Mencintai Bodyguard Saleha

Mencintai Bodyguard Saleha
Sehari Bersamamu


__ADS_3

Sawn berdiri di balik daun pintu, ia ikut larut dalam keharuan yang memenuhi setiap pori-pori tubuhnya. Empat orang yang masih asing memeluk, mencium dan menangis melihat Andre yang berdiri mematung tak percaya dengan apa yang di alaminya siang ini.


"Akku mamma mu naakkkkkk!" Ucap bu Alya dengan suara yang nyaris tak terdengar, suaranya tertahan oleh tangis yang mulai pecah.


Melihat wajah Andre yang tampak seperti potocopy anaknya yang telah tiada membuat mertua bu Alya menangis meraung-raung.


Sawn mengurungkan niatnya untuk masuk walau hanya untuk sekedar bertegur sapa. Ia menutup kembali daun pintu yang sempat ia buka setengahnya.


"Aku tidak ingin terlibat dalam tangis haru mereka." Batin Sawn, kemudian ia segera beranjak menuju area bermain yang diberitahukan Raina sebelumnya.


Dalam perjalanan, tanpa sengaja Sawn berpapasan dengan mantan kekasih yang pernah mengisi separuh hatinya. Entah kenapa Sawn merasa kesal. Ia lebih memilih tak bertegur sapa sembari berjalan tanpa menoleh ke samping kiri dimana mantan terindah sekaligus mantan terburuknya berada.


"Apa kau masih marah padaku? Aku minta maaf?" Ucap wanita itu dengan tatapan penuh penyesalan.


"Jika kita bertemu walau tanpa sengaja sekalipun, anggap saja kau tidak mengenalku. Kebohongan besar yang sudah kau lakukan sudah membunuh semua rasa yang ada. Entah itu cinta atau sikap kasihan, semuanya sudah tidak ada lagi." Balas sawn sembari menatap wanita di depannya dengan tatapan kecewa.


"Kau mungkin bisa tidak melihat ku, tapi aku tidak bisa tidak melihatmu. Semua tempat yang ku lalui, disana ada bayangmu."


"Angel, masa lalu hanya masa lalu. Dan aku tidak ingin terlibat dengan mu lagi. Calon istri ku sedang menunggu ku, lain kali jika kau melihatku, kau harus mencari jalan yang lain." Ucap Sawn dengan tatapan tajam.


Ingatan tentang gosip beberapa waktu lalu, gosip yang melibatkan Raina karena ulah Angel semakin membuat Sawn kesal pada wanita anggun yang berdiri tepat di depannya.


Semua tempat yang ku lalui, disana ada bayangmu? Omong kosong! Lirih Sawn sambil menjauh dari wanita yang pernah mengisi hatinya.


...***...


"Aldy, pelan-pelan dek!" Ucap Raina sembari menarik lengan Aldy yang sedari tadi tidak bisa diam.


"Kakak, Serly haus!" Melihat adik-adiknya bermain dengan penuh antusias Raina hanya bisa menghela nafas. Ia tidak pernah membayangkan adik-adiknya bermain seperti anak-anak yang tidak pernah melihat dunia luar.


Adik-adik ku yang malang, aku bahkan tidak tahu kalau mereka juga bosan di rumah! Batin Raina.


"Linda, Aldy, jaga adik-adik kalian. Kakak akan membeli minuman untuk kalian! Ingat, selama kakak pergi kalian tidak boleh berpisah satu sama lain. Dan satu lagi, kalian tidak boleh bertengkar dengan siapa pun." Ucap Raina mengingatkan adik-adiknya, karena area permainan kali ini sangat ramai.


Sementara itu di sudut lain, Sawn berusaha meninggalkan Angel dengan cara mempercepat langkah kakinya.


"Calon istri? Apa kau bercanda?"


"Aku tidak pernah bercanda sepertimu, menganggap kepura-puraan sebagai dasar hubungan." Balas Sawn sembari menghentikan langkah kakinya, sekarang Sawn dan Angel berdiri di koridor yang lumayan sepi. Hanya beberapa orang yang melintas di dekat mereka.

__ADS_1


"Aku tahu aku salah! Bukankah aku sudah minta maaf? Apa itu tidak cukup bagimu? Apa yang harus ku lakukan agar kau mau memaafkanku? Aku ingin hubungan kita kembali seperti semula." Ucap Angel dengan suara memelasnya.


Tanpa Sawn sadari, sepasang mata sedang mengawasinya dengan tatapan kesal luar biasa, ingin rasanya sang empunya mata menghukum dua orang yang saling beradu argumen di depannya itu, namun sayangnya ia tidak bisa melakukan itu karena terhalang ucapan belum ada ikatan.


"Jika kau ingin aku memaafkanmu, menjauh dariku, sejauh-jauhnya sampai aku tidak bisa melihatmu di setiap tempat yang ku lalui." Balas Sawn kesal. Ia terus berjalan, menghindari Angel yang terlihat mulai agresif.


Glekkkkk!


Sepasang mata yang dari tadi mengawasi Sawn dan Angel hanya bisa menelan salivanya, Angel Sasmita menarik lengan Sawn dan membawanya kedalam pelukannya.


Sawn terpaku, ia terkejut. Ia tidak menduga Angel Sasmita berani memeluknya di tempat umum tanpa rasa malu.


Hhhmmmm!


Sawn di kejutkan oleh suara seseorang berdeham di balik punggungnya. Dengan cepat ia mendorong tubuh Anggel menjauh darinya.


Pelan Sawn membalikkan tubuhnya kearah orang yang berhasil mengejutkannya. Di dapatinya sepasang mata sedang memandangnya dengan tatapan tajam seolah mata itu berkata 'Aku Membencimu, Menjauhlah Dariku' rasa takut di benci oleh pemilik netra teduh itu membuat Sawn merinding.


Tanpa berucap sepatah katapun pemilik netra teduh itu langsung beranjak meninggalkan dua makhluk indah di depannya sembari membawa makanan dan minuman ringan di tangan kanannya.


"Kau semakin membuatku jijik! Jangan pernah muncul di hadapanku lagi, atau kau bahkan akan merasa jijik pada dirimu sendiri ketika melihat wajahmu di cermin." Ucap Sawn memperingatkan.


Sawn meninggalkan Angel yang masih berdiri mematung, ia bahkan tidak perduli walau wanita anggun di depannya mulai meneteskan air mata karena ucapan kasarnya.


...***...


"Kenapa kau mengikuti ku?"


Sawn hanya bisa tersenyum manja melihat aroma kecemburuan menjalar dari Bidadari Surga yang berjalan di belakangnya. Sawn sengaja berjalan mundur hanya untuk melihat wajah kesal kesayangannya.


"Apa kau cemburu?" Sawn tersenyum sembari membalas pertanyaan dengan pertanyaan. Bukannya mendengar jawaban dari pertanyaannya, Sawn malah di cueki. Gadis yang sangat ia cintai itu justru mempercepat langkah kakinya.


"Tolong, jangan marah! Aku tidak akan melakukan itu lagi, jika kau memintaku menjadi pelayan mu pasti akan ku lakukan, asal kau tidak marah lagi." Ucap Sawn dengan suara memelas, tanpa ia sadari ia meraih lengan Raina. Kini jemari dua anak manusia saling bertautan, membuat cinta yang terpendam semakin membuncah.


"Aku tidak marah! Lepaskan tangan ku." Ucap Raina pelan, ia benar-benar terkejut karena Sawn berani menggenggam erat jemarinya.


"Maafkan aku!" Balas Sawn cepat sambil menangkupkan tangan di depan dada penuh penyesalan.


"Baiklah. Bapak tidak perlu seperti itu." Ucap Raina, ia kembali mempercepat langkah kakinya yang di ikuti Sawn di belakangnya.

__ADS_1


Sementara itu di area bermain, adik-adik Raina masih larut dalam permainan mereka kecuali Serly yang masih menunggu Raina karena rasa hausnya.


"Kakak." Panggil Serly yang berlari mendekati Raina dengan membawa tangisnya.


"Kakak ada disini!" Balas Raina sambil memeluk Serly yang masih menangis. Dari jarak sepuluh langkah, sikap keibuan Raina berhasil membuat Sawn semakin jatuh cinta pada gadis ayu yang duduk di depannya.


"Apa kau menangis?" Sawn bertanya karena ia melihat Raina menghapus sudut matanya dengan punggung tangannya.


"Tidak." Balas Raina sambil duduk di bangku setelah Serly bergabung dengan Aldy dan Linda.


"Kau sangat pandai menyembunyikan perasaanmu! Aku tahu kau sedih karena melihat adik mu menangis. Sekarang katakan padaku, kau cemburu atau tidak ketika melihatku bersama Angel?" Sawn bertanya sembari menatap Raina dengan tatapan pengharapan.


Sawn tahu ia akan kecewa jika mendengar jawaban Raina yang tidak cemburu padanya, meskipun begitu ia ingin mendengar langsung dengan telinganya.


"Apa aku perlu menjawabnya?"


Sawn menjawab pertanyaan Raina dengan anggukan kepala.


"Mmm... Apa aku cemburu atau tidak?" Raina menghentikan kalimatnya sembari berpikir sebentar.


"Ia. Aku cemburu. Sedikit, sangat sedikit ." Jawab Raina pelan.


Sawn tersipu malu mendengar ucapan serius Raina. Rasanya ada kupu-kupu yang terbang di hatinya sampai ia merasa geli karena bahagia yang tidak dapat ia ukur dengan sekedar ungkapan kata-kata. Walau cemburu hanya sedikit saja, setidaknya ia sudah yakin gadis ayu di depannya memiliki cinta yang di tujukan untuknya, dan itu sudah cukup untuk Sawn Praja Dinata.


"Cemburu yang berlebihan ibarat api yang membakar, dan aku tidak mau dibutakan oleh rasa cemburu yang berlebihan.


Mungkin bapak berpikir aku kampungan, atau aku gadis ketinggalan zaman karena tidak berpakai terbuka, aku tidak mengizinkan lelaki manapun menyentuhku, apa lagi sampai memeluk dan menciumku. Begitulah caraku menjaga diriku.


Ibu selalu bilang, jadilah berkas yang tersimpan dalam kaca, hanya orang yang mampu yang bisa memilikinya. Jika bapak tidak bisa bersabar dengan caraku, bapak bisa mencari orang lain yang setara dengan bapak." Ucap Raina sambil menyodorkan sebotol air mineral dingin yang sudah di bukanya untuk Sawn yang duduk tepat di depannya.


"Linda, hati-hati." Ucap Raina karena melihat Linda jatuh menimpa tubuh mungil Serly. Sedetik kemudian Raina berjalan kearah adiknya.


Lelaki manapun yang mendapatkanmu, ia pasti akan merasa bangga. Aku bersyukur bisa menemukanmu di antara miliyaran gadis yang ada. Sehari bersamamu aku semakin mengenalmu, semakin aku mengenalmu semakin aku jatuh cinta padamu. Lirih Sawn sambil tersenyum bahagia, sekarang netranya mengikuti langkah Raina.


...***...


🙏MARHABAN YA RAMADAN🙏


❤SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA UNTUK SEMUA READER MENCINTAI BODYGUARD SALEHA YANG MELAKSANAKANNYA❤

__ADS_1


Semoga amal ibadah kita di terima oleh Allah SWT...💕❤💕


...***...


__ADS_2