Mencintai Bodyguard Saleha

Mencintai Bodyguard Saleha
Gagal


__ADS_3

Ketika Allah menyatukan dua jiwa yang sebelumnya tidak saling mengenal dalam satu ikatan yang halal, maka berbahagialah karena sesungguhnya Allah telah menyelamatkanmu dari buruknya nafsumu.


Menjaga keutuhan pernikahan adalah ikhtiar panjang dalam waktu yang lama. Pernikahan adalah perjuangan untuk mengalahkan ego, membungkam kebencian, menaklukan kemarahan, dan merawat cinta walaupun cobaan terkadang akan datang silih berganti. Ada pengorbanan yang melelahkan raga di dalamnya, tangisan yang mengiris jiwa, dan kebahagiaan yang datang tanpa jeda. Raina tahu, dengan hadirnya Sawn dalam kehidupannya akan membawanya dalam kehidupan berbeda, ini adalah episode pertama dari sekian banyak kebahagiaan yang akan dihadapinya selama membangun mahligai rumah tangga yang di penuhi cinta bersama Sawn Praja Dinata.


Sepuluh menit berlalu sejak Raina masuk kekamar mandi, sekarang ia keluar dengan pakaian di atas lutut, rambut panjang hitam berkilaunya sengaja tidak ia ikat. Raina melempar senyuman kearah Sawn yang mulai terlelap, ia merapat dan mengelus lembut puncak kepala suaminya.


"Kau tertidur? Aku bahkan sudah bersiap untuk mu. Aku tahu kau kelelahan, aku pun sama. Terima kasih sudah memilihku menjadi istri mu." Ucap Raina pelan, sedetik kemudian ia melayangkan kecupan hangat di puncak kepala suaminya, cukup lama ia berada dalam posisi itu sampai akhirnya ia memilih mengganti pakaiannya dan berbaring di samping Sawn yang masih terlelap.


Raina belum bisa memejamkan matanya. Entah kenapa, ada rasa khawatir yang memenuhi rongga dadanya, ia berusaha keras melupakan perasaan itu namun tampaknya itu sangat sulit.


"Suamiku terlihat manis ketika tidur, dia akan berubah menjadi serigala menakutkan ketika dia marah. Aku lebih suka jika kau tidak marah." Ucap Raina pelan karena takut membangunkan Sawn yang terlihat kelelahan.


"Selamat malam suamiku! Terima kasih karena mencintaiku dengan sepenuh hatimu, aku berjanji akan menjadi istri yang berbakti." Ucap Raina lagi.


Pelan ia memejamkan mata, sementara lisannya tak berhenti membaca Takbir dan Tahmit sampai ia sendiri tidak sadar ia mulai terlelap dalam pelukan malam yang menyejukkan.


...***...


"Aku menyuruhmu menghentikan pernikahan mereka bukan mengikuti adiknya! Kau bertingkah seperti penguntit yang kekurangan wanita... Aku benci padamu, aku benci."


Pranggg!


Karena kesal Angel melempar lawan bicaranya dengan vas yang ada di dekatnya. Untungnya pria itu segera menghindar.


"Menjauh dari kuuu. Hiks...Hiks..." Angel mulai manangis pilu, kemarahannya sudah mencapai puncaknya. Yang membuatnya sangat kesal, ia berdandan bak putri dalam dongeng, namun sayangnya ia tidak bisa mendekati pesta pernikahan yang ingin ia hancurkan karena banyaknya pengawal.


Menyaksikan pria yang paling ia cintai menikah dengan wanita yang statusnya lebih rendah darinya semakin membuat darahnya mendidih.


"Apa kekuranganku? Aku lebih cantik darinya, aku lebih terkenal darinya, kenapa dia lebih memilih gadis rendahan itu, rasanya aku ingin membunuhnya..." Angel berteriak sampai membuat seisi rumah takut mendengar teriakannya.

__ADS_1


Amarah bagai api yang membakar jiwa. Tanpa kamu sadari, semakin besar kemarahan yang tersimpan didalam hati, maka akan semakin besar pula penderitaan yang akan kamu alami.


Mereka yang tidak menyadari sedang berjalan dalam kegelapan tidak akan pernah berusaha mencari cahaya.


"Aku sudah berjanji akan mengembalikan segalanya seperti sedia kala, tidak bisakah kamu menunggu untuk sebentar saja?" Pria yang melihat tingkah konyol Angel berteriak dengan nada kasar. Ia mengepalkan tangan ingin menghajar orang yang berani membuat wanita yang sangat ia sayangi itu menangis seperti anak kecil yang kehilangan mainan kesukaannya.


"Aku berusaha keras membuatmu bahagia, jika kamu bertingkah seperti ini apa yang harus ku lakukan?" Kali ini pria itu bicara dengan nada lemah lembut, ia bisa menahan amarahnya melihat kondisi Angel yang tak lebih dari wanita memprihatinkan dengan sejuta hasrat tak bisa terpenuhi.


"Tunggulah sebentar lagi! Aku berjanji akan membalas semua penghinaan yang kau alami, jika aku tidak bisa membuat wanita yang dicintainya menangis, maka aku akan membuat adiknya yang akan menangis."


"Aku membencimu, aku tidak membutuhkan mu. Pergi dari hadapanku...!" Lagi-lagi Angel melempar pria itu dengan vas bunga yang ada di sampingnya, kali ini pria itu tidak bisa menghindar. Hantaman keras tepat mengenai wajah tampannya, darah segar mulai mengucur dari keningnya.


Melihat darah menetes mengenai pakaian putih pria itu membuat Angel merasa ketakutan. Tubuhnya mulai bergetar, ia tidak bisa membayangkan dirinya yang dulu baik-baik saja berubah menjadi penyihir jahat tanpa belas kasihan.


"Bukankah aku sudah memperingatkanmu untuk pergi? Jangan salahkan aku karena kau terluka, lagi pula luka yang kau rasakan tidak seberapa di banding dengan luka di hatiku." Ucap Angel dengan suara lirih, air mata masih menetes membasahi wajah cantiknya.


"Apa kau sangat mencintai laki-laki itu?"


"Jika kau sangat mencintainya kenapa kau meninggalkannya? Bukankah berlutut jauh lebih baik dari pada menangis seperti orang gila?"


Angel hanya bisa diam mendengar kemarah pria di depannya. Ia tidak bisa membatah setiap kata yang keluar dari bibir pria itu karena ia sadar kesalahannya.


"Aku juga mencintaimu, tak bisakah kau melihat ku dan melupakan pria itu? Ayo kita menikah, lupakan segala duka dan masa lalu yang sudah kita lalui. Kita mulai semuanya dari awal, kita tinggalkan tempat ini." Ucap Pria itu penuh semangat sembari menghampiri Angel yang masih berlinang air mata. Mata yang biasanya bersinar memancarkan semangat sudah tidak ada lagi, yang tersisa hanya duka, duka yang mendalam.


"Api cinta telah membakar hatiku, namanya ada dalam setiap tarikan nafas ku, kau tidak ada disana! Sekuat apa pun aku berusaha mencintaimu maka sekuat itu juga aku akan berpaling dari rasa yang tidak pernah ada dari awal. Kau bisa mengutuk ku, tapi aku benar-benar mencintainyaaaaa. Hiks...Hik..." Tangis Angel kembali pecah, sementara pria itu hanya bisa berdiri mematung mendengar pengakuan wanita yang pernah mengisi hatinya dan membuatnya bahagia walau sebenarnya semuanya hanya senda gurau saja bagi wanita yang ada di depannya, namun tidak bagi dirinya.


Pria itu keluar dari kamar Angel dengan membawa tetesan demi tetesan air mata yang tidak dapat ia bendung lagi, sungguh sakit rasanya mencintai tanpa ada balasan yang sama.


Bagaimana mungkin aku jatuh cinta, namun tidak ditakdirkan untuk bersama? Ini menyakitkan. Ucap pria itu dalam hatinya. Seandainya saja tidak ada siapa pun di rumah mewah berlantai dua itu, ia pasti akan berteriak keras, berharap teriakan pilunya akan menghilangkan separuh dari dukanya.

__ADS_1


...***...


Ash-shalaatu khairum minan-nauum...


Ash-shalaatu hairum minaan nauum...


Bak tersengat listrik, Sawn langsung terbangun dari tidur lelapnya.


Aissstttt!


Sawn meringis kesal, sekarang ia sudah kembali tersadar. Ia masih duduk mematung ketika Raina keluar dari kamar mandi dengan mukena lengkap.


"Kau sudah bangun? Aku pikir aku yang akan membangunkanmu, syukurlah aku tidak perlu melakukan itu." Ucap Raina santai tanpa menyadari wajah kesal Sawn.


"Ayo bangunnn! Kita harus shalat subuh!" Ucap Raina lagi sambil mengikat tali mukena yang ia pakai. Pelan ia membalikkan tubuhnya ke-arah Sawn, dan di dapatinya pria yang ia nikahi kurang dari dua puluh empat jam itu sedang menatapnya dengan tatapan tajam.


"Ada apa? Apa suamiku ini sudah bermimpi buruk, kenapa kau sekesal itu?" Goda Raina sambil berjalan mendekati Sawn yang masih duduk mematung di kasur.


"Aku kesal!" Ucap Sawn dengan wajah cemberut.


"Kesal? Kesal kenapa?"


"Aku kesal padamu! Malam ini malam pertama kita setelah kita mengikat janji suci, aku malah ketiduran dan kau tidak membangunkan ku. Wahhh... Aku benar-benar marah." Balas Sawn sambil melempar pandangannya kearah lain.


"Maafff! Aku melihat mu sangat kelelahan karena itu aku tidak mau mengganggumu. Lagi pula apa istimewanya tentang malam pertama? Kita bisa membuat setiap malam kita menjadi malam pertama. Ayo bangun, kita harus Shalat subuh." Pinta Raina dengan suara manja, membuat Sawn tidak punya pilihan selain mengikuti perintah Raina yang terus mendesaknya.


Malam pertama yang ku impikan berlalu begitu saja karena kebodohanku! Akan ku pastikan nanti malam tidak akan gagal. Lirih Sawn dalam hatinya.


Kegagalan memadu kasih layaknya pasangan lain membuat Sawn kesal sampai ia malas untuk melangkahkan kakinya kekamar mandi walau untuk sekedar mengambil wudhu.

__ADS_1


...***...


__ADS_2