Married With Pilot

Married With Pilot
Tidak patah tulang


__ADS_3

TAP JEMPOL KALIAN TERLEBIH DULU SEBELUM MEMBACA PLIS!


“Menurutmu bagaimana?” Anthonino mengangkat sebelah alisnya.


“Kau merayu beliau,” jawab Keiko di selingi tawa kecil.


“Konyol, aku tidak merayu Granddad. Beliau sangat mengenal Feliks maksudku Papa, aku mengatakan bahwa aku adalah putranya.”


“Granddad percaya begitu saja?” Keiko mengerjapkan matanya beberapa kali, ia tampak heran.


“Beruntungnya Granddad mengingat wajahku karena kami pernah bertemu setelah aku tumbuh dewasa juga di acara perjamuan perusahaan kami,” jawab Anthonino. “Aku tidak perlu merayu master Edward, aku hanya perlu mendapatkan cinta cucunya.”


Wajah Keiko sontak merona merah mendengar ucapan Anthonino, dengan manja ia melingkarkan lengannya di pinggang suaminya membenamkan wajahnya di dada Anthonino.


“Jadi nanti saat anak kita lahir, apakah dia akan menjadi seorang pemain musik? Seorang pilot atau seorang model?” Anthonino bertanya sambil mengelus rambut Keiko.


“Kenapa tidak ada pilihan menjadi pengusaha?” Keiko mendongakkan kepalanya dan sedikit menjauhkan tubuhnya. Ia menatap Anthonino.


“Itu bukan pilihan, keluarga kita pengusaha, putra putri kita kelak bebas memilih apa pun cita-citanya tetapi sejauh apa pun elang mengepakkan sayapnya tetaplah ia akan kembali ke sarangnya,” jawab Anthonino dengan nada penuh kasih sayang, tatapan matanya juga sangat lembut membalas tatapan mata istrinya.


“Apa dia akan semanis Crystal?”


“Tidak,” jawab Anthonino tegas.


Keiko tampak mengerutkan keningnya menatap suaminya dengan tatapan tidak suka.


“Dia akan lebih manis dari pada Crystal, dia akan semanis dirimu jika dia adalah seorang gadis dan akan setampan diriku jika dia adalah seorang pria,” jawab Anthonino dengan nada menggoda istrinya yang terobsesi kepada Crystal yang jelas-jelas tidak menyukai begitu menyukai Keiko.


“Tapi aku ingin seorang putri yang seperti Crystal,” rengek Keiko.

__ADS_1


“Aku lebih ingin menyapa calon anakku,” kata Anthonino dengan seringai menggoda.


“Kau bisa menyentuhnya.” Keiko meraih telapak tangan dan meletakkannya di atas perutnya.


Anthonino dengan gerakan lembut membelai perut istrinya kemudian sebelah tangannya meraih pinggang istrinya mendaratkan bibirnya di bibir istrinya, mencumbu bibir kenyal Keiko seolah penuh kerinduan yang dalam. Telapak tangannya bahkan berpindah satu di tengkuk istrinya untuk memperdalam tautan bibir mereka. Erangan-erangan halus terlepas dari bibi bibir Keiko. Ciuman terbalut gairah itu berlangsung cukup panjang. Keduanya menyudahi cumbuan bibir mereka saat pasokan udara di sekitar mereka mulai menipis, tatapan mata mereka saling mengunci, menatap dengan tatapan mata berkabut gairah.


“Bagian dari diriku ingin menyapa anak kita di dalam,” ucap Anthonino sambil ibu jatinya menyeka bibir istrinya yang masih basah sisa ciuman mereka.


“Kakimu belum pulih, bagaimana mungkin melakukannya?” wajah Keiko merah merona.


“Bagian itu tidak bermasalah, dia tidak patah tulang, dia telah tegak, keras dan....”


Keiko membungkam bibir suaminya menggunakan telapak tangannya. “Kau cabul!”


“Aku yakin kau merindukannya juga,” goda Anthonino.


“Aku tidak percaya,” ujar Anthonino. Tangannya hendak menyusup ke dalam gaun rumahan yang di kenakan Keiko tetapi Keiko menahannya.


Keiko membesarkan bola matanya menatap Anthonino dengan tatapan kesal bagaimana tidak? Saat ini kakinya bahkan belum sempurna untuk berjalan tetapi suaminya masih memikirkan hal-hal seperti itu.


“Aku tersiksa,” kata Anthonino.


“Tunggu kakimu sembuh.” Keiko menjawab sambil mengerutkan keningnya.


“Cintaku, kumohon beri aku satu kali saja,” pinta Anthonino. Tatapan matanya sangat mendamba.


Keiko tersenyum menggoda kemudian bibirnya mematuk bibir Anthonino. “Apa kau ingin kita melakukannya di sini?”


Mata biru Anthonino tampak berbinar penuh kemenangan. “Jika kau ingin kita akan melakukannya di sini, aku akan menjauhkan seluruh pelayan dan mematikan kamera pengawas lagi pula Mommy dan Daddy sedang di perusahaan.”

__ADS_1


“Tidak,” jawab Keiko dengan cepat.


“Tapi kita sepertinya harus mencoba di setiap sudut ruangan tempat tinggal kita, di atas piano juga harus kita coba,” kata Anthonino sedikit menggeram, tangannya membelai dengan lembut paha mulus istrinya.


“Pria cabul,” ucap Keiko sambil menjauhkan dirinya dari suaminya yang tampak akan menggagahinya di tengah ruangan itu kemudian Keiko berdiri dan memberi kode kepada suaminya untuk pergi ke kamar. Bibir Anthonino menyunggingkan senyum kemenangan.


Bibir Anthonino telah menjelajah di seluruh bagian lekuk tubuh istrinya, memberikan kiss mark di beberapa bagian tubuh istrinya yang hanya bisa di lihat olehnya. Ketika bibirnya menyapu kulit perut istrinya, Anthonino berhenti sejenak. Telapak tangannya dengan penuh kelembutan mengusap kulit perut Keiko dan berkata, “sayang, Daddy akan mengunjungimu.”


Keiko terkekeh mendengar apa yang ucapkan suaminya.


“Tunggu Daddy sembuh total, aku kan sering menyapamu di dalam.”


“Kau mengajari anakmu menjadi cab....” Belum selesai Keiko mengucapkan kalimatnya lidah Anthonino telah menari-nari di bagian sensitif miliknya hingga Keiko tak mampu lagi mengatakan apa pun selain mengeluarkan erangan kecil dari bibirnya.


Setelah memberikan kepuasan kepada istrinya saatnya Anthonino menyatukan tubuh mereka dengan penuh kelembutan, bukan karena berhati-hati tetapi untuk lebih merasakan betapa lembutnya kulit istrinya di dalam yang ia rindukan selama ini.


Mata biru Anthonino mengunci tatapan mata Keiko. Ia masih belum menggerakkan pinggulnya, tangannya menyingkirkan sejumput rambut yang tergerai di dahi istrinya. “Cintaku, aku sangat mencintaimu,” katanya.


Bibir Keiko tersenyum, ia meletakkan telapak tangan kirinya di sebelah pipi Anthonino. “Aku juga sangat mencintaimu, Hubby,” jawabnya. “Sekarang bergeraklah, karena aku sedang tidak ingin mengobrol.”


Anthonino menyeringai. “Apa ada babak kedua setelah ini?"


“Selesaikan dulu babak pertamamu Tuan Petrav yang memiliki hobi mengobrol sambil bercinta,” jawab Keiko diiringi tawa kecil.


Anthonino perlahan menggerakkan pinggulnya berirama, lembut namun tidak mengurangi kegilaan mereka yang sama-sama merindukan momen kegiatan suami istri hingga keduanya melebur menjadi satu dalam gairah untuk saling memiliki.


TAP JEMPOL KALIAN ❤️ DAN JANGAN LUPA JEJAK KOMENTAR ❤️ TERIMA KASIH ❤️❤️


BTW ADA BEBERAPA TEMAN-TEMAN YANG TANYA PART JONATHAN DAN TIFFANY ADA APA GAK? JAWABNYA ADA. DI NOVELKU YANG BERJUDUL FOUND LOVE IN KYOTO YAMG PADAT BANGET ITU ISINYA 😆 YANG BELUM BACA SILAKAN DI BACA 😘

__ADS_1


__ADS_2