
“Mr. Petrav kenalkan Miss Yamada ini salah satu model terbaik dari brand kami.”
Keiko mengulurkan tangannya berpura pura untuk saling berkenalan, tidak lama kemudian setelah sedikit berbincang, wanita yang menjadi sang tuan rumah pesta berpamitan untuk meninggalkan mereka berdua.
Keiko memelototkah matanya pada Anthonino, “jadi kau mencari istri?” tanya Keiko dengan nada kesal.
“Ya, aku mencarinya,” kata Anthonino santai, matanya menatap dengan tatapan nakal pada Keiko.
“Kalau begitu carilah,” kata Keiko dengan nada semakin kesal.
Keiko hendak melangkah namun Anthonino dengan sigap berdiri tepat di depannya.
“Aku telah menemukannya, dan aku ingin menciumnya sekarang,” Bisik Anthonino tepat di telinga Keiko.
“Jaga sikapmu!” Keiko melotot galak sambil bibirnya menyunggingkan senyum terpaksa.
“Baiklah, Mrs. Petrav istriku tercinta,” kata Anthonino menggoda, “kau boleh bergabung dengan semua orang di pesta ini, tapi ingat suamimu yang tampan ini mengawasimu di sini, jangan sampai aku mematahkan leher pria di ruangan ini,” Kata Anthonino dengan nada mengancam.
Keiko segera menjauh dari Anthonino, diam-diam ia merasakan perasannya yang berbunga-bunga, sangat bahagia, berulang kali ekor matanya melirik pada Anthonino, ia merasa ia ingin berdiri berdampingan di pesta bersama pria itu, batinnya terus saja seolah olah meronta ronta menginginkan berdiri di samping pria itu, pikiran liarnya mulai ingin menguasai pria bermanik manik mata biru itu harus menjadi miliknya!
Keiko pasti mengenal dirinya sendiri, ia adalah gadis yang sangat ambisius jika ia memiliki tujuan, sudah terbukti ketika ia ingin menjadi model dan pemain piano, Ia membuang semua urusan yang tidak ada hubungannya dengan kedua hal itu, semuanya ia fokuskan pada ambisinya, bahkan ketika ia ingin memiliki seorang anak, ia rela hampir menikah dengan pria yang sama sekali tidak di cintainya, bahkan faktanya sekarang telah menikah dengan pria yang tak di kenal demi ambisi konyolnya.
Kini jika ia benar-benar jatuh cinta pada pria ini, Keiko sadar bentul ia akan mengejar pria itu untuk ia miliki sendiri, untuk ia kuasai dengan caranya sendiri.
Keiko mulai memikirkan cara membuat Anthonino jatuh cinta kepadanya, tapi bagaimana caranya? Ia tidak memiliki pengalaman dan kepada siapa ia harus bertanya? Sedikit frustrasi karena berpikir terlalu banyak, Keiko melangkah menyapa beberapa temannya, lalu duduk menyendiri dengan pikiran yang terus berkecamuk.
Malam itu Keiko berada di pesta yang canggung karena mata biru Anthonino terus mengawasinya,seperti biasa Keiko hanya duduk sendiri di awasi oleh Lelya yang duduk agak jauh dari dirinya, tidak ada yang peduli padanya, karena semua teman temannya memahami Keiko yang tidak menyukai pesta, ia selalu berdiam diri di pesta dan hanya meminum satu atau dua teguk alkoholnya.
Membawa Keiko ke dalam pesta sama saja dengan membawa seorang yang membosankan, dia bukan partner yang baik dalam pesta.
“Keiko apa kabarmu?” sapa Philip yang telah berdiri di samping Keiko, memang sejak dulu hanya Philip yang selalu menemani Keiko duduk membunuh kebosanannya di tengah ramainya pesta.
“Aku baik, bagaimana denganmu?” tanya Keiko dengan tenang.
“Aku baik-baik saja, seperti yang kau lihat.”
__ADS_1
“Syukurlah,” kata Keiko seraya tersenyum, “di mana Sam?”
“Sam bersama Bella.”
“Oo.”
Philip menarik kursi yang berada tepat di depan Keiko, kemudian pria tampan itu duduk dengan nyaman.
“Kei, soal pernikahan kita--”
Keiko justru tertawa ringan, “Philip terima kasih,” kata Keiko.
“Untuk apa?”
“Terima kasih telah menggagalkan pernikahan kita,” kata Keiko dengan wajah begitu tenang bahkan ada sedikit rona merah yang terpcar di wajahnya.
“Maksudmu?” tentu saja Philip tidak mengerti, untuk apa Keiko berterima kasih, bukankah seharusnya ia marah dan menangis?
“Hhhmmmmmm buka apa-apa, terima kasih telah mengantarkan aku sejauh ini, yang jelas saat ini semua baik-baik saja kau tidak perlu sungkan padaku, kita bisa berteman lagi seperti dulu kita, ya kita, aku kau dan Sam,” kata Keiko.
Philip kira gadis ini akan menangis memohon, memaki saat pernikahannya di gagalkan olehnya dan Samantha, namun di luar dugaan, ia hanya diam, hilang bagai di telan bumi selama beberapa minggu. Hanya itu yang di lakukannya. Lalu muncul lagi seolah ia tak memiliki beban, justru muncul seolah ia sangat bahagia terlihat dari rona wajahnya yang selalu berseri seri.
Selama satu minggu di New York Philip selalu memperhatikan gerak gerik Keiko, meskipun tak bertegur sapa, gadis itu lebih banyak tertawa dan binar di matanya seolah olah lebih berkilau.
“Kei, sebenarnya aku dan Sam, kami....”
“Tidak masalah, aku senang jika kalian secepatnya menikah.”
Philip “.....” selalu seperti itu, Keiko selalu tak memberi ruang pada Philip untuk memberikan penjelasan.
“Aku pasti akan datang jika kalian mengundangku,” kata Keiko terdengar begitu tulus, tanpa beban apa pun.
“Terima kasih kau telah mengklarifikasi berita tentang kita,” Philip belum berterima kasih atas apa yang Keiko lakukan.
“Tidak masalah, aku tidak ingin kau dan Sam mengalami kesulitan hanya karena aku bungkam.”
__ADS_1
Keheningan sejenak menyeruak di antara mereka berdua.
“Philip, maafkan aku selama kita berhubungan, aku terlalu banyak mengecewakanmu,” kata Keiko lirih.
“Lupakan, yang jelas aku tidak berubah, kau bisa datang kapan saja padaku.”
Keiko tak mampu menjawab itu, ia tertunduk dengan perasaan tidak nyaman dan merasa bersalah.
“Jangan merasa tidak nyaman, kita adalah teman bukan? Kita bisa seperti awal lagi.”
Keiko mengangguk.
“Kei, gosip miring tentangmu begitu kencang di kalangan model.”
“Kenapa denganku?” Keiko mengangkat wajahnya ia sedikit terkekeh, ia sudah menduga arah pembicaraan Philip, mungkin Philip tidak menonton acara talk shownya dua hari yang lalu.
“Karena tak seorang pun yang tahu di mana kau menginap selama di New York dan kau selalu turun dari sebuah Limousine.”
Keiko justru tertawa dengan ringan, “biarkan saja” katanya santai sambil dua kali mengibaskan telapak tangan di depan dagunya.
“Kei, kau tidak melemparkan diri pada pria tua kan?”
“Pertanyaan bodoh macam apa itu? Kau konyol sekali,” Keiko tertawa lepas kali ini, tanpa beban.
“Baiklah-baiklah, aku tahu kau bisa menjaga diri,” Philip memandang wajah Keiko dengan tatapan penuh kerinduan.
“Apa aku terlihat seperti gadis seperti itu?” tanya Keiko sambil masih sedikit terkekeh.
Belum sempat Philip menjawab pertanyaan Keiko, Lelya menghampirinya dan berbisik.
Keiko segera berpamitan pada Philip, laku dengan diiringi oleh dua pengawal gadis itu keluar dari ruangan pesta yang terletak di dalam hotel mewah itu berjalan menuju loby di mana sebuah Limousine menunggunya.
SELAMAT MENIKMTO HARI MINGGU TEMAN TEMAN TERSAYANG 😚😚😚😚
SEMOGA HARIMU MENYENANGKAN 💖💖❤💖❤💖💖❤
__ADS_1
JANGAN LUPA TAP JENPOL KALIAN 😍😍😍😍😍TERIMA KASIH 💖💖💖💖