Married With Pilot

Married With Pilot
Bunga Lili


__ADS_3

Gustavo menutup laptopnya kemudian bangkit dari duduknya lalu mengikuti langkah kaki Nameera menuju ke kamar di mana gadis itu menginap, pria itu berulang kali menggelengkan kepalnya.


“Nameera, kau memang tidak bisa berubah ya?” katanya dengan nada sangat dingin ketika mereka telah berada di dalam kamar hotel.


Nameera sama sekali tidak merespons ucapan Gustavo.


“Masih saja kau pergi ke club dan mabuk lalu tertidur di apartemen seorang pria,” Gustavo langsung mengatakan kebiasaan Nameera yang sudah menjadi hal biasa di matanya.


“Aku tidak sengaja, lagi pula antara kita memang seharusnya tidak perlu lagi ada hubungan,” Nameera dengan acuh.


“Pantas saja kau menolak tinggal di apartemenku,” kata Gustavo dengan nada sinis, “baru saja kemarin kau meminta bantuanku dan sekarang kau melakukan hal-hal yang bisa di bilang keji kepadaku, kau pikir aku pria bodoh yang bisa kau tarik ulur semaumu?”


Nameera tidak menghiraukan Gustavo, ia melepas kemeja pria yang melekat di tubuhnya, tentu saja kemeja itu milik Justin. Melemparkannya dengan sembarang dan menyambar handuk yang tergeletak begitu saja di atas ranjang.


Setelah membersihkan tubuhnya , ia melangkah keluar dari kamar mandi dengan handuk yang masih melilit di tubuhnya, Nameera mulai mengemasi barang barangnya dan sama sekali tak menghiraukan Gustavo yang duduk di pinggiran ranjang sambil memainkan ponselnya.


“Aku harus Chek out, aku akan kembali ke Los Angeles malam ini,” kata Nameera memberi tahu Gustavo dengan nada yamg terdengar seperti mengusir.


Gustavo bangkit dari duduknya dan menarik Nameera ke dalam pelukannya, “kita bahkan belum bercinta selama kau berada di London,” geram Gustavo.

__ADS_1


“Gustavo aku sedang terburu buru,” kata Nameera, moodnya sedang dalam keadaan buruk, ia tak tertarik bercinta dengan Gustavo.


Tidak mempedulikan apa yang di katakan Nameera, Gustavo menarik handuk yang melilit di tubuh Nameera dan membuat tubuh indah Nameera seketika polos tanpa sehelai benang pun menempel di tubuh itu.


Gustavo me**mas gundukan kenyal di dada Nameera, mencumbu bibir Nameera dengan rakus seolah ia benar-benar pria yang sedang kelaparan dan mulai menyatukan kedua tubuh dengan sedikit kasar dan memaksa, Nameera yang semula menolak mulai menerima dan menikmati permainan panas yang di ciptakan Gustavo bahkan mereka bergulat di atas ranjang cukup lama, tidak hanya sekali namun tiga kali, hingga senja merayapi kota London pergumulan mereka baru berakhir.


“Apa kau masih berpikir untuk mencari pria lain?” tanya Gustavo dengan nada mengejek.


Nameera memalingkan wajahnya, ini adalah pertama kali Gustavo benar-benar membuat tubuhnya terasa hancur di atas ranjang, pria itu seperti sedang menumpahkan kemarahannya pada diri Nameera yang terpendam bertahun tahun.


“Nameera, selama ini aku memperlakukanmu dengan baik karena aku mencintaimu, aku memperlakukanmu dengan lembut karena aku menganggap kau wanitaku, bukan sebagai teman kencan ataupun sebagai jalang,” Gustavo meraih dagu Nameera mencengkeramnya dengan sedikit kasar, “Tapi rupanya kau lebih menyukai perlakuan kasar.” Dilepaskannya dagu Nameera kemudian Gustavo memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai, mengenakannya kembali lalu ia melangkah pergi meninggalkan Nameera yang masih terpekur meresapi kata-kata Gustavo, sekarang ia seperti seorang wanita yang telah di campakkan setelah di pakai, dan tidak lama layar di ponselnya menyala, itu pemberitahuan dari kredit banknya.


“Kembalilah ke Los Angeles, bekerjalah dengan baik jika kau belum siap menikah denganku, setelah kau siap beritahu aku,” itu bunyi pesan singkat yang di kirim Gustavo.


Nameera menghela nafasnya, dalam dan panjang.


Usahnya mendekati Anthonino melalui Gustavo tidak pernah berhasil, berulang kali Gustavo memergoki dirinya tidur dengan pria lain, namun pria itu hanya memintanya untuk tidak mengulanginya, Nameera juga selalu berjanji berulang kali untuk tidak mengulangi namun janjinya hanya omong kosong belaka, dalam benaknya ia hanya bertekad akan berhenti jika bisa mendapatkan Anthonino. Namun sekarang? Harapan Nameera semakin menipis, karena sepertinya Keiko telah mengambil hati pria itu.


Air mata Nameera tergelincir di pipinya, tiba-tiba hati kecilnya mulai memberontak.

__ADS_1


‘Apa yang aku cari?’ batinnya, hidupnya kini sama sekali tidak bahagia, tidak terarah dan tidak memiliki tujuan.


GUANGZHOU, CHINA.


Anthonino meletakkan seikat bunga Lili berwarna putih sembaru berjongkok di samping sebuah makam. Itu adalah makam ibunya.


“Mama aku datang menjengukmu, aku membawakan seorang menantu yang cantik untukmu” kata Anthonino dalam bahasa mandarin.


“Lihat aku Mama, aku pasti akan membahagiakan istriku, seperti pesanmu padaku, aku akan kembali mengunjungimu nanti, aku akan membawakanmu seorang cucu yang cantik seperti ibunya,” kata Anthonino lagi.


おやすみなさい (SELAMAT MALAM)


SORRY BUAT TELAT UPDATE!!!


KEBETULAN KAMI TERKENA MUSIBAH PEMADAMAN LISTRIK DI AREA KALIMANTAN SELATAN & TENGAH, SAMPE GAK BISA BERBUAT APA2, TAPI SEKARANG SYUKURLAH SEMUA UDAH TERATASI.


HEHEE SEMPAT SETRESS BERAT TADI KAREN BELUM UPDATE NOVEL INI 😭😭😭😭


JANGAN LUPA TAP JEMPOL KALIAN ❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2