
Sore hari setelah Keiko dan Anthonino menikah di gereja seluruh keluarga berkumpul untuk merayakan pesta pernikahan yang dipersiapkan dengan matang, memanfaatkan sebuah ballroom hotel berbintang milik keluarga Tjiptadjaja yang di desain secara elegan dan di dominasi oleh warna putih.
Seusai pengambilan janji suci pernikahan di gereja hingga acara pesta pernikahan Crystal terus saja membuntuti pasangan pengantin itu, gadis kecil itu mengenakan gaun yang senada dengan yang dikenakan Keiko. Entah berapa kali fotografer di minta oleh Keiko untuk mengabadikan dirinya dan Crystal di dalam foto. Akhirnya keinginan Keiko untuk mengenakan gaun pengantin senada dengan Crystal tercapai juga.
Keluarga Anthonino di Moscow tidak ada yang datang, hanya Justin yang di utus oleh Innesa untuk mewakili keluarga di Moscow dan keluarga dari pihak ibu kandungan Anthonino adalah ayah Tiffany yang merupakan saudara kandung ibu Anthonino. Beruntungnya keluarga Yamada sama sekali tidak ambil pusing dengan tidak hadirnya Innesa dan Feliks. Mereka memaklumi karena ayah Anthonino dalam keadaan sakit sedangkan Innesa tentu saja secara logika memang berkewajiban menjaga suaminya.
Awalnya Keiko sempat melayangkan protes karena khawatir ia akan masuk ke dalam portal berita online dengan judul berita yang memilukan Yamada Keiko seorang model dan pianis yang pernikahannya tidak direstui oleh keluarga Petrav.
Sepertinya pernikahan Keiko akan kembali menjadi bahan incaran para pemburu berita.
Anthonino meyakinkan Keiko bahwa semua akan diatasi, ia meyakinkan istrinya bahwa tidak akan ada berita miring mengenai rumah tangganya. Anthonino memahami istrinya itu selalu mengutamakan citra baik untuk kehidupannya yang harus terlihat sempurna.
Tidak cukup berkeluh kesah kepada Anthonino tentang ibu mertuanya yang tidak bisa hadir, Keiko diam-diam sedikit bercerita kepada kedua orang tuanya bagaimana hubungannya dengan Innesa. Ayahnya mengatakan bahwa Keiko tidak perlu mengkhawatirkan hal-hal kecil seperti itu. Jalani saja peran sebagai istri sebaik mungkin.
Sedangkan kata Livia Ibu Keiko, tidak jauh berbeda dengan petuah ayahnya. Kata ibunya Keiko tidak perlu memikirkan karena yang menikah adalah ia dan Anthonino bukan menikah dengan Innesa jadi sikap Innesa tidak perlu di ambil pusing apalagi tidak satu atap.
Setelah di pikir-pikir akhirnya Keiko mengambil kesimpulan bahwa apa yang dikatakan kedua orang tuanya benar dan yang dikatakan suaminya juga benar. Tidak perlu mengambil pusing dan tidak perlu memikirkan berita. Lagi pula ini saatnya bersenang-senang karena seluruh sahabat Keiko datang untuk memberikan selamat kepadanya termasuk Cathy, Philip dan Samantha.
Ketika Samantha dan Cathy mendekati Keiko untuk memberikan selamat atas pernikahannya Anthonino menjauh untuk memberikan ruang kepada Keiko dan sahabatnya mengobrol beberapa menit. Keiko dengan polosnya bertanya kepada Samantha, “Sam, kenapa perut tidak juga membesar atau kau telah melahirkan?”
__ADS_1
Samantha tertawa ringan kemudian berucap, “Oh Tuhan. Keiko, kau benar-benar polos. Karena kau telah menikah, aku pikir lebih baik aku membongkar rahasia skandal kami.”
“Skandal?”
Samantha menaikkan sebelah bahunya. “Ya skandal aku tidak bisa lagi bermain ini, sebenarnya aku dan Philip sama sekali tidak ada hubungan.”
Keiko mengerjapkan matanya beberapa kali seraya bergumam, “maksudmu?”
“Kau tidak mencintai Philip. Jadi Philips meminta tolong kepadaku untuk menggagalkan pernikahan kalian maafkan aku.” Samanta menatap Keiko dengan mimik meminta belas kasihan.
“Ya Tuhan, kalian benar-benar sangat menyebalkan,” gerutu Keiko. Tetapi, ia sadar ia tidak berhak marah karena pernikahannya dan Philip adalah sebuah rencana licik yang di bangun oleh dirinya. Keiko tersenyum lebar pada akhirnya, “terima kasih karena berkat itu aku bertemu dengan suamiku yang sekarang.”
“Kau berlebihan, aku tetap saja sahabatmu. Aku akan menceritakannya nanti,” ujar Keiko diiringi seringai di wajahnya.
“Aku tidak menyangka kalian ternyata terlibat skandal yang sangat menyebalkan,” kata Cathy yang sedari tadi hanya menjadi pendengar. “Kenapa kau tidak melibatkanku?” Cathy mengerutkan alisnya untuk melayangkan protes kepada Samantha.
Samantha tersenyum penuh kemenangan. “Kau tidak bisa dipercaya, aktris dalam sandiwara ini cukup aku,” katanya.
Cathy mendengus. "Saharusnya aku menjadi pemeran cadangan," gerutunya.
__ADS_1
“Jadi kau membongkarnya Sam?” Philips yang tiba-tiba berada di antara mereka bertiga membuka suaranya.
“Tentu saja. Karena Keiko telah menikah, dia harus tahu kebenarannya,” kata Samantha. “Kita seharusnya minta maaf kepada Keiko bukan?”
Philips tersenyum menyeringai. “Oke. Aku akan meminta maaf, Kei, aku tidak bisa menikahimu karena aku tahu kau tidak mencintaiku. Aku tidak ingin mengikatmu dengan rumah tangga tanpa cinta,” ujar Philip dengan nada yang begitu ringan.
Keiko menatap Philip dengan tatapan bersalah, ia tidak menyangka Philip tahu isi hatinya.
Philips tersenyum kembali. “Jangan menatapku seperti itu. Tidak masalah, semua kembali normal. Kulihat kau mencintai suamimu, pernikahanmu kali ini sudah tepat meski sejujurnya aku benar-benar iri kepada suamimu. Ia bisa mendapatkan hatimu sedangkan aku tidak,” ujar Philip dengan nada santai. Pria itu menaikkan sebelah bahunya.
“Kau akan segera mendapatkan cinta sejatimu,” kata Keiko. Meski sejujurnya ia tidak mengerti cinta sejati. Cinta? Benarkah ia mencintai Anthonino? Yang ia tahu ia hanya ingin memiliki pria itu melebihi ingin memiliki bayi sekarang.
TAP JEMPOL KALIAN ❤️ DAN JANGAN LUPA JEJAK KOMENTAR ❤️ TERIMA KASIH ❤️
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🙏
RAMAIKAN JUGA NOVELKU YANG BERJUDUL LAURA ❤️
FYI : Foto menyusul, aku sisipkan setiap part nanti.
__ADS_1