
TAP JEMPOL KALIAN SEBELUM MEMBACA PLIS!
“Kau seperti tidak memiliki tempat tinggal saja, setiap hari kau berada di tempat tinggalku, astaga.” Samantha mengeluhkan Philip yang setiap hari datang ke tempat tinggalnya itu seperti seorang tunawisma. Sahabatnya itu bahkan sekarang membawa alat bermain game ke tempat tinggal Samantha. Alasannya karena adiknya kini berpacaran dengan Cathy terlalu sering berkencan di tempat tinggalnya, hingga Philip terpaksa menjauh dati tempat tinggalnya.
Philip tidak mempedulikan apa ucapan Samantha, ia tetap saja memfokuskan dirinya dengan stik game di tangannya.
“Aku akan pergi berkencan dengan kasihku malam ini, jika kau tidak memiliki acara lebih baik kau tidur lebih awal karena besok pagi kita memiliki jadwal pemotretan,” Samantha mengingatkan Philip.
“Kau seperti asistenku saja, pergilah jika kau ingin berkencan,” ucap Philip dengan nada acuh.
Samantha mengangkat kedua bahunya bersamaan lalu melangkah menuju ke dalam kamarnya untuk mengganti pakaiannya. Dua puluh menit kemudian ia keluar dari kamarnya. Ia mengenakan rok mini yang di padukan dengan crop top dan mengenakan sebuah hi heal dengan tinggi tumit tujuh belas centimeter.
“Jangan merokok di tempat tinggalku,” ucap Samantha sambil berlalu meninggalkan Philip untuk pergi menemui kekasihnya yang telah menunggu di sebuah club malam.
Satu jam kemudian Philip masih dengan posisi dan masih duduk di tempat yang sama bermain game, pintu apartemen terbuka tampak Samantha masuk ke dalam tempat tinggalnya dengan wajah penuh dengan air mata.
Penampilannya tampak begitu kacau.
“Kau menangis?” Philip melirik sekilas lalu melanjutkan permainan gamenya.
Pertanyaan yang sangat konyol menurut Samantha, jelas-jelas air matanya berderai hingga eyeliner yang menghiasi mata indahnya telah hancur dan luntur menyisakan warna hitam yang mengalir bersama air mata.
“Semua pria di dunia ini memang benar-benar bodoh!” umpat Samantha.
“Aku tidak bodoh,” Jawa Philip dengan ekspresi wajah datar dan nada acuh.
__ADS_1
“Kau sama saja bodohnya! Kau bertanya dengan bodohnya, apakah aku sedang menangis jelas-jelas aku sedang menangis,” serunya sambil menunjuk wajah Philip menggunakan telunjuknya.
Philip mengernyit. “Kau bertengkar lagi dengan kekasihmu yang bodoh itu? Kekasihmu yang bertato dan jelek itu? Apa istimewanya dia? Tubuhnya kotor bertato dan kau menyukainya? Sam, apa matamu buta?”
“Kau benar mataku buta! Dia sedang bercumbu dengan seorang wanita saat aku tiba di club.” Tersedu-sedu Samantha duduk di samping Philip.
Philip menghentikan permainan gamenya, ia meletakkan jari telunjuknya tepat di antara alis Samantha kemudian perlahan mendorongnya. “Kau bodoh,” ucapnya.
Samantha justru semakin menangis dengan nyaring, Philip sudah hafal di luar kepala kelakuan Samantha yang seperti itu. Samantha berganti-ganti pacar, ia selalu di putuskan oleh pria yang memacarinya dengan alasan tidak masuk akal dan Samantha selalu menangis mengeluh kepada Philip.
“Kau selalu seperti ini, aku yakin seminggu kemudian kau telah mendapatkan ganti lagi. Ayolah Sam, aku bosan melihatmu menangisi pria,” keluh Philip.
“Kali ini aku serius! Aku patah hati.”
“Ya, kau patah hati setiap bulan seperti kau datang bulan,” ejek Philip.
“Kau sangat menyebalkan!”
“Lalu apa maumu? Pergi cuci wajahmu dan ayo kita pergi ke Club. Aku akan mencarikanmu pria bayaran, tunjukkan kepada kekasihmu kau bisa mendapatkan pria dalam sekejap dari pada menangisinya seperti gadis bodoh!” Philip berdiri dan menarik pergelangan tangan Samantha.
Samantha menatap Philip dengan tatapan mata kesal, ia melepaskan pergelangan tangannya dari genggaman Philip. “Aku kembali lagi ke club itu tiba-tiba aku membawa seorang pria yang entah dari mana? Aku seorang model papan atas aku memiliki harga diri,” ucapnya.
Philip menyambar jaket dan kunci mobilnya. “Jika kau memiliki harga diri maka berhenti menangisi b*j*nya*n itu di depanku.”
“Kau sangat kasar,” gerutu Samantha.
__ADS_1
“Sudah, berhentilah menangis. Kau harus tahu kau sangat jelek saat menangis. Coba kau lihat wajahmu di cermin.” Ucapan Philip melembut meski mengandung ejekan, telapak tangannya juga menepuk-nepuk dengan pelan kepala Samantha.
“Kau seharusnya yang bercermin, kau juga jelek.”
“Setidaknya aku jauh lebih tampan dari mantan kekasihmu itu.”
----
Dua hari kemudian Samantha datang ke tempat tinggal Philip, ia membawa dua kantong belanja di tangannya yang berisi penuh dengan bahan-bahan makanan. Philip yang baru saja selesai melakukan olah raga sedang menyeka peluhnya yang mengalir di tubuhnya yang berotot Menggunakan handuk kecil di tangannya.
“Kau belanja sebanyak itu?” Philip mengerutkan keningnya.
“Aku heran setiap aku datang persediaan bahan makananmu selalu kosong,” omel Samantha.
“Cathy dan Al, aku memelihara dua beruang di sini wajar saja persediaan makananku cepat habis.”
Samantha yang sedang memasukkan barang-barang ke dalam lemari pendingin menghentikan gerakannya. “Apa mereka serius?”
“Kudengar mereka akan menikah,” jawab Philip.
“Secepat itu?” Samantha mendongak menatap Philip yang menyadarkan pinggulnya di meja pantri.
Philip hanya mengangkat kedua bahunya bersamaan.
TAP JEMPOL KALIAN ❤️ DAN JANGAN LUPA JEJAK KOMENTAR ❤️ TERIMA KASIH ❤️❤️
__ADS_1
🍒🍒🍒