Married With Pilot

Married With Pilot
Penggali emas


__ADS_3

TAP JEMPOL TERLEBIH DULU SEBELUM MEMBACA PLIS!


“Sial!” Justin melemparkan apa saja yang berada di dekat tangannya dalam sekejap ruang belajarnya telah berantakan, sebuah gelas bahkan telah hancur berkeping-keping di lantai.


Mendengar suara kegaduhan itu Nameera burung-burung mendatang Justin untuk memastikan apa yang sedang terjadi.


“Sayang ada apa?” Nameera tidak menyangka Justin yang selalu bersikap hangat itu memiliki kepribadian mengerikan seperti itu.


Rahang Justin tampak mengeras tatapan matanya begitu angker membuat Nameera nyali Nameera sedikit menciut.


Pria itu terbakar amarah karena menyaksikan berita Keiko dan Anthonino yang baru saja tampil di depan publik bersama. Mereka menggelar jumpa pers untuk mengkonfirmasi berita yang simpang siur, mereka mengatakan bahwa hubungan mereka baik-baik saja. Bukan hanya itu mereka membuka sebuah bukti rekaman kamera pengawas, membuktikan bahwa ia dan Lidya hanya berada di dalam kamar selama beberapa menit bahkan tidak sampai lima menit. Terlihat di dalam rekaman kamera pengintai itu Lidya di keluarkan oleh Anthonino kemudian gadis itu berusaha melawan dan menggedor pintu kamar hotel hingga ia di jauhkan oleh petugas hotel.


Justin merasa rugi karena membayar gadis bodoh, terlihat sekali di sini posisi Anthonino berada di dalam posisi kemenangan yang nyata. Lebih kesalnya lagi Justin telah membayar !anak ahli IT untuk menghapus bukti rekaman kamera pengintai namun faktanya Anthonino masih bisa mendapatkannya. Justin tidak memperhitungkan siapa lawannya, keluarga Yamada luput dari perhitungannya.


Anthonino dengan tegas mengkonfirmasi bahwa Lidya adalah salah satu bawahannya di perusahaan yang mencoba menjebaknya kemudian gadis itu menghilang dan sekarang ia memberikan sayembara barang siapa yang mampu menangkap Lidya ia akan mendapatkan sebuah mobil Lamborghini Veneno dan uang tunai sebesar 10.000.000 dolar. Jumlah yang fantastis untuk harga seorang j*l*ng.


Tentu saja uang dan barang yang fantastis itu menggiurkan semua orang, bahkan mungkin orang suruhan Justin bisa membelot dan akhirnya menyerahkan Lidya kepada Anthonino adai untuk mendapatkan uang sayembara tersebut.


Justin menatap nanar Nameera yang berada di depannya, wajah Nameera tampak sedikit ketakutan. Sudut bibit Justin terangkat. “Kemarilah,” katanya sambil menepuk bagian sofa yang di dudukinya.


Nameera dengan hati-hati melangkahkan kakinya mendekati Justin, pria itu langsung mencengkeram tubuh Nameera dan melucuti pakaian Nameera. “Padamkan api amarahku,” geram Justin dengan nada memerintah. Dan tanpa pemanasan langsung menyatukan tubuh mereka tanpa peduli Nameera yang kesakitan.


Justin hanya memikirkan dirinya sendiri hingga ia mendapatkan apa yang di inginkan. “Aku harap suatu saat nanti aku bisa menikmati tubuh saudaramu itu,” ucap Justin tiba-tiba setelah ia melepas penyatuan mereka.


Mendengar apa yang di ucapkan Justin tentu saja membuat Nameera terkesiap. Tubuhnya menegang. “M-maksudmu?”


“Saudaramu itu sangat cantik. aku menginginkannya,” jawab Justin


“Dia istri adikmu,” kata Nameera.


“Aku hanya akan mencicipinya sedikit,” ucap Justin tanpa beban. “Jangan khawatir posisimu aman asal kau mau bekerja sama denganku.”

__ADS_1


Nameera tidak menyangka, seribu kali tidak menyangka ia akan mendengar ini dari mulut Justin.


“Aku tidak mengerti maksudmu,” ucap Nameera sambil mengenakan pakaiannya kemudian ia duduk tepat di depan Justin.


“Katakan kepada adikku kau tahu di mana Lidya,” kata Justin.


“Tapi aku tidak tahu di mana Lidya.” Nameera menatap Justin dengan tatapan penuh tanda tanya.


Justin balik menatap Nameera. “Aku menyembunyikannya,” katanya.


“J-jadi kalian?” Nameera sama sekali tidak menyangka jika semua ulah Justin.


“Tugasmu hanya mengatakan kepada Anthonino di mana Lidya kemudian kalian pergilah ke tempat yang di mana Lidya berada,” kata Justin dengan nada dingin.


Kau akan aku lenyapkan kau bersama dengan adik sialanku hingga yang tersisa hanya aku dan Keiko.


“Hanya itu?”


“Jadi kau yang menjebak Anthonino melalui Lidya? Dan sekarang rencanamu gagal,” ejek Nameera.


“Aku belum gagal selama Lidya tidak membuka mulutnya,” jawab Justin.


“Tapi... Kita akan menyerahkan kepada Anthonino bukan?”


“Apa mayat bisa berbicara?”


Nameera terkesiap mendengar apa yang di ucapkan Justin, pria ini ternyata sangat kejam. “T-tapi....”


“Usahakan kau bisa mendapatkan uangnya terlebih dahulu,” kata Justin dengan nada serius.


Cih 10.000.000 dolar hanya uang kecil untuk membeli beberapa p*Lac*r. Sama sekali tidak berharga untuk kami.

__ADS_1


“Kau terdengar akan merampok adikmu sendiri.”


Justin tersenyum sinis mendengar ucapan Nameera yang terdengar sinis di telinganya. “Siapa bilang dia adikku dia bukan adikku kami tidak memiliki hubungan darah,” katanya. Nadanya terdengar sangat acuh.


“Maksudmu?”


“Aku adalah anak angkat di keluarga itu bahkan mereka tidak memberikan nama di belakang namaku nama Petrav di belakang namaku. Aku hanya memakai nama ibuku di belakang namaku, anak kandung Feliks Petrav adalah Anthonino tetapi berasal dari wanita lain.” Justin menekuk lengannya di belakang kepalanya sambil bersandar di sofa, kakinya lurus berselonjor di atas meja.


Sekali lagi Nameera merasa ia telah benar-benar salah langkah, pria yang tidur dengannya ternyata menginginkan Keiko. Praia yang ia kira derajatnya lebih tinggi di banding Anthonino ternyata hanya seorang anak angkat. Tetapi, nasi telah menjadi bubur ia tidak bisa mundur begitu saja.


Karena merasa telah salah menyerahkan dirinya kepada orang yang bukan keturunan keluarga Petrav maka ia memiliki cara sendiri untuk mendapatkan keuntungan sendiri.


“Baiklah, aku akan melakukannya. Kapan aku menjalankan misiku?”


Mendengar Nameera yang dengan mudah menyetujui mengikuti rencananya Justin tersenyum senang. “Kau tidak terkejut aku bukan anak dari keluarga Petrav? Apa kau kecewa?” Justin bertanya dengan nada sangat sinis.


Nameera segera memainkan perannya. “Apa kau kira aku ini seorang penggali emas?”


“Aku tahu keluarga Tjiptadjaja cukup kaya, kau tidak perlu menggali emas. Tetapi, aku berbeda. Tanpa keluarga Petrav aku bukanlah apa-apa. Anthonino jika adik sialan kau itu tidak ada di dunia ini semua hak milik keluarga Petra menjadi milikku dan kau akan semakin kaya jika bersamaku,” ucap Justin. Ia sedang memberikan Nameera provokasi agar Nameera semakin yakin kepadanya.


Tidak perlu mengotori tanganku untuk menyingkirkan ba**ngan itu.


“Terdengar menjanjikan,” jawab Nameera dengan nada sangat antusias.


Sial! Pria brengs** ini rupanya serius berniat melenyapkan Anthonino.


TAP JEMPOL KALIAN DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR ❤️ TERIMA KASIH ❤️❤️


🍒🌸


GRACE UDAH UPDATED YA SODARA SODARA

__ADS_1


__ADS_2