Mencintai Bodyguard Saleha

Mencintai Bodyguard Saleha
Akhir Dari Kisah Lama


__ADS_3

Waktu menunjukan pukul 21:09 ketika Sawn dan Raina tiba di rumah. Sawn masuk kedalam rumah lebih dulu, di dapatinya keenam orang yang bekerja dirumahnya sedang asyik menikmati makan malam, tiga di antaranya wanita dan tiga lainnya laki-laki.


Uhuk...Uhuk...


Suara batuk dari mang Cecep security yang biasa menjaga gerbang langsung meramaikan meja makan.


"Pelan-pelan atu makannya mang, tidak ada yang akan mengambil makanan mang cecep." Ucap Melati sambil menyodorkan segelas air mineral.


"Selamat malam tuan. Uhuk... Uhuk." Mang Cecep hampir memuntahkan makanannya karena kaget. Ia tersedak melihat kedatangan Sawn karena makanan yang hampir masuk ke saluran pernapasannya. Melihat reaksi mang Cecep yang lainnya juga terkaget-kaget melihat Sawn yang berjalan hampir mendekati mereka.


Apa aku semenakutkan itu? Kenapa juga orang-orang ini harus menampakkan wajah terkejutnya. Aku tidak akan memakan mereka. Kau benar-benar payah Sawn, selama ini apa yang sudah kau lakukan sampai semua pekerjamu takut padamu...? Lirih Sawn dalam hatinya.


"Mang Cecep kenapa? Ega, berikan mang Cecep air." Tiba-tiba Raina datang dan memotong keheningan mereka.


"Aku tidak akan memakan kalian, kenapa kalian takut?" Ucap Sawn sambil berjalan mendekati kulkas, mengambil air dingin kemudian pelan meneguknya.


"Tu..tuan, kami pikir anda akan terlambat pulang, karena itu kami makan di meja makan." Ega bicara sambil merunduk.


"Aku ingin terlambat pulang, tapi orang lain bertingkah tidak sabaran." Balas Sawn kemudian melirik Raina dengan tatapan tajam.


Setelah makan malam, Sawn diam-diam memaksa Agil pulang dan membawa sekuter Raina.


Hahaha! Sawn tertawa senang setelah kepergian Agil, ia membayangkan jalan-jalan mengelilingi kota sembari menikmati nuansa malam, susah payah Sawn menyingkirkan Ruan dan memaksa Raina pulang bersamanya. Ujung-ujungnya Raina malah memaksa untuk segera pulang.


"Ini bukan jalan kerumah bapak, jika bapak lelah saya bisa menggantikan bapak menyetir."


"Gadis bodoh. Aku hanya ingin bersama mu." Lirih Sawn sembari menyetir dengan kecepatan sedang.


"Seharusnya bapak belok kanan, bukan belok kiri." Perotes Raina.


"Jika bapak melewati jalan ini, kita akan sampai rumah dua jam lagi."


Sawn tetap diam walaupun Raina terus saja mencecarnya dengan perotes.


Dasar gadis cerewet! Aku ingin mendengar suaramu, sekarang tanpa ku minta kau terus saja bicara. Aku tahu, kau tidak akan suka jika aku mengajakmu jalan-jalan berdua, karena itu aku akan mengikuti ucapan mu. Kita akan pulang. Gumam Sawn pelan.

__ADS_1


"Orang seperti apa yang berani memaksa tuan untuk pulang?" Tanya Ujang semangat.


Pertanyaan mang Ujang berhasil menyadarkan Sawn dari lamunannya tentang waktu yang ia hahiskan sejam yang lalu bersama Raina.


"Ada seseorang. Dia sangat payah." Balas Sawn. Sawn menatap Raina sesaat kemudian beranjak menuju kamarnya di lantai dua. Sawn tersenyum ketika menaiki anak tangga. Ia tidak menyangka akan jatuh hati pada wanita yang membuatnya bertingkah seperti Abg yang tidak berani mengungkapkan perasaannya.


Hati-hati dengan hati, Setan begitu mudah menggelincirkan seseorang menuju kenistaan tanpa batas.


...***...


Kebenaran itu selalu mengetuk pintu, tapi terkadang kita yang tidak pernah berkenan membuka pintunya.


Sawn menatap amplop coklat yang di berikan Bobby padanya. Dua hari berlalu sejak Bodyguard nya memberikan amplop itu, namun belum juga ia melihat apa isinya.


Setiap kali aku melihat amplop ini aku mulai merasa takut. Aku takut melihat hal yang tidak seharusnya kulihat. Aku khawatir akan mulai menyalahkan diriku sendiri karena kebodohan yang ku sengaja. Lirih Sawn pelan sembari membuka amplop itu dengan jemarinya.


"Apa ini?" Gumam Sawn kaget melihat isi Amplop yang masih berada di tangannya.


"Angel! Aku tidak menyangka kamu serendah ini." Gumam Sawn sembari menahan amarahnya yang hampir meledak.


"Apa kau sibuk?" Robin masuk ke kantor Sawn tanpa mengetuk pintu. Itu sudah menjadi kebiasaannya, selain bersahabat baik mereka berdua bahkan tampak seperti saudara yang saling mendukung dalam setiap hal.


"Pemberi solusi terbaik jidatmu." Balas sawn kesal.


"Aku mengatakan yang sebenarnya. Ini pasti tentang Angel, iya kan?" Robin bertanya dan menuntut jawaban.


Hemmm! Sawn menghela nafas panjang, ia masih terlihat kesal. Pelan, Sawn menyodorkan Robin amplop yang di berikan Bobby untuknya.


"Oh my God, jadi semua yang terjadi belakangan ini karena ulah Angel. Bukankah kalian sudah berkomitmen untuk tidak memberitahukan media tentang hubungan kalian sampai tante Hanum menyetujui hubungan asmara kalian. Pertanyaannya, kenapa Angel nekat mempublikasikan hubungan asmara kalian tanpa meminta izin darimu? Dan masalah pesta waktu itu, Angel sengaja mengundang nona sendirian hanya untuk mempermalukannya! Ini benar-benar masalah besar." Ucap Robin sepontan, matanya masih melotot pada berkas yang ada di tangannya.


"Langkah apa yang akan kau ambil untuk mencegah Angel? Aku yakin ia akan mengambil langkah ekstrim jika kau memutuskan hubungan dengannya." Ucap Robin lagi. Kali ini ia sangat perihatin pada sahabatnya itu. Jatuh cinta tidak salah, yang salah ketika kamu memilih orang yang salah dan memilih untuk tetap melabuhkan hatimu padanya.


...***...


19:29 Clab Malam.

__ADS_1


"Aku yakin kau akan melamar ku malam ini. Persetan dengan restu mama mu, aku tidak membutuhkan itu." Gumam Angel sambil memperbaiki posisi duduknya.


Apa kau bebas malam ini? Aku ingin bertemu. Ayo kita bertemu di tempat biasa.


Berkali-kali Angel membuka ponselnya dan berkali-kali pula ia membaca pesan yang sama. Meskipun begitu ia tetap saja tersenyum setiap kali mengulang membaca pesan itu.


"Tidak sia-sia aku meninggalkanmu, dan tidak sia-sia juga aku mempublikasikan hubungan kita." Ucap Angel, kali ini ia menatap arloji di pergelangan tangannya.


Kau dimana? Aku masih menunggumu! Cepat datang sayang.❤I miss you❤


Sepersekian detik kemudian pesan singkat yang Angel kirim melesat dengan cepat, bersamaan dengan suara pintu yang di buka.


"Kau membuatku menunggu? Tapi, aku suka itu." Celetuk Angel sembari memamerkan senyum manisnya. Ia melingkarkan tangannya di lengan peria yang paling ia cintai di dunia ini.


Sebelum Angel membuka mulutnya lagi, amplop coklat di lempar kasar kearahnya.


"Apa ini sayang?" Angel bertanya, penasaran.


"Kau bisa membukanya, dan melihat apa yang ada di dalamnya."


Angel mengangguk, kemudian membukanya, matanya melotot terkejut melihat apa yang ada di tangannya. Ia tidak pernah menyangka akan di berikan bukti tindakan konyolnya.


"Katakan pada ku, apa yang harus ku lakaukan padamu setelah aku tahu semua yang terjadi karena ulahmu?"


"Sawn sayang, ini tidak benar. Ini pasti fitnah. Aku yakin semua ini ulah pengawal murahan yang selalu berkeliaran seperti lintah di dekatmu." Ucap Angel menyalahkan Raina yang tidak ada di sampingnya.


"Cukup. Aku sudah muak dengan semua ini. Di depanku kau bertingkah seperti malaikat tanpa celah. Dan di belakangku... kau menggigitku." Balas Sawn kesal.


"Kau tahu, dua tahun terakhirku selalu di mulai dan akhiri di tempat ini. Dan sekarang, lima tahun penantian ku pun akan ku akhiri di tempat ini. Terimakasi untuk tiga tahun kepalsuan cinta yang kau berikan, dan terimakasi untuk dua tahun menghilang dan membuatku larut dalam penantian. Sekarang kita impas, aku sudah menyia-nyiakan dua tahunku di tempat ini dan kau sudah membayarnya dengan melakukan kekacauan konyol karena memojokkan Raina dan menghinanya di pesta itu." Ucap Sawn sembari beranjak meninggalkan Angel yang masih berdiri mematung, wajah cantik itu terlihat pucat. Air matanya mulai menetes, tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir tipisnya. Sebenarnya Sawn tidak tega melihat wanita yang pernah mengisi hatinya menangis pilu seperti itu, sayangnya ia tidak bisa menghapus air mata itu lagi.


"Satu lagi, aku hampir melupakannya. Peria yang bersamamu di Tailand itu sangat tampan, kau bisa memilikinya tanpa harus memikirkan tentang diriku." Ucap Sawn dengan nada datar, ia melempar beberapa foto di meja dekat Angel.


"Selamat tinggal kisah lama." Ucap Sawn lirih.


Sawn mencoba untuk tersenyum namun tetap tidak mudah, membuat wanita yang pernah mengisi hatinya menangis membuat Sawn ikut larut dalam kesedihan, seketika ucapan Raina yang pernah ia dengarkan secara diam-diam menelusup masuk ke dalam hatinya.

__ADS_1


Orang yang selalu mempunyai hubungan dengan Allah, maka Allah akan memenuhi hatinya dengan Rahmat dan Ketenangan di setiap waktu.


...***...


__ADS_2