
Penantian jawaban ini membuat Sawn tidak bisa bernafas dengan tenang. Ketegangan ini sungguh mencekam. Bagaimana Sawn bisa tidur malam ini? Bersama cahaya senja ini, berita apa yang akan Sawn terima? Apakah melodi cinta bagai angin yang menyejukkan? Apakah dahaga ini akan menghilang? Entahlah, Sawn sendiri masih tidak tahu jawabannya, Raina yang duduk di depannya masih menutup bibirnya rapat-rapat.
"Aku tidak tahu harus memulai dari mana! Sungguh, aku masih belum yakin dengan apa yang Bapak katakan barusan. Jika aku saja belum yakin, lalu bagaimana caraku memberikan penilaian adil dengan semua rasa yang sudah ada." Ucap Raina Sambil memandang Sawn dengan tatapan kasih sayang.
"Aku tidak punya kelebihan apa pun yang bisa ku banggakan di depan Bapak, aku hanya wanita biasa yang memiliki semangat luar biasa." Ucap Raina lagi.
Sawn masih diam mencerna setiap kata yang di ucapkan Raina, entah kenapa sekarang Sawn bisa melihat ada duka yang masih tersimpan jauh di dalam hati gadis kesayangannya itu.
"Aku melakukan kesalahan patal, kesalahanku karena mencintai sebelum ada ikatan halal. Seorang pemuda baik datang dalam kehidupanku, selama bertahun-tahun ia menjadi donatur tetap di panti yang di kelola Ibu ku. Bisa di cintai seorang yang baik sepertinya adalah karunia yang sungguh luar biasa. Dia tidak hanya memenangkan hati keluargaku, namun ia juga memenangkan hatiku walaupun itu membutuhkan waktu yang tidak sedikit." Urai Raina tentang masa lalunya.
"Seperti yang Bapak ketahui, aku hanya seorang yatim piatu menyedihkan sebelum bertemu dengan Ibu ku. Sejak kecil aku tidak pernah mengizinkan diriku menjadi wanita manja. Semua hal ku kerjakan dengan sepenuh hati, termasuk giat belajar selama di sekolah." Urai Raina lagi, matanya berkaca-kaca mengenang masa lalu. Sawn hanya bisa diam sambil sesekali menatap wajah serius Raina.
"Keluarga ku tidak kaya, karena itulah aku selalu giat dalam bekerja dan belajar. Pernah suatu hari, darah segar keluar dari hidung ku lantaran kelelahan. Dan hal itu membuat Ibuku terjaga sepenjang malam. Aku adalah siswa berprestasi di sekolah, suatu hari kepala sekolah memintaku mewakili sekolah kami di Shanghai, dan saat itulah kisah antara Raina dan Chen dimulai."
__ADS_1
Chen? Sawn kecewa mendengar nama itu kembali terukir di bibir merah muda Raina Salsadila.
Tuhan, kenapa aku tidak bertemu dengannya lebih dulu? Lirih Sawn sambil memperbaiki posisi duduknya.
"Di Maskapai yang membawaku menuju Shanghai, seorang pria tampan yang bahkan tidak melirikku sedikitpun duduk di sebelah kananku. Dan dalam acara yang membuatku berada di Negara asing itu aku kembali bertemu dengan seseorang di luar dugaanku. Bapak tahu siapa yang ku temui? Seperti takdir, Tuhan kembali mempertemukan ku dengan pria yang duduk bersamaku selama berada di Maskapai waktu itu, tapi kali ini dia hadir sebagai tamu kehormatan. Namanya Yo Ming Chen.
Setelah acara berakhir sesekali kami bertemu tanpa sengaja, dan karena ketidak sengajaan itu kami semakin dekat dan semakin dekat. Chen tidak pernah mengatakan cinta selama berkomunikasi dengan ku, namun ia selalu berterus terang pada Ibu ku. Selama delapan tahun lamanya Chen menjadi donatur tetap di panti tempatku tinggal. Butuh waktu Delapan tahun bagi Chen untuk bisa mendengar kata 'Iya' dariku. Aku sangat mencintai Chen, karena itulah aku setuju ketika dia mengatakan akan melamarku!" Tetesan hangat mulai keluar dari sudut mata Raina, pelan gadis ayu itu menghapus air mata dengan punggung tangannya.
Lelaki yang tidak pernah kulihat wajahnya itu membutuhkan waktu delapan tahun untuk mendapatkan hati Raina! Sementara aku? Apa yang sudah kulakukan untuk wanita yang ku cintai ini? Aku tidak pernah melakukan apa pun selain membuatnya menangis. Lirih Sawn dalam hatinya.
Tuhan, aku cemburu. Lirih Sawn pelan. Kali ini Sawn yang meneteskan air mata.
"Di dunia ini banyak hal yang kita rencanakan dengan sempurna, dan tidak semua hal selalu berjalan sesuai dengan yang kita inginkan.
__ADS_1
Ada kegagalan yang sepertinya tidak perduli dengan ikhtiar-ikhtiar kita yang sudah menggunung menembus langit.
Dua tahun lamanya aku terpuruk dalam kegelapan, akhirnya Tuhan menunjukan jalan untuk ku agar bisa kembali tenang. Aku mencoba kembali merengkuh bahagia dengan cara beraktivitas di dunia luar. Entah mimpi apa aku sampai bisa bertemu dengan Pak Halil Security perusahaan Bapak, dari Pak Halil lah aku mengetahui Bapak membutuhkan pengawal pribadi. Dan itu pun tidak mudah bagiku. Hari pertama, aku saling adu kekuatan dengan Pak Yanto. Dan di hari berikutnya Bapak membuat ku menangis dengan kata-kata yang hampir meruntuhkan kepercayaan diriku." Raina menghentikan ucapannya, lagi-lagi ia meneteskan air mata tanpa suara.
Yang membuat Sawn merasa semakin jatuh cinta, gadis ayu di depannya mengucapkan semua beban di hatinya dengan senyuman tipis yang menghiasi wajah ayunya. Masa lalu hanya akan menjadi kenangan, jika itu baik simpan sebagai ingatan dalam keterpurukan. Namun jika itu buruk, tinggalkan di belakang sebagai pelajaran di masa depan untuk tidak di ulangi lagi dalam kesempatan waktu yang masih di berikan Tuhan. Begitulah kehidupan, akan selalu berputar sesuai kehendak Tuhan, karena manusia memiliki kekuatan untuk memperbaiki keadaan.
"Aku tidak bisa mengatakan 'Iya' dengan mudah." Tutup Raina dengan penuh keyakinan. Ada perasaan sedih juga bahagia yang menghampiri lubuk terdalam Sawn Praja Dinata. Ia yakin wanita di depannya tidak sedang menolaknya, namun memberikan kesempatan padanya untuk menentukan pilihan agar tidak menyesal di kemudian hari.
"Baiklah. Aku mengerti semua yang kau katakan, sama seperti masa lalu mu yang tidak pernah menyerah untuk mendapatkan cintamu, maka aku yang akan menjadi masa depanmu pun akan melakukan hal yang sama, tidak akan menyerah pada keputusan hari ini. Kau bisa kembali bekerja dan berkumpul dengan tiga rekanmu, kau tidak perlu tinggal dirumahku lagi. Karena suatu hari nanti aku akan membawa mu kembali kerumahku, bukan sebagai Bodyguard Salehaku, namun sebagai Istri Soleha ku." Tutup Sawn sambil berdiri dari posisi duduknya.
"Ayo kita pulang. Aku akan mengantarmu." Ucap Sawn lagi sambil menyunggingkan senyuman tipis di wajah tampannya.
Raina hanya bisa mangut mendengar ajakan Sawn. Sejujurnya hari ini adalah kejutan besar bagi seorang Raina Salsadila, mendengar pengakuan cinta dari pria yang juga mengusik jiwanya terdengar bagai angin segar yang menyejukkan jiwanya.
__ADS_1
Kau sudah menceritakan masa lalu mu, tapi aku yang akan merancang masa depan mu. Masa depan bahagia kita, aku akan menjadikan mu satu-satunya untuk selamanya, karena kau Bidadari berharga! Lirih Sawn sambil berjalan di depan Raina, meninggalkan Ballroom Hotel dengan segala kisahnya.
...***...