
Jika ada kata yang melukai hati, menunduklah dan biarkan ia melewatimu, jangan di masukkan dalam hati agar hatimu tidak lelah.
Sawn tersenyum mendengar ucapan bijak yang baru pertama kali di dengarnya. Di bandingkan dengan kata-kata bijak, Sawn lebih menyukai bagaimana adik kakak itu saling menguatkan dalam kesabaran.
Hhhmmm! Sawn menghela nafas, kesal pada dirinya sendiri karna ia tidak pernah melakukan hal yang sama untuk Yuna adik manjanya.
"Tuan muda ada disini?" Pertanyaan bi Sumi mengagetkan Raina dan adiknya. Bahkan bocah malang itu sampai bersembunyi di belakang Raina.
"Apa aku semenakutkan itu sampai bocah ini bersembunyi ketika melihatku...?" Tanya Sawn pada dirinya sendiri. Meskipin begitu ia tetap berjalan kearah tiga orang itu.
"Berikan aku air, bi." Ucap Sawn sambil duduk di bangku samping Raina.
"Kamu siapa?" Tanya Sawn berpura-pura tidak tahu. Sebenarnya ia ingin tersenyum, sayangnya egonya terlalu besar untuk itu.
"Dia aaadik kuuu." Ucap Raina gugup.
"Berani sekali kamu membawa adikmu kerumahku tanpa izin dariku." Ucap Sawn sambil menahan diri untuk tidak tersenyum.
"Bi Sumi, bawa Raina masuk. Aku ingin bicara dengan anak itu." Ucap Sawn lagi sambil menunjuk Andre yang masih bersembunyi di balik tubuh Raina.
"Tidak akan ku izinkan." Ucap Raina kasar. Tatapan mata Sawn seolah menjelaskan semuanya tidak akan baik-baik saja jika Raina menolak mengikuti perintahnya. Sementara itu Andre yang berdiri di belakang Raina hanya bisa merunduk ketakutan.
"Ayo non. Ikuti saja apa yang di katakan tuan, saya yakin tuan tidak akan menyakiti adik non Raina." Ucap bi Sumi sambil menarik tangan Raina.
Setelah dua wanita itu pergi dari hadapannya, Sawn langsung mendekat kearah Andre sambil berdehem mencairkan keheningan.
"Kamu kaki-laki atau prempuan?" Tanya Sawn memulai pembicaraan.
"Lakii-laaaki?" Jawab Andre sambil terbata-bata.
"Jika kamu laki-laki maka kamu harus menjawab dengan tegas. Hanya orang yang lemah yang bersembunyi di balik teman atau kerabatnya." Ucap Sawn sambil menepuk-nepuk pundak kecil Andre.
"Saya takut kak Raina akan mendapat masalah. Karna itu saya tidak ingin terlihat di depan anda." Ucap Andre sambil mengangkat kepalanya, memandangi wajah Sawn yang sedang tersenyum padanya.
"Kakak bukan orang yang jahat. Hanya saja kakak sangat suka mengganggu kakakmu, itu sebabnya..."
"Itu sebabnya kakak pura-pura marah, iya kan?" Tanya Andre dengan sikap polosnya. Anak-anak memang selalu bersikap polos dan jujur.
Sawn hanya bisa mengangguk mendengar ucapan Andre, karna memang itu kebenarannya. Selama ini ia selalu bersikap cuek, dan marah didepan Raina. Ia hanya mencoba menyembunyikan perasaannya, dari siapa? Ia sendiri tidak tahu.
Sawn tampak berpikir sejenak, ia baru menyadari. Ternyata sejak mengenal Raina, ia mulai bisa melupakan masa lalunya. Tidak ada lagi pikiran tentang Angel Sasmita.
Sawn memeluk Andre sambil tersenyum.
__ADS_1
"Terimakasi, berkatmu kakak bisa mengetahui apa yang kakak inginkan."
Raina keluar dari kamarnya bersama bi Sumi, ia berjalan sambil terburu-buru sampai tidak menyadari kakinya mengenai kaki meja.
"Hati-hati." Ucap Sawn sambil mengulurkan tangannya. Tentu saja Raina memicingkan matanya, sambil berkata T-I-D-A-K.
...***...
"Aku sudah bertemu dengan wakil dari perusahaan yang akan berkolaborasi di acara peluncuran merek baru kita." Ucap Robin sambil menyodorkan berkas yang harus di tanda tangani Sawn Praja Dinata.
"Hanya kau sahabat yang paling minim pengertian. Di saat Om dan Tante harus bahagia dengan pesta perayaan mereka, kau malah membuangku ketempat yang tidak bisa ku datangi." Keluh Robin sambil menghempaskan tubuhnya di sofa.
"Kau itu laki-laki jangan mengeluh seperti perempuan." Ledek Sawn sambil menandatangani berkas yang di berikan Robin.
Robin memonyongkan bibirnya sambil memandang kesal kearah Sawn yang mengabaikannya.
"Kau mau kemana?" Tanya Robin ketika melihat Sawn memakai jasnya.
"RAHASIA." Ucap Sawn tanpa menoleh kearah sahabatnya itu. Mendengar ucapan Sawn, Robin semakin jengkel.
Siang ini Sawn sengaja pergi sendiri. Ia tidak ingin mengajak siapa pun, termasuk Raina. Ia meninggalkan perusahaannya sambil tersenyum, ada kebahagiaan besar yang menyapa hatinya sampai ia sendiri tidak bisa berhenti bersenandung.
Sebelum ia benar-benar melakukan rencana besarnya, terlebih dahulu ia akan memastikan segala sesuatunya.
Sawn tersenyum lebar begitu mobilnya memasuki halaman sekolah bertarap Internasional, seorang security menyambutnya dengan senyuman. Begitu Sawn keluar dari mobilnya ia mencium aroma menyegarkan dari bunga-bunga yang tersusun rapi di taman sekolah yang tidak terlalu jauh dari tempatnya berdiri.
"Sudah lama sekali aku tidak merasakan ketenangan ini, karna kesibukan aku bahkan sampai lupa pada kebahagiaan." Lirih Sawn sambil berjalan menuju ruang Kepala Sekolah.
Waktu menunjukan pukul 12.19 ketika Sawn mengetuk pintu ruang kepala sekolah.
"Selamat siang pak Sawn, kenapa anda tidak memberi kabar? Seharusnya kami yang berkunjung ketempat pak Sawn. Meskipun begitu, ini merupakan kehormatan bagi kami di datangi oleh Donatur tetap sekolah ini." Ucap kepala sekolah berkumis itu.
Sejak Sawn menyelesaikan pendidikan doktornya di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika. Ia lebih sering menjadi donatur rahasia di berbagai sekolah tanpa terjun langsung di dunia pendidikan. Serta mengembangkan bisnisnya yang sudah berkembang pesat berkat kegigihannya.
"Saya kesini untuk menemui adik saya. Sekaligus untuk memberikan ini." Ucap Sawn sambil menyodorkan amplop berisi cek ratusan juta.
"Adik pak Sawn sekolah disini, siapa namanya?" Ucap kepala sekolah penasaran.
Sawn kelabakan karna tidak tahu nama adiknya Raina. Ia hanya bisa nyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal membuat kepala sekolah yang duduk di depannya memandang heran padanya.
"Dasar bodoh, seharusnya aku bertanya terlebih dahulu sebelum nekat datang kemari." Lirih Sawn mengutuki dirinya dalam hati.
"Namanya Andre." Ucap Sawn cepat begitu mengingat panggilan terakhir Raina untuk adiknya.
__ADS_1
"Andre? Wah, takdir apa yang kami punya sampai diberikan kehormatan adik pak Sawn yang Jenius bersekolah di tempat kami." Puji kepala sekolah sambil tersenyum.
"Dia sejenius itu?" Tanya Sawn dalam hatinya. lima menit kemudian Andre tiba di ruang kepala sekolah.
"Kak Sawn, kenapa kakak ada disini?" Ucap Andre heran. Sejak pertemuan pertama mereka, Sawn memang meminta Andre agar memanggilnya kakak.
"Aku akan menculikmu." Ucap Sawn mencandai Andre.
Sawn sengaja mendatangi sekolah Andre untuk menanyai segala hal tentang Raina. Menurutnya anak manis itu tidak akan berbohong. Sawn benar-benar akan mencari tahu semua hal tentang Raina agar ia tidak menyesal menjatuhkan pilihan pada gadis Yatim Piatu itu.
...***...
Setelah mendapat izin dari kepala sekolah membawa Andre pulang lebih awal, Sawn sengaja membawa anak manis itu menuju Restoran yang sengaja ia pesan.
Andre nampak bingung namun Sawn sengaja membiarkan anak malang itu bergelut dengan kebingungannya sendiri.
Setelah semua menu tersaji di meja makan Sawn langsung meminta Andre memakan apapun yang ia inginkan sepuasnya.
"Nanti kita akan mengobrol, tapi sebelum itu kau harus nenghabiskan makananmu." Ucap Sawn sambil meletakkan danging yang sudah ia potong-potong di piring Andre.
Setengah jam berlalu, dan Andre mulai terlihat santai.
"Apa kakak boleh bertanya?" Ucap Sawn memulai pembicaraan. Andre tampak mengangguk, sepertinya ia sangat menikmati ice cream coklatnya sampai tidak bisa menjawab pertanyaan Sawn.
Setelah mendapat lampu hijau dari bocah di depannya, Sawn mulai menyusun setiap hal yang akan ia tanyakan.
"Apa pendapatmu tentang kak Raina?" Ucap Sawn memulai pembicaraan. Andre tampak berpikir sejenak.
"Kak Raina? Dia orang yang sangat baik." Puji Andre sambil meletakkan gelas ice cream yang ia makan dimeja.
"Terkadang kakak sangat cerewet, dan dia tidak mudah berteman dengan siapapun. Kalo kakak sangat marah, ia akan tersenyum. Senyumnya itu mewakili hatinya yang sedang terluka.
Kak Raina selalu mengingatkan adik-adiknya, seorang mukmin harus bersikap baik bahkan jika hatinya terluka." Tutup Andre sambil memandangi wajah Sawn Praja Dinata.
"Kadang-kadang kakak sangat ceroboh sampai-sampai ia tidak tahu kapan ia terluka, kakak takut pada hujan, karna jika hujan ia akan menangis seperti orang kesurupan." Tutup Andre.
Mendengar penuturan Andre Sawn merasa nyakin hatinya tidak salah menentukan pilihan pada gadis Yatim Piatu itu.
Ternyata tidak terlalu sulit untuk menemukan karaktermu, Semenit Lebih Dekat dengan adikmu sudah cukup bagi hatiku untuk memilihmu.
Semoga Allah menjadikanmu pasanganku. Lirih Sawn sambil memandangi wajah tersenyum bocah di depannya.
Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian dia menjadikan kamu berpasangan laki-laki dan perempuan. (Qs.Al-Fatir-11).
__ADS_1
...***...