Married With Pilot

Married With Pilot
Buta arah


__ADS_3

Acara yang membuat Keiko begitu tegang akhirnya usai juga, dia tak berani menatap wajah ibunya yang tampak berkabut amarah, Keiko tidak memiliki pilihan, ia lebih baik mengikuti suaminya kembali ke hotel di mana suaminya menginap.


Ia jauh lebih merasa aman bersama suaminya ketimbang ia harus menghadapi wajah ibunya yang menakutkan.


Sesampainya di hotel Keiko tidak membuka suaranya setelah membersihkan tubuhnya Keiko membungkus tubuhnya dengan selimut tanpa mempedulikan keberadaan Anthonino. Pikirannya terasa sangat lelah, ia tidak bisa berpikir jernih, ia merasa sangat tertekan dengan lamaran mendadak, ia juga tertekan karena pandangan dingin ibunya. Sepertinya ia tak lagi memiliki nyali untuk kembali ke rumah orang tuanya.


“Istriku tersayang,” Anthonino memeluk tubuh Keiko dari belakang.


“Aku tidak menyukai lamaran itu,” gumam Keiko.


“Kenapa? Apa kurang romantis?”


“Aku tidak siap,” jawab Keiko.


“Apa aku harus mengulangnya? Baik aku akan mengulang seperti yang kau mau,” kata Anthonino sambil melepaskan pelukannya lalu ia memasuki selimut yang membungkus tubuh Keiko.


“Bodoh,” gumam Keiko terdengar kesal.


“Jangan mengatai suamimu,” Anthonino kembali memeluk tubuh istrinya.


“Kau seharusnya memberitahuku agar aku bisa bersandiwara dengan baik tadi.”


“Sandiwara?”


“Ya, sandiwara.”

__ADS_1


“Bagian mana?” Anthonino tentu saja merasa bingung, ia tidak bersandiwara.


“Bagian kau mengatakan cinta padaku,” kata Keiko lirih.


Anthonino menggeser posisinya agar berada di depan Keiko, ujung jemarinya menyingkirkan helaian anak rambut yang berada di dekat telinga Keiko, pandangan matanya menyapu seluruh wajah cantik istrinya.


“Aku benar-benar jatuh cinta padamu, aku mencintaimu Yamada Keiko, bukan berpura-pura,” ucapnya dengan nada lembut.


Keiko membeku, ‘Anthonino mencintaiku? Ini bukan mimpi? Apa aku telah mendapatkannya?’ batinnya ingin berteriak, jantungnya juga seperti ingin melompat melalui kerongkongannya.


“Aku mencintaimu, aku sungguh mencintaimu, sejak pertama bertemu di Hearthow London, kau menabrakku, dan kau ternyata adik Jonathan, kekasih Tiffany sepupuku,” Anthonino menjelaskan dengan sabar.


“B-bohong.” Keiko tergagap, bukan hanya nyaris tak mampu berkata-kata, ia juga sangat gugup karena detak jantungnya yang berpacu cepat terdengar hingga memenuhi gendang telinganya.


“Aku mencintaimu dengan segala kekuranganmu sayangku, aku siap menjadi penunjuk arahmu, jangan pernah berada jauh dariku, agar kau tidak tersesat.”


Anthonino menatap mata Keiko dengan tatapan lurus. “Kau buta arah, kau tidak bisa membedakan kanan dan kiri, kau tidak bisa mengenali orang asing sebelum berbicara berkali-kali dengan orang asing tersebut atau kau menatapnya lebih dari tiga puluh menit,” ucap Anthonino dengan nada begitu yakin.


“Siapa memberitahumu?” Keiko nyaris menggigil, pria ini tahu kekurangannya yang telah di sembunyikan seumur hidupnya.


“Tidak ada, aku mengamatimu,” jawab Anthonino sambil ujung ibu jarinya membelai kulit wajah Keiko.


Air mata Keiko justru tergelincir, entah karena apa, yang jelas sekarang ada orang lain yang tahu kekurangannya, dan bagi Keiko itu menakutkan.


“Jangan takut, percayalah padaku cintaku, jangan takut, aku akan bersamaku, kujamin kau aman bersamaku, kau tidak akan pernah tersesat, jangan menangis cintaku,” Anthonino merengkuh tubuh Keiko ke dalam pelukannya, membenamkan wajah Keiko di dadanya.

__ADS_1


“Aku sungguh mencintaimu, aku tidak akan menceraikanmu meski kau melahirkan anak dariku, kontrak itu sejak awal tidak serius, aku hanya menjebakmu, aku menginginkanmu,” kata Anthonino dengan nada penuh kasih sayang.


“Meski aku buta arah? Meski aku bodoh?” lirih Keiko bertanya.


“Kau tidak bodoh, kau sangat menakjubkan, kau benar tentang teori keajaiban, keajaiban itu ada, kau buktinya.” Anthonino mendudukkan tubuhnya, sementara Keiko masih berada dalam pelukannya, kemudian ia mendudukkan Keiko dengan benar. Kedua telapak tangan Keiko berada di atas telapak tangan Anthonino.


“Maafkan aku menjebakmu. Sayang, kukatakan sekali lagi, aku mencintaimu, sangat mencintaimu, maukah kau menikah denganku di depan Tuhan?” Anthonino mengulang lamarannya.


Keiko mengangguk, beban berat yang mengimpit dadanya seketika pecah berkeping-keping, ia tak lagi harus menyembunyikan, siapa dirinya dan apa kekurangannya di depan Anthonino.


“Lamaranku bukan sandiwara, aku ingin kau menjawab cintaku,” Anthonino tentu saja tidak puas karena jawaban Keiko hanya sebuah anggukan.


“Aku bersedia menjadi pengantinmu di depan Tuhan,” jawab Keiko lirih, hampir terbata-bata, bahkan wajahnya telah terasa panas, ia yakin wajahnya telah merah padam.


“Terima kasih, kita akan secepatnya memiliki putri selucu Crystal dan secantik dirimu,” kata Anthonino dengan tatapan lembut terpancar di manik mata birunya dan rona bahagia yang tentu saja tergambar jelas di wajahnya.


“Apa Daddy tahu kita telah menikah?” Keiko membalas tatapan dari mata indah suaminya.


KONNICHIWA MINA-SAN ❤❤❤❤


SINDROM BUTA ARAH KETERANGAN LENGKAP BISA GOOGLING YA 😚😚😚😚


TAP JEMPOL KALIAN ❤❤❤❤❤


VOTE JIKA SAYANG AUTHOR ❤❤❤❤

__ADS_1


TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤


__ADS_2