Married With Pilot

Married With Pilot
Hurts


__ADS_3

Dua hari kemudian mereka terbang menuju London untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan Keiko yang tertunda.


“Hubby, kau terlalu banyak meninggalkan tanda” keluh Keiko ketika mereka masih berada di dalam kamar pesawat pribadi milik Anthonino, mereka baru saja melakukan ritual panas yang telah tertunda selama 7 hari.


“Itu tanda kepemilikanku, kau milikku sayang.”


“Aku akan menjalani pemotretan dan berganti banyak pakaian, ini akan membuatku repot,” tunjuk Keiko pada tanda merah di dadanya, dan beberapa ada di lehernya.


“Tinggalkan saja pekerjaan itu sayang, aku tidak ingin tubuhmu di nikmati pria lain meskipun hanya di foto.”


Keiko menatap Anthonino dengan tatapan tidak senang.


“Kau masih bisa menjadi pianis dan vionist, uangku cukup banyak kau tidak akan kekurangan uang.”


“Aku menyukai pekerjaanku, bukan masalah uang, lagi pula suatu saat jika kita akan berce,”


Belum selesai Keiko mengucapkan kalimatnya, Anthonino menggigit pundak Keiko sedikit keras, ia tidak suka Keiko berulang kali mengatakan perceraian, tidak bisakah gadis itu mengerti bahwa ia ingin memiliki Keiko selamanya? Entah karena ia jatuh cinta pada Keiko atau apa, yang jelas Keiko hanya boleh di miliki olehnya seorang.


“Aaahhhh, hubby it’s hurts,” rintih Keiko.


Anthonino melepaskan gigitannya.


“Sudah kukatakan tidak akan ada perceraian kecuali aku yang ingin menceraikanmu, dan aku bisa lebih menyakitimu jika kau mengatakan perceraian lagi,” geram Anthonino dengan tatapan dingin pada Keiko.


Keiko menundukkan wajahnya, perasaannya sangat takut membayangkan hari di mana ia akan di ceraikan oleh Anthonino, air matanya tergelincir dari kelopak mata indahnya.


“Sayang maaf aku menyakitimu,” kata Anthonino menyesal, “maaf sayang,” Anthonino segera meraih tubuh Keiko membawa ke dalam pelukannya.


Keiko menggeleng sambil mendorong tubuh Anthonino tatapan matanya begitu sendu.


“Katakan bagaimana aku harus menebus kesalahanku?”

__ADS_1


Keiko menggeleng lagi.


“Aku rindu Crystal,” kata Keiko berbohong, ia mulai menggunakan alasan kekanakan setiap ia menangis di depan Anthonino, faktanya jantungnya sangat sakit seperti di remas saat ia mendengar kata-kata Anthonino. Jika Anthonino ingin menceraikannya? Berarti siap tidak siap Keiko akan di tinggalkan kapan saja jika pria itu bosan padanya!!! Sepertinya ia harus segera membatalkan perjanjian bodoh itu, dan bercerai, sebelum perasaannya semakin menyiksa dirinya.


Keiko merasa ia tak bisa lagi bertahan lebih lama bersama pria yang mulai menggoyahkan hatinya.


Ya mereka menikah hanya terikat dengan kontrak, kontrak bodoh ciptaan Keiko sendiri.


“Baiklah, ayo kita ubah haluan pergi ke Tokyo,” kata pria itu tanpa pikir panjang.


Keiko tergagap.


“Tidak, aku harus menyelesaikan pekerjaanku dulu.”


“Batalkan semua, aku yang akan membayar finaltynya.”


Keiko melotot tidak senang pada Anthonino. “Tidak semua hal bisa kau selesaikan dengan uangmu,” ucap Keiko ketus.


“Baiklah, selesaikan pekerjaanmu lalu kita pergi ke Tokyo.”


Sesampainya di London Keiko langsung menuju ke sebuah tempat, hari ini menjalani beberapa foto untuk cover majalah dan sedikit wawancara.


Ada 3 tempat yang harus ia datangi hari ini, ia merasa sangat lelah karena pekerjaannya baru selesai satelah jam 2 malam.


Selama di London Ia memilih untuk tidak tinggal bersama Anthonino, dan pria itu juga tidak melarang saat Keiko lebih memilih kembali ke mansion milik kakeknya, tentu saja ia merindukan kakek dan neneknya dan langsung tertidur bahkan tidak sempat membersihkan make up di wajahnya, ia juga tak mampu lagi mengecek ponselnya yang penuh dengan pesan dari suaminya.


Keiko terbangun saat matahari telah di atas kepala.


Ia segera membersihkan diri kemudian ia bergegas turun untuk menemui kakek dan neneknya.


“Ya Tuhan cucuku, aku sangat merindukanmu,” kata Herdiana ketika Keiko memasuki ruang makan di mansion itu, “apa kau makan dengan baik selama di Moscow?”

__ADS_1


“Grandmom aku merindukanmu,” rengek Keiko kembali dalam mode tuan putri di mansion itu.


“Ayo isi perutmu dulu kemudian temui granddad mu, ia sangat cerewet, menanyaimu setiap waktu,” kata Herdiana.


Keiko meraih sepotong roti dan memasukkan ke mulutnya, ia sangat lapar, tanpa terasa ia telah menghabiskan 5 potong roti.


Sarah yang berada di sampingnya mengingatkan Keiko ketika gadis itu hendak mengambil roti yang ke enam.


“Kei-chan yamete kudasai!”


“Menyebalkan sekali!” dengusnya kesal sambil meraih gelas di depannya dan meminum isinya habis.


Keiko kemudian bangkit dan mendatangi kakeknya yang berada di kamar, pria tua itu mengeluh kolesterolnya naik lagi.


“Granddad, kau sangat bandel, kau tidak mau menjaga makanmu.”


“Aku baik-baik saja.”


“Apa kau sudah meminum obatmu?” tanya Keiko.


“Kau obatku, aku merasa lebih baik saja sekarang setelah melihatmu kembali.”


“Kau benar-benar bermulut manis,” kata Keiko sambil meraih jemari kakeknya yang tampak keriput itu. “Granddad, kau harus sehat, aku belum bisa menjadi pianis terbaik di dunia sepertimu, kau harus melihatku tampil di panggung yang bersinar sebagai pianis terbaik sepertimu,” Keiko meletakkan telapak tangan Edwrd di wajahnya.


“Aku pasti bisa melihatmu yang bersinar terang di atas panggung cucuku, semua cucuku benar-benar mengagumkan,” kata master Edward sambi, jemarjnya mengusap pipi cucunya dengan penuh kasih sayang.


Edward memilliki empat cucu, Derren cucu pertamanya menjadi direktur termuda rumah sakit dan ia satu satunya direktur rumah sakit berkelas International termuda di dunia. Jonathan, cucu keduanya ia memimpin perusahaan dengan cekatan, menguasai teknologi yang bekerja sama dengan Yamada Company.


Kemudian Kenzo cucu keempatnya, ia berulang kali menjadi juara 1 Olimpiade di bidang sains, otaknya lebih cemerlang dibanding Derren, ia telah mendapatkan gelar sarjana di umur 20 tahun. Sekarang ia sedang belajar untuk mengambil gelar masternya, pemuda tampan itu telah banyak menciptakan robot untuk keperluan rumah tangga dan perkantoran, ia benar-benar replika Naoki ayahnya.


Hanya Keiko, ia baru meraih gelar sarjana setelah 5 tahun tinggal di universitas, bukan karena bodoh tapi ia sangat sibuk dengan dunia Entertainment yang membesarkan namanya, ia berbeda dengan semua saudaranya, ia tidak tertarik dengan bisnis maupun ilmu teknologi, ia memilih jalannya sendiri, ia hanya ingin menjadi seniman dan untuk meraih semua itu gadis itu telah banyak berkorban, hari-harinya di habiskan di depan tuts piano dan di atas cat walk sejak umur 5 tahun! Hingga kini usianya telah menginjak angka 23 tahun.

__ADS_1


BESOK ADA TAMU YANG MAU MAIN KE RUMAH GRANDDAD 😚😚😚


TAP JEMPOL KALIAN DAN TINGGALKAN JEJAK KOMEMTAR KALIAN 💖💖💖💖


__ADS_2