Married With Pilot

Married With Pilot
Tetangga


__ADS_3

TAP JEMPOL KALIAN TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA PLIS!


“Sam, bisakah kau tinggalkan kami berdua?” Philip tiba-tiba membuka suaranya seolah memecah suasana sedih.


Mendengar permintaan Philip, Samantha dan Keiko merenggangkan pelukan mereka. Keiko sesekali menyapu air matanya menggunakan telapak punggung telapak tangannya.


Setelah Samantha menjauh, Phillip justru ikut menjauh dari Keiko. Tetapi, pria itu muncul kembali ke hadapan Keiko dengan membawa sebotol air mineral dingin dan membuka tutup botol kemudian menyodorkan kepada Keiko agar mantan tunangannya meminumnya.


Setelah Keiko meminum air mineral Philip mendekati Keiko dan dengan gerakan lembut ia meletakkan bokongnya di samping Keiko, ia merangkul bahu Keiko dengan gerakan lembut, mengelus-elus pundak lengan Keiko dengan hati-hati. Keiko menyandarkan kepalanya di pundak Philip dan suasana juga suasana cukup hening karena hampir sepuluh menit tidak ada percakapan di antara mereka.


“Apa kau masih ingin menangis?” Philips bertanya dengan nada penuh kasih sayang.


Mendengar pertanyaan Philip, Keiko tampak mengatur napas dan juga mencoba mengatur emosinya. “Sekarang aku benar-benar terlihat seperti wanita yang sangat memprihatinkan, ya? Padahal pernikahanku baru beberapa bulan,” katanya.


“Apa kau sudah bertanya kepada suamimu bagaimana kronologi sesungguhnya?”


Mendengar pertanyaan Philip, Keiko hanya menggeleng pelan.


“Kei, di lihat dari video itu suamimu tampak sedang mabuk. Dia bisa saja melakukan itu dalam keadaan tidak sadar.” Philip mencoba mengamati dan memahami video yang beredar luas di internet. Anthonino tampak tidak bisa berdiri dengan benar saat itu.


Entah benar atau tidak perselingkuhan Anthonino yang jelas sekarang Philip ingin sekali menghajar Anthonino yang telah membuat gadis yang ia cintai menangis dan terluka.

__ADS_1


Philip mengenal Keiko, ia adalah gadis yang hampir tidak pernah menangisi hal-hal sulit karena hidupnya teramat mudah. Bisa di bilang, ini adalah kali pertama ia melihat Keiko menangis.


Keiko menggeleng. “Nino masih berada di New York saat ini. Aku tidak tahu kapan ia kembali dan aku tidak ingin bertanya kepadanya,” jawab Keiko lirih.


“Seharusnya kau tidak boleh meninggalkannya begitu saja kau harus bertanya sebelum kamu ambil keputusan kalian harus berbicara berdua untuk meluruskan masalah ini,” kata Philip dengan sangat hati-hati, ia tidak ingin terkesan menyalahkan Keiko yang meninggalkan rumahnya. Sepenuhnya ia memahami wanita adalah mahkluk yang bertindak menggunakan perasaannya.


Mendengar ucapan Philip Keiko menjauhkan kepalanya dari Philip. Ia menggeser sedikit tubuhnya agar ia bisa berhadapan dengan Phillip. “Philip. Kau tidak merasakan apa yang aku rasa,” ujar Keiko dengan nada sedikit meninggi. Tatapan matanya menyorot tajam ke arah Philip.


Philip telah menduga Keiko akan bereaksi demikian, ia membalas tatapan tajam Keiko dengan tatapan mata yang sangat lembut. Ia juga meraih telapak tangan Keiko dan menggenggamnya. “Maafkan Aku,” gumamnya.


“Maaf? Untuk apa?” tanya Keiko tampak kebingungan.


“Maafkan aku Karena meninggalkanmu altar pernikahan.” Philip menjeda ucapannya sebentar, “Andai aku tidak meninggalkanmu mungkin kau tidak harus mengalami ini semua.”


Philip terkesiap, ia mengira pernikahan Keiko dan Anthonino karena cinta bukan karena anak yang di inginkan oleh Keiko. ”Jadi kau tidak mencintainya? Kau juga hanya ingin anak darinya?” Philip benar-benar tidak mengerti kenapa ada seorang gadis seperti Keiko yang hanya menginginkan anak yang lucu dari rahimnya.


“Awalnya iya. Tetapi, aku merasakan rasa yang berbeda padanya. Jantungku berdetak cepat dan sangat kencang setiap kali berada bersamanya bahkan hanya mengingat namanya saja jantungku berdetak sangat kencang tidak pernah merasakan itu kepadamu,” Keiko mencurahkan isi hatinya kepada Philip.


Bibir Philip mengulas senyum mendengar jawaban Keiko. “Jadi kau telah menemukan getaran itu?”


Keiko mengangguk. “Aku sangat bodoh dan memprihatinkan bukan?”

__ADS_1


Philip tidak menjawab pertanyaan Keiko, ia justru membelai rambut di kepala Keiko.


“Philip, jika aku bercerai Apakah dunia akan menertawakanku?”


“Tidak ada yang akan menertawakanmu, tidak akan ada. Semua manusia pernah mengalami hal-hal yang tidak diinginkan dalam hidupnya. Kita bahkan tidak tahu satu menit kemudian apa yang akan terjadi dalam hidup kita,” kata Philip terdengar begitu bijaksana.


“Apa yang harus aku lakukan?”


“Kembalilah ke rumahmu. Sebenarnya aku tidak menyukai langkahmu kau melarikan diri dari masalah,” jawab Philip. Ia tulus menyuarakan apa yang ada di dalam benaknya.


Mendengar jawaban Philip, Keiko menundukkan kepalanya. “Tidak, aku tidak ingin bertemu dengannya sekarang.”


“Lalu apa yang akan kau lakukan?” kali ini Philip yang balik bertanya.


Keiko menggeleng. Dengan suara lirih ia menjawab, “asistenku sedang mengurus sewa satu unit apartemen di sini. Kuharap jarak tempat tinggal kita tidak terlalu jauh atau mungkin jika beruntung bisa mendapatkan lantai yang sama agar kita bisa menjadi tetangga.”


Philip nyaris tersedak mendengar jawaban Keiko. “Jadi kau yakin meninggalkan tempat tinggalmu?”


Keiko mengangguk, anggukannya membuat Philip merasa dilema. Ia yakin setelah ini akan ada drama baru di internet. Philip Delm membawa kabur mantan tunangannya yang kini telah resmi menjadi istri sah pemilik maskapai terbesar di Rusia, mereka bahkan tinggal satu atap dan mereka tampaknya menjalin cinta kembali. Philip ingin sekali menertawakan nasibnya, wanita yang di cintai kini sedang terluka dan ia sedang berperan sebagai seorang pahlawan di dalam drama ini.


TAP JEMPOL KALIAN ❤️ DAN JANGAN LUPA JEJAK KOMENTAR ❤️ TERIMA KASIH ❤️

__ADS_1


🌸🍒


__ADS_2