
Keiko dan Anthonino berbulan madu di Bali, menikmati sinar matahari yang membakar kulit, menghirup aroma garam di tengah lautan, menikmati indahnya sunset, tak lupa mereka juga melakukan snorkeling dan diving. Mereka berdua saat itu berbaring di atas atap boat yang mereka sewa, menikmati sinar matahari yang menyinari indahnya laut pagi itu.
Photo source Google.
“Sepertinya kulitku akan menjadi cukup gelap jika kita menambah satu minggu berada di sini,” ucap Keiko sambil yang kacamata hitam yang bertengger di atas hidungnya.
“Aku rasa kau akan semakin terlihat seksi jika kulitmu agak sedikit gelap.” Anthonino memalingkan sedikit kepalanya agar bisa menatap wajah istrinya dari samping.
“Apa aku kasih kurang seksi di matamu?” tanya Keiko sambil mengubah posisinya menjadi duduk. Ia meraih botol sunblock yang berada tak jauh dari tempat mereka kemudian ia mulai mengoleskan sunblock di lengannya karena matahari sudah mulai terik, ia harus menggunakan sunblock lebih tebal lagi untuk menjaga kulitnya agar tidak hangus terpapar matahari.
Keiko mengulurkan, botol sunblock kepada Anthonino. “Daripada kau hanya memandangi langit lebih baik kau menolongku untuk mengoleskan sunblock ini di punggungku,” ucap Keiko.
Anthonino meraih botol sunblock yang di berikan istrinya, ia bangkit dan duduk di belakang punggung istrinya. Sudut bibirnya terangkat menyeringai licik sambil membuka tutup botol sunblock di tangannya. Dengan hati-hati mengoleskan sunblock di punggung Keiko, gerakannya begitu halus tetapi justru membuat Keiko mengeluarkan protesnya.
“Jaga kesopananmu Mr.Petrav,” ucap Keiko sedikit terdengar ketus karena sunblock yang dioleskan oleh suaminya tidak hanya di punggungnya, telapak tangan Anthonino berada di dadanya. Tali bikini yang terikat di belakang punggung Keiko juga telah terlepas dan membuat bikini itu telah teronggok di atap boat tempat mereka sedang berjemur.
“Aku sedang mengoleskan sunblock seperti permintaanmu ma'am,” kata Anthonino dengan nada tidak bersalah.
“Cukup di bagian punggungku tuan, apa kau mengerti?”
“Bagian ini memerlukan sentuhan,” jawab Anthonino dengan nada menggoda.
“Mengoleskan sunblock bukan seperti itu, kau sangat cabul.” Keiko melayangkan protesnya kembali namun suaranya sedikit mengerang.
“Aku tidak melakukan apa pun.” Anthonino dengan gerakan lembut memilin ujung puncak benda kenyal yang berada di dada Keiko. Membuat Keiko mau tidak mau melenguh karena tempat itu adalah salah satu tempat sensitif miliknya dan Suaminya jelas tahu di mana saja titik-titik kelemahannya.
“Ayolah hubby. Apa hanya itu yang ada di otakmu? Kau baru saja mendapatkannya tadi pagi.” Keiko berusaha menjauhkan telapak tangan suaminya.
__ADS_1
“Tetapi kita belum pernah melakukannya di atap kapal seperti ini cintaku. Aku ingin membuat kenangan bersamamu sebanyak mungkin untuk kita kenang sepanjang hidup kita nanti.” Anthonino berbicara dengan nada lembut dan menggoda tepat di telinga Keiko, napasnya yang begitu dekat membuat bulu-bulu halus Keiko tampak meremang. Secepat kilat tangannya melepas kacamata hitam yang bertengger di atas hidungnya dan melemparkannya ke sembarang tempat. Perlahan bibirnya mendarat tepat di belakang telinga Keiko.
“Jangan konyol di bawah ada pemilik kapal.” Keiko mengingatkan suaminya bahwa mereka berada di tempat yang tidak seharusnya melakukan hal-hal gila.
Anthonino sama sekali tidak peduli dengan peringatan yang baru saja di ucapkan istrinya. Bibirnya terus saja melakukan serangan-serangan kecil di kulit leher Keiko sedangkan telapak tangannya terus dengan terampil mempermainkan ujung benda kenyal yang berada di dada istrinya itu. Satu tangan yang lainnya telah menyusup di antara kedua paha Keiko dan mempermainkan area sensitif yang mulai basah.
“Kau menginginkannya bukan?” Anthonino berbisik dengan suara sedikit menggeram terdengar serak dan begitu seksi. Satu jemari tangannya telah berada di dalam tubuh Keiko.
“Kumohon jangan di sini,” pinta Keiko dengan suara mengerang. Ia nyaris mendapatkan puncaknya dan dengan alami ia sedikit melebarkan kakinya menikmati gelombang yang nyaris datang.
“Lalu di mana jika bukan di sini?” Anthonino menghentikan gerakan jemarinya dan mengeluarkannya.
“Hubby, ayo kita ke ranjang, di sana lebih baik.” Keiko berusaha membujuk suaminya, ia benar-benar memerlukan suaminya berada di dalam tubuhnya.
“Tapi aku ingin di sini,” geram Anthonino sabil melepas kacamata hitam yang masih Keiko kenakan.
“Jangan pikirkan yang lain.” Anthonino dengan gerakan cepat mengubah posisi mereka, mendudukkan istrinya di atas pahanya kemudian perlahan ia meraih dagu Keiko dengan gerakan yang sangat lembut lalu mendaratkan bibirnya untuk mengecup bibir kenyal milik istrinya. Memberikan Keiko ciuman yang lembut hangat dalam dan penuh cinta. Bibir mereka bertaut lidah mereka saling membelit erangan-erangan kecil terlepas dari bibir Keiko.
Bersiaplah cintaku geram antonim perlahan ia menyatukan tubuh mereka senti demi senti sedikit demi sedikit hingga tubuhnya berada di dalam tubuh Keiko dengan sempurna. “Cintaku, lakukan sesukamu,” ucap Anthonino di ciuman panas mereka.
Keiko mulai menarikan pinggulnya dengan lembut dan erotis, begitu sensual hingga Anthonino menggeram karena nikmat yang di suguhkan istrinya. Telapak tangannya mencengkeram bokong kenyal milik istrinya yang begitu nyaman ia remas.
“Hubby... Aku datang,” erang Keiko.
“Bersama cintaku,” geram Anthonino.
Gelombang itu datang bersamaan, cairan hangat memenuhi rahim Keiko.
__ADS_1
“Bagaimana jika ada yang melihat kita?” erang Keiko sambil menyandarkan kepalanya di dada suaminya.
“Biarkan saja apa peduli kita,” Anthonino mengatur nafasnya yang masih terengah-engah sambil mengecupi rambut di kepala istrinya.
“Kau tidak tahu tempat,” ucap Keiko dengan nada lemah.
Anthonino terkekeh. “Semua telah terjadi, mau bagaimana lagi? Apa kita akan mengulanginya lagi di atas ranjang?” Tanya Anthonino dengan nada menggoda. Ia benar-benar mengharapkan istrinya berkata iya dan memberinya babak selanjutnya di atas ranjang boat yang di sewanya. Boat yang di sewa sangat mewah, terdapat ruang tamu, kamar dan juga mini bar di dalam boat.
“Aku rasa cukup, aku lelah Bagaimana jika kita kembali saja ke hotel?” Keiko benar-benar merasa lelah dengan aktivitas mereka selama di Bali. Satu minggu berbulan madu mereka benar-benar hanya memanfaatkan waktu mereka untuk bercinta dan bercinta seperti dua orang yang haus di atas ranjang.
“Ini hari terakhir kita di sini aku ingin menikmati hari ini di sini,” ucap Anthonino sambil mendatarkan kecupan di bahu telanjang Keiko.
Keiko perlahan melepaskan tautan tubuh mereka dan meraih bikini yang teronggok begitu saja di atas atap boat itu. Anthonino membantu memakaikan bikini ke tubuh istrinya dengan hati-hati, tiba-tiba dengan gerakan penuh kasih sayang ia mengusap perut Keiko dan berkata, “apa di sini sudah ada calon bayi kita sayang?”
BAGAIMANA HARI SELASA KALIAN?
BAGAIMANA CUACA DI KOTA KALIAN SIANG INI?
PANAS?
ATAU DINGIN?
TAP JEMPOL KALIAN ❤️ DAN JANGAN LUPA JEJAK KOMENTAR ❤️ TERIMA KASIH
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
RAMAIKAN JUGA KARYAKU YANG BERJUDUL LAURA ❤️
__ADS_1