Mencintai Bodyguard Saleha

Mencintai Bodyguard Saleha
Terjebak


__ADS_3

"Apa yang akan non Raina lakukan sekarang? Saya berharap non Raina tidak bermain api dengan orang kaya itu. Jika kita yang miskin ini bermain api maka kita sendiri yang akan terbakar."


"Pak Bobby tidak perlu khawatir, saya tidak akan bermain-main dengan hati saya."


Agil yang mengerti arah pembicaraan Bobby hanya bisa menghela nafas. Agil sendiri yang paling mengetahui bagaimana rasanya terjebak dengan para konglomerat yang menganggap harta mereka adalah segalanya sampai tidak bisa memandang hal yang lainnya. Termasuk menyakiti perasaan orang lain.


"Tidak semua orang kaya berhati hangat seperti ibunya Ani. Ibunya Ani adalah wanita yang sangat baik. Demi orang yang dia cintai dia bahkan sampai rela meninggalkan hidupnya yang luar biasa." Ucap Agil mengurai kisahnya.


"Ani. Siapa dia?" Tanya Bobby penasaran.


"Ani itu nama putrinya mas Agil, pak." Ucap Raina sambil memandang wajah Bobby dan Agil bergantian.


"Oohhh benarkah? Aku baru tahu kalau Agil memiliki putri." Ucap Bobby lagi dengan raut wajah terkejut.


"Semenjak kami menikah, tidak seharipun kami hidup dengan tenang! Keluarga istriku selalu saja melakukan hal yang akan membuat kami menyerah, termasuk menghancurkan usaha Percetakan yang ku miliki dengan segala kekuatannya.


Butuh waktu lama membuat usaha itu berkembang. Namun keluarga istriku hanya butuh waktu seminggu untuk menghancurkan segalanya.


Selama hidupku, sekalipun aku tidak pernah mengeluh tentang apapun. Aku dan istriku bahkan pernah tidak makan selama berhari-hari. Kami mengganjal perut yang kosong dengan air mineral, karna itulah aku sangat marah jika melihat orang membuang-buang makanan.


Atas nama istriku, aku bahkan sampai bersumpah tidak sudi melihat wajah orang kaya itu seumur hidupku." Agil mulai meneteskan air mata. Raina baru menyadari, ternyata bukan hanya dia yang merasa lemah jika berhadapan dengan orang yang dia sukai.


"Hal yang paling membuatku muak dengan keluarga istriku, aku bahkan sampai datang kerumah mereka mengemis kehidupan untuk istriku, agar mereka mau membantu biaya sesar yang tidak bisa ku wujutkan karna usahaku gulung tikar di saat bersamaan.


Mereka hanya bisa tersenyum mengejek. sambil berkata 'Pergi dari hadapanku, jika tidak kau pasti akan kurajam." Agil menangis tampa mengeluarkan suara, Raina dan Bobby saling pandang karna mereka tidak tahu harus berbuat apa.


Bobby meranggul tubuh Agil dan sesekali menghapus air mata rekannya itu dengan telapak tangannya.


"Setelah mereka tahu istriku tiada, mereka bahkan sampai menggugat agar aku mau menyerahkan putri kecilku pada mereka. Mereka beralasan bahwa aku ayah yang tidak berguna dan tidak akan sanggup membesarkan putriku."


"Karna itu mas Agil membutuhkan orang untuk merawat Ani supaya mas Agil bisa bekerja dengan tenang?" Tanya Raina sambil menyodorkan tissu kepada Agil.

__ADS_1


Agil hanya bisa mengangguk, jika hati di penuhi masalah maka akan keluar air mata. Kesedihan dan kesenangan itu hanya rangkaian kehidupan. Tugas manusia hanya menjalaninya dengan kesabaran.


...***...


Sawn meminta Raina membawakan koffe ke kantornya, tidak ada bantahan yang bisa Raina lakukan karna itu perintah atasannya.


Sejak pagi Raina mencoba menghindari Sawn Praja Dinata, rasanya ia belum siap menemui peria itu apalagi sekarang Angel bersamanya di ruang dan waktu yang sama.


Hhhuuuhhh! Raina membuang nafas kasar sambil mengetuk pintu kantor Sawn. Berkali-kali mengetuk pintu tidak juga ada jawaban. Raina mengambil inisiatip untuk membuka pintu tanpa izin pemiliknya.


Cesss!


Tatapan tajam Angel seolah ingin mencabiknya.


"Apa hanya ini batas sopan-santun yang di miliki setiap perempuan berjilbab sepertimu? Aku belum memberimu izin tapi kamu sudah masuk seperti pencuri." Celetuk Wanita berkulit kuning langsat itu.


"Jaga bicaramu? Berani sekali kamu membentak Raina! Lagi pula tidak ada yang menantikanmu disini." Robin tiba-tiba masuk, ia kesal mendengar Angel membentak Raina.


"Kamu! Gara-gara kamu Robin berani membentak ku." Angel semakin geram. Ia mengambil Koffe yang ada di tangan Raina, dan mencoba menyiram Raina dengan itu. Refleks Raina mendorong tangan Angel, dan malangnya koffe itu justru mengenai Pakaian Angel Sasmita.


"Aau.. panas." Ucap Angel sambil mengipas bagian tubuhnya yang terkena cipratan Koffe.


Hahahaa... Robin tertawa lepas sampai-sampai air matanya menetes.


"Ada apa denganmu? Aku sampai bisa mendengar gelak tawamu." Ucap Sawn yang tiba-tiba masuk dan mengejutkan Raina.


"Sobat. Angel sangat lucu. Ia terlalu haus sampai-sampai ia tidak sadar kalau baju mahalnya terkena tumpahan koffe." Balas Robin mencari alasan.


"Sayang sebenarnya..." Ucapan Angel menggantung karna Robin tidak ingin wanita licik itu menebar pesona kebohongannya.


"Sebenarnya aku meminta Raina agar membantu Angel mencari gaun yang cocok untuknya, sayangnya ia menolak karna ia bilang akan pulang saja." Robin mencoba mengusir Angel di depan Sawn dengan cara sopan namun mengenai sasaran.

__ADS_1


Angel bisa merasakan aroma permusuhan dari tatapan Robin. Tidak ada yang bisa ia lakukan selain memamerkan senyum paksaan.


"Sayang, aku akan pulang." Ucap Angel dengan nada manja. Dan hal itu berhasil membuat telinga Robin yang mendengarnya terasa gatal.


Sawn memandangi wajah merunduk Raina, ia tahu gadis itu tidak nyaman berada di ruangannya.


Mmmuaahh! Sawn masih memandangi wajah merunduk Raina ketika tiba-tiba Angel melayangkan kecupan mesra di pipi kanannya, dan hal itu berhasil membuat Raina terkejut sampai-sampai nampan yang ia pegang jatuh kelantai.


"Mmaafff." Ucap Raina gugup kemudian lari tanpa menghiraukan Robin yang memandang heran padanya.


"Bisa gak si kalian bersabar sedikit. Lihat wajah gadis malang itu? Aku rasa dia shock melihat keromantisan kalian." Ucap Robin kesal kemudian pergi meninggalkan Sawn setelah ia meletakkan dokumen yang harus di tanda tangani sahabat konyolnya itu.


...***...


Raina berdiri sambil memandangi pantulan wajahnya di cermin toilet. Ia benar-benar tidak menyangka akan melihat adegan romantis Sawn Praja Dinata dengan kekasihnya secepat itu.


Raina meletakkan tangan kanannya di dada, suara detak jantungnya berdegup sangat kencang. Ada perasaan aneh yang ingin di salurkan dan itu membuat Raina sangat kesal pada dirinya sendiri.


"Tidak ada pacaran sebelum pernikahan. Wahai hatiku tetaplah tenang." Lirih Raina dalam hati sambil menarik nafas dalam kemudian pelan menghembuskannya.


"Aku memilih mengaguminya dalam diam tanpa harus terikat pacaran. Pacaran? Aku bukan penggemar kata itu." Lirih Raina lagi dalam diam. Tidak ada yang mendengar keluhannya selain Tuhannya.


Ya Allah bimbing langkah kakiku untuk terus menuju kearahmu, jangan biarkan aku lalai dalam mengingatmu. Tidak ada daya dan upanya melainkan pertolongan Allah.


Raina memejamkan mata sambil membayangkan indahnya kisah cinta antara Sayyidah Fatimah Azzahra dan Ali Bin Abi Thalib Ra. Kisah indah yang menjadi teladan anak manusia setelahnya.


Ya Allah sanggupkah aku jatuh cinta tanpa melakukan maksiat? Aku tahu aku tidak akan sanggup. Ku titip hatiku padamu ya Allah agar terjaga kesuciannya. Lirih Raina sambil menepuk wajahnya pelan berusaha menghilangkan ingatan tentag bagaimana Angel melayangkan ciuman mesra di depan matanya.


Aku tidak ingin terjebak di antara dua anak manusia yang saling mencintai (Sawn dan Angel). Dan aku? Aku tidak ingin terjebak cinta semu yang akan menjauhkan ku dari Rahmat Tuhanku.


...*** ...

__ADS_1


__ADS_2