
Keiko mengamati wajah ayah mertuanya. Pria yang terbaring tak berdaya itu menurut pengamatan Keiko, ekspresi wajahnya tampak sangat tidak bahagia. Meskipun Keiko tidak pandai mengenali seseorang dengan cepat namun ia mampu membaca mimik wajah karena bertahun-tahun ia melangkah di catwalk dan sesi pemotretan ia juga harus belajar mengekspresikan wajahnya. Menurut pandangan Keiko pria itu tampak sedang marah.
“Papa, aku membawa istriku untuk menemuimu, namanya adalah Keiko.” Anthonino berbicara dengan nada rendah kepada ayahnya.
“Dia memiliki darah Asia seperti ibu kandungku.” Anthonino kembali menjeda ucapannya, menelan ludahnya yang terasa pahit. “Ia juga memiliki darah Rusia, kakeknya adalah master Edward Pollini. Kau tak tentu tahu bukan master Edward Pollini? Pianis pianis yang sangat aku idolakan sejak kecil.”
Keiko terkesiap mendengar apa yang di tuturkan oleh suaminya, suaminya mengidolakan Master Edward Pollini kakeknya?
“Kau harus sembuh, lihat betapa bahagianya rumah tangga kami. Kau bisa bermain dengan cucumu.” Anthonino kembali melanjutkan ucapannya, rahangnya tampak sedikit mengeras.
Keiko yang berada di samping Anthonino meraih telapak tangan pria itu dan menggenggam erat.
Kemudian Keiko berucap, “Papa, perkenalkan namaku Keiko, aku adalah istri dari putramu Anthonino aku sangat senang bisa bertemu denganmu. Aku harap kau segera sembuh agar bisa menyaksikan pernikahan kami yang akan segera dilangsungkan, kami ke sini untuk meminta restumu.”
“Kami akan sering datang untuk mengunjungimu,” kata Anthonino sambil mer***s telapak tangan Keiko.
Anthonino merasa hatinya tergigit melihat keadaan ayahnya yang begitu lemah. Pria yang begitu di takuti di dunia bisnis di negaranya kini bagai sepotong daging yang teronggok tak berdaya. Anthonino hanya dua kali mengunjungi Feliks. Pertama di rumah sakit dan yang kedua adalah saat ia baru saja kembali ke Moscow dan yang ketiga adalah sekarang.
Selama ini Anthonino sama sekali tidak pernah peduli kepada keadaan ayahnya, yang ia pedulikan hanya rasa sakit hatinya karena Feliks menyakiti ibu kandungnya. Wanita yang melahirkan Anthonino. Tetapi, sekarang melihat keadaan Feliks ia merasa iba. bagaimanapun Feliks adalah ayah kandungnya dan kekayaan yang Anthonino terima sekarang adalah hasil jerih payah Feliks ayahnya Semua kenyamanan yang Anthonino terima berasal dari Feliks. Anthonino berpikir untuk memberikan Feliks kesempatan untuk hidup dan menikmati hari tuanya dengan damai. Ia ingin memaafkan ayahnya.
“Selamat datang kembali nyonya Petrav.” Anthonino meraih pinggang Keiko dengan gerakan yang sangat lembut sambil melangkah memasuki bangunan tempat tinggal mereka.
“Mulai sekarang kau adalah rumah di sini kau atur semuanya sesuai kemauanmu bahkan jika kau ingin mengubah interior dan seluruh perabotan di dalam rumah ini aku boleh melakukannya”
__ADS_1
“Aku tidak terlalu mengerti desain interior, lagi pula menurutku semua yang ada di dalam rumah ini sudah sempurna,” kata Keiko.
“Rumah ini sempurna karena kau ada di dalamnya.” Anthonino menghentikan langkahnya kedua lengannya melingkar posesif di pinggang ke matanya yang biru menatapku dengan tatapan mesra.
Keiko tersipu mendengar kata-kata manis Antonio jantungnya berdegup kencang manakah tatapan mata mereka bertemu. “Kau mulai lagi berkata-kata manis,” protes Keiko yang disertai dengan rona wajah yang berwarna merah.
“Kata-kata manis? Kurasa tidak.” Anthonino mengangkat tubuh Keiko menggendongnya ala bridal style dan melangkahkan kakinya nya memasuki kamar mereka.
Aku merindukanmu Anthonino menurunkan istrinya, mereka berdiri berhadapan, bibir mereka bertemu. Saling mencumbu, ciuman yang dalam penuh gairah. Seolah mereka berdua telah lama tidak melakukannya.
Bibir Anthonino berpindah mencumbui leher Keiko, menelusuri setiap jengkal leher istrinya. Keiko mengerang.
Mulut Anthonino berada di pundak Keiko, sebelah tangannya mulai menurunkan resleting di punggung Keiko. Dengan gerakan terampil dengan Anthonino melepas pengait bra membiarkan pakaian Keiko terjatuh di lantai. Ia sedikit menunduk kemudian mulutnya berada di dada istrinya. Ujung jemari Keiko merayap di antara rambut Anthonino menelusuri kepala pria itu.
“Sayang, sekarang...”
“Apa yang kau inginkan?”
“Dirimu di dalamku,” rintih Keiko yang tampak tersiksa.
“Memohonlah cintaku,” geram Anthonino.
“Aku ingin dirimu, di dalam tubuhku sekarang.” Tatapan mata Keiko tampak berkabut gairah.
__ADS_1
Anthonino tersenyum mendengar istrinya memohon, ia menempatkan dirinya di depan tubuh istrinya. Menyatukan kedua tubuh sedikit demi sedikit hingga tubuh mereka bersatu dengan sempurna. Mengentak perlahan, terkadang kasar dan cepat.
Keiko melingkarkan kakinya di pinggang Anthonino dan mulai mencari sesuatu yang akan membuatnya meledak.
“Buka matamu dan tatap aku, cintaku.” Anthonino melambatkan gerakannya.
Keiko menuruti apa kata suaminya, tatapan mata mereka bertemu.
“Kau harus tahu cintaku. Kau sangat cantik saat sedang di bawahku,” ucap Anthonino dengan suar parau.
Anthonino mempercepat gerakannya dan tidak lama gelombang itu datang bersamaan. Anthonino ambruk di atas tubuh Keiko.
“Apa ada ronde kedua?” tanya Anthonino sambil mulutnya melahap puncak dada milik istrinya.
“Aku tidak mengatakan ada ronde kedua,” ucap Keiko sambil ujung jemarinya menyibak rambut di kening suaminya.
“Tapi aku ingin ronde kedua, yang lebih menantang.”
“Kalau begitu bersiaplah.”
HALLO, SELAMAT SIANG 🤭
TAP JEMPOL KALIAN ❤️
__ADS_1
JANGAN LUPA JEJAK KOMENTAR ❤️