Married With Pilot

Married With Pilot
Kata Granddad


__ADS_3

Keiko menatap mata suaminya dengan tatapan karena ia tidak bisa menjawab tidak mampu menjawab pertanyaan yang Anthonino lontarkan. Keiko tidak tahu persis kapan ia jatuh cinta kepada suaminya, yang jelas ia mulai merasakan jantungnya berdetak kencang setiap kali pria bermata biru itu berada di dekatnya. Keiko akui, pertama kali mereka bertemu memang ia terpesona melihat wajah tampan dan manik mata biru Anthonino. Tetapi, degup jantungnya berbeda sejak ia mulai terbiasa bersama hidup bersama dengan suaminya.


Argh!


Yang jelas saat Keiko mulai merasakan detak jantung yang tidak normal, ia merasa sakit di dadanya seperti di remas dan tergigit manakala ia ketakutan akan perjanjian pernikahan mereka. Ia takut Anthonino meninggalkannya jika ia hamil. Perjanjian pernikahan konyol yang berasal dari idenya berdasarkan keinginan untuk memiliki anak yang lucu tanpa pernikahan dan tanpa cinta.


Melihat Keiko yang tampak cemberut, Anthonino menyunggingkan smirknya. “Kau tidak bisa mengelak dari pertanyaan ini karena jika kau tidak menjawabnya aku tidak akan mengundang sahabat-sahabat baik itu datang.” ujar Anthonino sengaja mempermainkan Keiko. Di samping ia memang ingin tahu sejak kapan tepatnya istrinya itu jatuh cinta ia juga ingin tahu seberapa gigih istrinya itu terhadap Philip dan Samantha sahabatnya.


Merasa terpojok Keiko mulai mencari akal untuk membebaskan dirinya dari pertanyaan suaminya. “Di dunia ini yang aku tahu wanita adalah makhluk verbal tetapi aku rasa teori itu salah. Karena kau bertanya seperti itu, bagaimana jika aku juga bertanya kepada sejak kapan kau mencintaiku?”


Kebanyakan wanita adalah makhluk verbal yang segala sesuatunya harus di perjelas melalui kalimat tidak cukup hanya melalui tindakan.


“Nyonya Petrav yang terhormat, sepertinya kau melupakannya ya? Aku menyukaimu sejak kau menabrakku di bandara. Tetapi, jika kau menanyakan kapan tepatnya aku jatuh cinta kepadamu sepertinya kita mengalami hal yang sama aku juga tidak bisa menjawabnya.” Anthonino terkekeh. Istrinya ternyata licik juga.

__ADS_1


“Jika kau sendiri tidak bisa menjawab pertanyaanku, untuk apa kau menanyakan hal itu. Bukankah kita sama? Cinta kita tumbuh karena kebersamaan.”


Anthonino mengecup telapak tangan Keiko yang sedari tadi telah berada di genggamannya.


“Sebenarnya aku merasakan detak jantungku tidak normal sejak kita terbiasa hidup bersama aku mulai takut akan perjanjian bodoh itu kemudian aku....” Keiko menjeda ucapannya sambil ia menarik sebelah telapak tangannya kemudian ia membuat gambar lingkaran didada Anthonino mengenalkan jari telunjuknya. “Aku baru saja mengerti apa yang dikatakan oleh Granddad.”


“Apa yang dikatakan Granddad katakan kepadamu?”


Anthonino tersenyum mendengarkan khotbah istrinya yang begitu panjang lebar. “Sepertinya Tuhan memang menciptakan dirimu untukku,” ucap Anthonino kembali menangkup telapak tangan Keiko dan mengecupnya dengan lembut. “Aku sangat mencintaimu aku akan melakukan apa pun untukmu.”


“Kau terlalu banyak merayu, lebih baik kau pergi saja ke perusahaan dibanding kau merayuku. Kau adalah kepala keluarga kau harus bekerja, ini waktumu bekerja bukan berada di atas ranjang bersama istrimu,” ucap Keiko dengan nada galak. Wajahnya tampak merah merona karena bahagia. Ternyata mencurahkan seluruh isi hati membuat hatinya menjadi serasa sangat ringan.


“Tidak, hari ini aku mengambil cuti. Lebih baik aku menikmati waktuku bersama istriku tercinta karena hari ini adalah hari spesial dan aku harus mengabadikan hari ini.” Anthonino meraih ponselnya kemudian ia mengambil beberapa foto dirinya bersama Keiko dengan posisi dengan pose-pose mereka yang terlihat sedikit nakal di selingi senda gurau saat mengambil foto-foto tersebut. Kemudian ia juga memanggil sekretarisnya untuk mencatat di pengingat bahwa hari ini adalah hari yang bersejarah dalam hidup Anthonino. Pria itu bahkan menginstruksikan sekretarisnya untuk menyiapkan makan malam yang sangat romantis untuk istrinya.

__ADS_1


*****


Suara helikopter menderu, Anthonino, Keiko, Nameera dan Arima berada di dalam sebuah helikopter berwarna hitam berjenis Komuv ka-50 hakum buatan Rusia. Helikopter tersebut dirancang khusus seperti jenis Zvezda K-37-800. Helikopter itu terbang rendah di atas perbukitan yang di tutupi salju. Anthonino memutuskan untuk menerbangkan helikopternya sendiri karena Nameera mengatakan bahwa ia tahu di mana Justin menyembunyikan Lidya.


HALLO SEMUANYA ❤️


NOVEL INI AKU TAMATKAN BULAN INI, UNTUK KELANJUTAN CERITA MUNGKIN AKAN AKU PERTIMBANGKAN DI SEASON DUA. TETAPI BULAN DEPAN AKU MAU HIATUS DARI MANGATOON DULU 🤭🤭


AKU MAU KONSENTRASI SAMA DEVIL IN MY BED YANG GAK TAYANG DI MANGATOON.


MAAFKAN AKU YA TEMAN-TEMAN.


TAPI YANG JELAS AKU USAHAKAN UNTUK BACK KE SINI.

__ADS_1


__ADS_2