
"Dokter James, what are you doing?"
Dokter Nova bertanya karena pemandangan di depannya membuat dadanya berdebar sangat kencang. Yang membuatnya sangat terkejut, Dokter asing itu sedang menangis pilu. Sejujurnya, saat ini dokter Nova sangat kesal pada dokter asing yang menjadi rekannya sejak setahun ini.
Dokter James menghapus sudut mata dengan punggung tangannya. Ia merasa malu, tiga orang berdiri di depannya dan menatapnya dengan tatapan membunuh.
"Saya meminta anda untuk merawat Raina! Apa yang anda lakukan? Menangis di lantai? Mencium lantai? Apa yang anda pikirkan? Jika terjadi hal buruk pada Raina, saya tidak akan pernah memaafkan anda!" Ucap Dokter Nova ketus pada pria muda yang menjadi rekannya.
Tidak ada bantahan, dokter James hanya bisa diam mendengar setiap ocehan yang dokter Nova arahkan padanya.
"Nova, sabar. Kau tidak perlu marah-marah padanya. Setiap orang melakukan bagiannya dengan sebaik mungkin. Mbak yakin dokter James sudah melakukan yang terbaik untuk Raina." Ucap Bu Hanum mencoba menenangkan, ia memegang lengan Dokter Nova.
Melihat Raina dalam kondisi kritis membuat dada Sawn berdebar sangat kencang, ia bahkan tidak menghiraukan Dokter Nova dan Dokter James yang saat ini terlibat dalam perdebatan.
Hay Bodyguard Saleha ku, apa kabarmu? Selama ini kau selalu saja bicara sekedarnya, karena kau nyakin lebih baik diam dari pada bicara omong kosong. Dan hari ini kau sama sekali tidak bicara, kau membuatku takut. Sangat takut sampai aku merasa akan tiada.
Aku tidak pernah merasakan takut sebesar ini sebelumnya!
Hay... Bodyguard salehaku, bangunlah! Tanpa mu hidupku akan terasa hampa, nafasku tersambung dengan nafasmu, jika nafasmu terhenti maka aku pun tidak berhak untuk bernafas lagi.
Hay... Bodyguard salehaku, jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku! Karena jika kau berpikir melakukan hal itu, aku bersumpah demi nyawa kita berdua, aku tidak pernah bahagia dan kau akan menemukan ku dalam keadaan menderita.
Hay... Bodyguard salehaku, aku mencintaimu!Dan akan selalu mencintaimu sampai batas usiaku. Sawn bergumam sendiri sambil menggenggam jemari Raina. Terdapat goresan di jemari lentik itu, kini Sawn membayangkan pertarungan besar yang dilakukan istri tercintanya seorang diri.
"Aku melakukan segala hal yang ku bisa untuk menyelamatkan Nyonya Raina! Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku menangis karena seorang pasien. Pasien yang sangat berjasa dalam hidupku." Ucap Dokter James begitu ia memulai percakapan serius-nya.
Sawn mengerutkan dahi mendengar ucapan dokter berwajah rupawan itu. Ia penasaran, ucapan apa yang akan di dengarnya selanjutnya. Raina bahkan tidak mengenal Dokter James, bagaimana bisa dokter asing itu mengatakan Raina berjasa dalam hidupnya.
"Selama ini aku selalu mencari cahaya dalam hidup ku. Sayangnya aku tidak bisa menemukan cahaya itu. Aku berlari dalam setiap episode kehidupanku hanya untuk mencari cahaya, tetap saja cahaya itu semakin menjauh dariku!" Sambung Dokter James.
__ADS_1
"Aku marah pada Tuhan, kenapa aku sampai terombang-ambing dalam kesesatan. Aku percaya pada Tuhan, tapi aku masih ragu untuk menentukan pilihan."
"Pilihan apa maksud dokter James?" Sawn menghampiri Dokter James yang saat ini masih larut dalam perasaan harunya.
Dokter Nova masih terlihat kesal. Wanita yang menjadi sahabat Bu Alya sejak zaman putih abu-abu itu tidak akan pernah membiarkan Bu Alya dan keluarganya mengalami masalah kesehatan selama ia bisa menanganinya.
Kali ini berbeda, ia benar-benar tidak bisa merawat Raina, perasaan takut terjadi hal buruk pada Raina membuat Dokter Nova memberikan tanggung jawabnya pada Dokter James. Bukannya merawat Raina dokter James malah menangis sambil bersujut di lantai, dan hal itu memantik amarah dokter Nova sampai ia menarik kerah baju dokter tampan itu.
"Kata orang Tuhan itu ada dimana-mana! Mereka juga bilang, Tuhan itu sangat dekat. Sayangnya aku tidak bisa merasakan kedekatannya dalam kehidupanku. Aku meragukannya, dan aku melakukan bayak dosa. Aku berpikir untuk tetap melakukan dosa sampai Tuhan itu yang menunjukan jalannya padaku!
Dan hari ini aku percaya dengan sepenuh hatiku, aku yakin tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah." Ucap Dokter James dengan linangan air mata.
Dokter Nova menganga. Dokter yang ia kenal sebagai seorang Ateis tiba-tiba mengakui Allah sebagai Tuhan-nya dan Nabi Muhammad sebagai Rasul-nya!
What wrong?
Hari ini melihat nyonya Raina dalam keadaan kritis tapi janinnya masih bertahan dan baik-baik saja, aku merasa seperti bumi yang telah lama mati tapi atas izin Tuhan aku mendapatkan hujan kemudian aku hidup kembali dalam keadaan berbeda."
Dokter James kembali meneteskan air mata.
Raina dan anak kami baik-baik saja! Terima Kasih Allah. Gumam Sawn dalam hatinya.
Dokter James kembali larut dalam pikirannya sendiri. Ayat-ayat yang ia dengar dari bacaan dokter Nova dan ia baca sendiri membuat jiwanya tertampar.
Qala Rabbi anna yakunu li gulamuw wakanatimra'ati aqiraw wa qad balagtu minal-kibari 'itiyya.
Qala kazalik, qala rabbuka huwa 'alayya hayyinuw wa qad khalaqtuka ming qablu wa lam taku syai'a.
Dia Zakaria berkata, "Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, padahal istriku seorang yang mandul, dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua?
__ADS_1
Allah (Berfirman), "Demikianlah, "Tuhanmu berfirman, "Hal itu mudah bagi-ku, sungguh engkau telah aku ciptakan sebelum itu, padahal (pada waktu itu) engkau belum berwujut sama sekali. (Qs:Maryam 8-9)
Innama amruhu iza arada syai'an ay yaqula lahu kun fa yakun.
Sesungguhnya urusannya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah." Maka jadilah sesuatu. (Qs:Yasin-82)
Sungguh, dokter James bagai di tampar oleh tiga ayat yang saat ini berputar di memori otaknya. Ia tidak bisa menahan gejolak hatinya, karena itulah ia menangis sambil bersujut ketika Sawn, Dokter Nova dan Bu Hanum memasuki ruang rawat Raina.
Dokter James yang saat ini menangani kondisi buruk Raina sangat percaya, tidak mungkin Raina dan kandungannya bertahan dalam keadaan memprihatinkan tanpa campur tangan yang kuasa. Jika Tuhan sudah berkehendak maka dia hanya berkata "Jadilah."
Hidayah itu datang padamu bukan karena kamu hebat, hidayah itu datang padamu bukan karena kamu keturunan nabi, keluarga nabi, ataupun orang kaya dengan harta berlimpah. Ambil hidayah itu begitu Hidayah itu membelai lembut hatimu, jangan menunggu esok, lusa, atau pun sampai menua. Putra nabi Nuh, Istri Nabi Luth, dan Fir'aun sekalipun tidak mendapat cahaya Hidayah walaupun mereka hidup dalam cahaya kenabian.
Dokter James memilih mengambil Hidayah yang di berikan Tuhan padanya begitu ia melihat keajaiban yang Raina bawa bersama anak yang ada dalam kandungannya.
...***...
Setelah menyelesaikan salat Isya Sawn memilih untuk memeriksa laporan perusahaan yang sudah ia tinggalkan selama seharian ini, Dokter James yang menjadi dokter pribadi Raina pun terlihat khawatir karena Raina masih belum sadarkan diri, meskipun begitu ia menegaskan Raina dalam keadaan baik-baik saja.
"Sayang... Apa kabar? Aku disini, sangat prustasi karena melihatmu seperti ini. Cepatlah sadar. Aku sangat merindukan mu! Aku ingin mendengar kemarahanmu karena membangunkanku salat subuh. Aku ingin melihat wajah cantik mu saat tersipu malu, aku rindu senyuman seindah purnama milikmu! Cepatlah bangun!" Ucap Sawn pelan setelah ia menyelesaikan pekerjaannya, ia menggenggam jemari Raina.
"Hay boy... Apa kabar? Papa sangat merindukanmu! Minta mama mu untuk bangun, Papa merindukan kalian berdua!" Sambung Sawn dengan derai air mata. Kali ini ia mengelus perut Raina.
"Hay boy... Kau tahu kan? Papa sangat bangga padamu, setelah mengalami hari yang berat kau memilih tetap bertahan bersama Mama mu!
Hay Boy... Tante mu, tante Yuna sangat berterima kasih padamu! Papa janji, begitu Mama mu sadar, Papa akan menghukum semua penjahat yang berani melukai kalian berdua. Kau dan mama mu datang di saat yang tepat, kau menyelamatkan tantemu sehingga penjahat itu tidak menodai kehormatannya.
Hay boy... Kau tahu? Hari ini kau tidak hanya menyelamatkan tantemu, karenamu Dokter James mendapatkan hidayah. Terima kasih karena menjadi anak kami." Ucap Sawn pelan. Ia menatap wajah lebam Raina tanpa melepaskan senyuman dari bibirnya.
...***...
__ADS_1