Married With Pilot

Married With Pilot
Tinggal di Moscow


__ADS_3

Keiko baru saja keluar dari sebuah gedung, ia barus saja selesai melakukan pemotretan untuk sebuah majalah mode, pengawalnya yang bernama Arima menunggunya tepat di depan pintu keluar gedung, pria asli Jepang, salah satu anggota Yakuza yang ahli dalam bela diri, memainkan samurai dan senjata api. Pria itu menunggunya di depan gedung, wajahnya cukup angker, ia jarang berbicara selain kepada Keiko, Lelya dan Sarah.


“Nona ayo ikuti aku,” katanya Datar.


Keiko mengikuti langkah pria itu menuju sebuah HENNESEY VENOM F5 yang berwarna kuning menyala, dengan sopan Arima membukakan pintu mobil tersebut untuk Keiko.


“Cintaku,” sapa Anthonino.


“Dari mana kau mendapatkan mobil aneh ini?” tanya Keiko.


“Kau tidak menyukainya?”


“Warnanya terlalu kuning,” mobil berharaga $1,600,000 tampak tak menarik di mata Keiko, membuat Anthonino tersenyum geli.


“Aku akan menggantinya, warna apa yang menurutmu bagus?” tanya Anthonino sambil mulai menginjak pedal gas.


“Ku rasa merah lebih masuk akal,” jawab Keiko dengan nada acuh.


“Baiklah, besok ia akan berubah menjadi merah.”

__ADS_1


“Di mana kau tinggal?” tanya Keiko tiba-tiba.


“Aku ingin tinggal bersamamu.”


“Jangan bercanda, ini London.”


“Ya ini bukan Moscow,” jawab Anthonino dengan nada menggoda Keiko.


Keiko mendengus, Anthonino hanya tertawa kecil, Ia melepaskan satir mobilnya dan memundurkan kursinya, membiarkan mobil melaju dengan cara otomatis membelah jalanan yang sepi, sementara Anthonino sendiri tampak sibuk dengan ipad di tangannya.


Merasa bosan Keiko mengambil kertas dan pena di tasnya, ia mulai menggambar not di atas kertas untuk menciptakan nada musik yang sedang ia garap, keduanya sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing hingga 10 menit kemudian mereka tiba di depan sebuah gedung menjulang tinggi. Anthonino mengambil alih kemudi lalu mengarahkan mobil itu masuk ke dalam area parkir yang berada di bawah tanah gedung tersebut.


Keiko hanya diam, ia masih tidak tahu di mana dirinya berada.


“Dimana Arima dan asistenku?” tanya Keiko dengan raut wajah tegang.


Anthonino melirik ke arah di mana mobil yang membawa asisten Keiko berada, raut tegang di wajah Keiko mendadak lenyap. Anthonino dapat membaca itu.


“Turunlah, cintaku.” ajak Anthonino seraya membuka pintu mobil tersebut dengan cara menekan tombol yang ada di sekitar setir.

__ADS_1


Dengan penuh kelembutan Anthonino meraih pinggang Keiko lalu membawa istrinya memasuki lift yang tampaknya di rancang khusus untuk pribadi. Mereka tiba di sebuah ruangan yang di desain seperti sebuah pent House.


“Selama di London kita akan tinggal di sini.”


“Aku ingin tinggal di mansion Kakekku saja,” tolak Keiko.


“Kei, aku suamimu.”


“Nino,” Keiko hendak melayangkan protesnya.


Anthonino menatap Keiko dengan tatapan dingin, "tempat ini memang tak semewah mansion kakekmu, ini hanya salah satu ruang kantor perwakilan perusahaan milikku, selama dua minggu aku menyulapnya menjadi tempat tinggal agar kita bisa nyaman tinggal di sini, aku tidak berniat membeli properti apa pun di london, di masa depan kita akan tinggal di Moscow.”


‘Di masa depan kita akan tinggal di Moscow?’ apa arti kata itu, batin Keiko justru kembali terasa sakit, perasaan-perasaan aneh terus merayapi dirinya, berkecamuk dan membuat dirinya sangat gelisah.


“Bagaimana aku menjelaskan pada granddad?” tanya Keiko dengan wajah cemberut.


“Serahkan padaku, aku yang akan berbicara pada granddad, kau tidak perlu khawatir,” kata Anthonino. “Dan seluruh asistenmu, mereka akan berada di sini juga bersamamu.”


AKU SEBENERNYA MAU MASUKKAN FOTO DI CHAPTER INI TAPI KARENA REVIEW SUKA LAMA KALAU PAKAI FOTO, NANTI FOTONYA AKU SUSULKAN SAJA, KALIAN BISA BACA ULANG.😙😙😙

__ADS_1


TAP JEMPOL DAN KOMENT KALIAN.


__ADS_2