Married With Pilot

Married With Pilot
S2 Mengajari Sam


__ADS_3

TAP JEMPOL KALIAN TERLEBIH DULU SEBELUM MEMBACA PLIS!


“Kau sepertinya memiliki kekasih baru,” ucap Philip sambil membuka tutup kaleng bir yang Samantha berikan.


“Dari mana kau tahu?” Samantha meluruskan kakinya sambil mengambil satu kaleng bir dari rak lemari pendingin.


“Aku sudah hafal dengan tingkah lakumu,” jawab Philip. Dengan perlahan ia menempelkan bibirnya di tepi kaleng bir lalu perlahan menyesapnya untuk membasahi kerongkongannya.


“Kali ini siapa yang menjadi kekasihmu?” Philip meletakkan kaleng bir di tepi meja kemudian dengan gerakan santai melipat kedua lengannya di depan dadanya.


“Sebenarnya... Tadi malam Jack meneleponku, dua mengajakku untuk berbaikan,” ucap Samantha lambat-lambat.


Alis Philip sedikit berkerut, ia menatap Samantha dengan tatapan bingung. “Kau bersedia?”


Samantha menaikkan sebelah bahunya. “Ya. Aku bersedia karena dia berjanji tidak akan mengulangi perilaku keburukannya,” jawabnya.


“Aku tidak mengerti.”


“Aku... M-maksudku, aku ingin memberinya kesempatan, kurasa.” Samantha menjawab dengan nada mengambang.


“Kau percaya begitu saja?” Philip benar-benar tidak mengerti apa yang ada di dalam otak sahabatnya.


“Aku harus memberinya kesempatan. Ya, kurasa. Bukankah Tuhan saja bersedia mengampuni dosa umatnya, kenapa aku tidak mencoba berbesar hati?” kata Samantha yang terdengar seperti lelucon di telinga Philip.


“Baikkah sepertinya lebih cocok untuk menjadi seorang biarawati,” kata Philip. Ia tertawa mengejek kemudian mengambil kaleng birnya dan menyesap isinya kembali.

__ADS_1


“Hei, kau jangan mengejekku,” sungut Samantha yang sama sekali tidak di gubris oleh Philip.


“Minggu depan ada pesta, aku harus memiliki pasangan bukan?” wajah Samanta tampak muram saat ia mengucapkan kalimatnya.


Philip justru tertawa terbahak-bahak mendengar apa yang Samantha ucapkan, ia nyaris menyemburkan bir yang ada di mulutnya hingga sedikit bir di mulutnya mengalir di dagunya. Samantha menarik selembar tisu dan memberikan kepada Philip, bibirnya tampak memberengut.


“Kau mengejekku lagi,” ucap Samantha sambil membesarkan bola matanya.


“Hahahah... Kau menerima Jack kembali karena kau takut tidak memiliki pasangan di pesta dansa?” Philip tertawa hingga memegangi perutnya.


“Tentu saja iya. Astaga. Berhenti menerawakanku!” sungutnya.


Philip berhenti menertawakan sahabatnya, ia menatap Samantha sambil mengatur napasnya. “Apa yang ada di dalam kepalamu selain otak?”


*****


Gadis itu duduk sambil menekuk kakinya di atas sofa kepalanya dibenamkan di antara lututnya, ia melanjutkan acara menangisnya sementara Philip ia membiarkan sahabatnya menangis tanpa bertanya. Ia masuk ke dalam kamarnya kau membersihkan tubuhnya, setelah mengganti pakaiannya ia meraih remote control televisi kemudian dengan santai seolah tidak melihat Samantha yang sedang menangis di atas sofa, Philip menonton acara televisi tanpa sedikit pun terganggu.


“Kau tidak bertanya kepadaku kenapa aku menangis?” terdengar suara Samantha lirih bertanya dengan nada lambat.


“Aku tidak tertarik, aku bosan.” Philip menjawab dengan nada acuh.


“Ya Tuhan, Philip kau sekarang tidak perhatian kepadaku,” Isak Samantha menjadi-jadi.


“Aku sudah memperingatkanmu untuk tidak kembali menerima kekasih sialanmu yang bertato dan kotor itu tapi kau keras kepala jadi aku tidak ingin memberimu nasehat lagi, aku tidak akan peduli lagi. Ini terakhir kali kau kuperbolehkan menangis di sini,” ucap Philip dengan nada acuh.

__ADS_1


“Kali ini aku benar-benar putus!” Samantha mengangkat kepalanya, nadanya terdengar meninggi.


“Dan apa peduliku?” sama seperti Samantha, nada bicara Philip juga meninggi.


“Philip, aku berbicara serius.”


“Aku lebih serius, Sam.”


“Aku serius. Bagaimana pesta dansa nanti aku tidak memiliki pasangan?”


Philip hampir menggigit lidahnya karena ingin mengatai sahabatnya yang begitu bodoh. “Seberapa besar otak yang ada di kepalamu itu?” sayangnya Philip tidak mampu menahan ucapannya untuk tidak mengatai sahabatnya.


“Apa kau tahu? Kenapa aku selalu di putuskan oleh kekasihku?” Samantha bertanya dengan nada murung.


“Aku yakin karena kau adalah gadis yang menyebalkan, cengeng dan terlalu banyak bicara,” jawab Philip. Tampaknya ia sama sekali tidak peduli dengan ucapan Samantha.


Merasa kesal Samantha mengambil sebuah bantal di sofa dan memukuli Philip menggunakan bantal di tangannya hingga Philip meminta ampun. Setelah puas Samantha duduk di samping Philip sambil menyandarkan punggungnya di sofa, keduanya mengatur napas karena lelah setelah saling memukul menggunakan bantal. Lambat-lambat Samantha mulai menceritakan apa sebabnya ia sering berganti kekasih dan kenapa setiap pria tidak ada yang tahan menjadi kekasihnya.


“Pergi bersihkan wajahmu, aku akan mengajarimu,” ucap Philip.


APA YANG MAU PHILIP AJARKAN PADA SAMANTHA?


HAHAHAHA...


TAP JEMPOL DAN JANGAN LUPA JEJAK KOMENTAR KALIAN ❤️

__ADS_1


TERIMA KASIH ❤️


🍒🍒🍒🍒🍒


__ADS_2