentuh bibir istrinya.


Bibir mereka perlahan saling mencumbu, lembut di awalnya tetapi mulai memanas ketika lidah Anthonino mendesak masuk ke dalam mulut Keiko. Lidah mereka bertaut hingga erangan-erangan tertahan mulai terdengar dari bibir Keiko. Telapak tangan Anthonino menahan tengkuk Keiko untuk memperdalam ciuman mereka.


“Sepertinya aku harus sabar menunggu empat puluh hari untuk membuatkan adik Stefano,” ucap Anthonino setengah menggeram setelah ciuman panas mereka terlepas. Bibir mereka masih berdekatan hingga nyaris bersentuhan.

__ADS_1


Livia, mertua Anthonino mewanti-wanti agar mereka tidak berhubungan badan selama empat puluh hari.


Keiko perlahan mendorong dada suaminya untuk menjauh karena ibunya sudah beberapa kali memergoki mereka berciuman, tentu saja Keiko merasa malu. “Yang kau pikirkan hanya membuat anak,” ucap Keiko dengan nada kesal.


“Stefano akan kesepian jika sendirian, kita harus memberinya adik,” kata Anthonino. Matanya menatap Keiko dengan tatapan menggoda.


Keiko dengan lembut mencubit pinggang suaminya, wajahnya bersemu merah. “Stefano harus bertemu dengan kakeknya di Guangzhou, dia tidak meminta adik,” ucapnya.


“Kau benar cintaku. Baiklah, setelah Stefano badannya lebih kuat kita akan membawanya ke Guangzhou untuk bertemu kakeknya.” Sekali lagi, Anthonino benar-benar bersyukur karna istrinya adalah Keiko. Gadis polos yang sangat memperhatikan keluarga.


Keadaan Feliks kini telah membaik, sehat dan sekarang tinggal di Guangzhou meskipun ia harus duduk di atas kursi roda. Ia memutuskan untuk tinggal di sana karena ia ingin lebih dekat dengan Tania, ia juga mengatakan suatu saat jika ia meninggal, ia ingin disemayamkan di samping makam Tania.


Sementara Nameera, ia memutuskan untuk mengabdikan dirinya kepada Tuhan dengan menjadi seorang biarawati untuk menebus semua kesalahan dan dosa-dosanya di masa lalu. Seharusnya Nameera menerima hukuman setimpal karena kejahatannya tetapi keluarga Yamada dan Anthonino tidak menuntut Nameera karena permintaan Keiko yang dengan lapang dada memaafkannya. Hanya ibu Keiko, Livia yang tidak terima dengan apa yang diputuskan oleh Keiko.


Nameera mengerti kemarahan Livia, Ibu mana yang mampu memasarkan orang yang nyaris menghilangkan nyawa putrinya. Saat ini ia bertekad tidak akan pernah mengejar kesenangan duniawi lagi. Ia ingin membersihkan hatinya dari rasa iri dan dengki, ia ingin belajar agama untuk membentengi dirinya seumur hidupnya. Keiko memang pantas mendapatkan kasih sayang yang layak dari semu orang karena memiliki jiwa yang bersih.


Apalagi karena ulahnya sekarang orang tua Nameera bercerai, ayahnya menyalahkan ibunya karena dianggap tidak mampu mendidik Nameera. Tiba-tiba ayahnya juga terang-terangan mengakui bahwa selama lima belas tahun ia memiliki keluarga yang lebih dicintai dibanding keluarganya di Uzbekistan, ayahnya menikah lagi dengan seorang gadis Indonesia dan telah memiliki dua orang putra. Yang lebih lucu adalah gadis itu memiliki wajah mirip dengan Livia ibu kandung Keiko.


Nameera ingin membenci ayahnya. Tetapi, ia mencoba berpikir positif, itu adalah pilihan terbaik ayahnya. Nameera tahu rumah tangga orang tuanya adalah kesalahan dari keduanya. Selama Nameera di besarkan ia tidak pernah melihat kebahagiaan di dalam rumah tangga yang di bangun kedua orang tuanya. Saat ayahnya mengakui bahwa ia memiliki keluarga yang lebih ia cintai, Nameera memberanikan diri bertanya bagaimana masa lalu mereka.


Untuk pertama kali ayahnya berbicara dengan jujur dan terbuka, menceritakan bagaimana terbentuknya rumah tangganya bersama ibu Nameera yang bernama Zakia. Cinta bisa datang kepada siapa saja dan kapan saja. Tetapi, cinta yang di rampas dari empunya untuk di miliki sendiri akhirnya justru mendatangkan petaka seumur hidup.

__ADS_1


 


TAMAT


 


DON’T BE PANIC!


Tenang... Ada season 2.


Tetang siapa?


Semuanya akan di bahas.


When?


I duno 😐


Doakan bisa secepatnya 🤗


Intinya aku gak berani janji cepet-cepet tapi di usahakan bgt aku update.

__ADS_1


__ADS_2