Mencintai Bodyguard Saleha

Mencintai Bodyguard Saleha
Makna Cinta


__ADS_3

Seperti biasa, setiap pagi Sawn dan Raina selalu menghabiskan waktu mereka dengan cara melakukan hal sederhana. Melaksanakan shalat subuh berjama'ah yang di imami Sawn Praja Dinata, kemudian membaca Al-Quran sembari melatih bacaan dan hafalan Sawn yang di bimbing langsung oleh Raina yang sudah Hafiz Qur'an tiga puluh Juz.


Dari Abu Umamah RA, berkata" Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Bacalah Al-Qur'an! Karena sesungguhnya Al-Qur'an itu akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya (yang berpegang pada petunjuk-petunjuknya).


Itu alasan kuat yang selalu Raina pegang untuk menjadikan rumah tangganya dengan Sawn bercahaya dengan cahaya Al-Qur'an. Sama-sama belajar dan saling mengingatkan dalam kebaikan.


Setelah menyelesaikan aktivitas subuhnya, joging selalu menjadi andalan dua anak manusia yang saling jatuh cinta untuk mendekatkan dirinya.


Taman komplek menjadi andalan Sawn ketika mengajak Raina joging sebelum ia berangkat ke kantor. Suasana taman pagi ini tidak terlalu ramai, beberapa pasang muda mudi sedang asyik menikmati pagi mereka dengan cara bersepeda. Dan di sudut yang tidak terlalu jauh dari tempat Sawn dan Raina, duduk sepasang suami istri yang kecantikan dan ketampanan-nya telah memudar di makan usia senja.


Mereka saling menautkan jemari, dan sesekali saling melempar senyuman manja, sejujurnya melihat pasangan kakek dan nenek itu membuat Sawn tersenyum bahagia, jauh di dalam hatinya ia juga mengharapkan hal yang sama. Menghabiskan waktunya dengan Raina dalam suka dan duka.


"Kamu tidak cemburu?" Sawn menggoda Raina sambil menyodorkan sebotol air mineral yang sudah ia buka tutupnya.


"Cemburu? Pada siapa?" Jawab Raina pelan sambil menatap Sawn dengan tatapan penuh cinta.


Sawn dan Raina, mereka berdua memilih duduk di atas bangku taman. Wajah mereka memberitahukan kalau mereka berdua sangat bahagia dan sangat di berkati.


"Kau lihat pasangan itu?" Sawn menunjuk kearah sepasang suami istri yang sejak tadi mencuri perhatiannya.


"Aku bangga padanya! Mereka saling mencintai bahkan di usia senja." Ucap Sawn lagi sembari memperhatikan raut wajah Raina yang masih memandang pasangan yang di maksutnya dengan tatapan takjub. Terukir senyuman indah di wajah cantik bak purnama milik Raina.


"Aku cemburu padanya! Aku berharap bisa mencintaimu melebihi cinta siapa pun yang ada di dunia ini."


"Aku akan selalu bersikap baik padamu. Jadi kau tidak perlu cemburu pada siapa pun." Balas Raina sambil mencubit hidung Sawn di tengah percakapan mereka.

__ADS_1


"Justru aku sedikit cemburu pada wanita yang menjadi cinta pertamamu! Aku yakin kau tidak bisa pokus belajar selama di Universitas karena cinta pertamamu duduk di depanmu." Goda Raina sambil berpura-pura menunjukan wajah juteknya.


"Cinta pertama? Ahh iya... Aku ingat. Yang kau maksut gadis yang ku ceritakan saat acara lamaran, bukan? Itu hanya masa lalu. Dan kau masa depan ku! Tak perduli ribuan gadis cantik datang menggoda, bagi ku, kau tetap yang pertama dan untuk selama-lamanya. Kau akan tetap manjadi Bidadari Surgaku!" Tutup Sawn penuh keyakinan sambil membersihkan sudut bibir Raina yang menyisakan noda coklat dengan jari telunjuknya.


"Apa sebaiknya kita pulang sekarang? Sudah waktunya kau bersiap dan berangkat kekantor?"


Bukannya menjawab pertanyaan Raina, Sawn malah menarik diri dan tidur di atas paha istrinya. Ia menutup mata sambil berusaha menikmati kedamaian yang menelusup masuk membelai lembut hatinya.


Raina terlihat heran dengan tingkah kekanak-kanakan sawn, namun ia lebih memilih untuk diam sembari memperhatikan wajah tampan milik suaminya. Kulit wajah itu sehalus kulit bayi, alis hitam yang saling bertautan, mata bening sebening embun di pagi hari, wajah nyaris sempurna dengan hidung bangir yang menempel di tengahnya.


Pelan Raina mengusap wajah Sawn dengan jemari lentiknya, di mulai dari dahi kemudian pelan memutar dari pipi kanan sampai ke-pipi kiri, kemudian berlanjut menuju bibir tipis merah muda alami milik Sawn Praja Dinata, dan berakhir di hidung bangir milik suaminya.


Raina tersenyum sembari mengangumi keindahan ciptaan Tuhan yang berwujut dalam diri pria yang sudah menjadi suaminya itu, ketika Raina akan menjauhkan tangannya dari hidung bangir milik suaminya. Dengan cepat Sawn menarik tangan Raina, membuka netranya dengan pelan kemudian mencium punggung tangan Raina dengan penuh kebanggaan.


"Ada apa?"


"Ti-da-k apa-apa!" Balas Raina seadanya.


"Aku mencium tangan istriku. Siapa yang berani memarahiku?" Tanya Sawn cepat karena melihat Raina terkejut.


Raina menatap Sawn mesra, kemudian mencium bibirnya untuk sesaat saja. Sawn yang mendapat perlakuan manis merasa malu di buatnya. Seketika Raina melihat sekeliling taman, untungnya tidak ada orang disana.


"Ada apa?" Raina balas bertanya pada Sawn yang saat ini menatapnya.


"Tidak apa-apa!"

__ADS_1


"Aku heran, kenapa istri saliha ku bermain-main dengan jemarinya di wajahku. Giliran aku mencium tangannya dia malah membalas mencium bibirku dengan ekspresi penuh kebahagiaan!" Sambung Sawn lagi.


"Aku mengagumi ciptaan sempurna Tuhan ku. Mata ini sangat indah, wajah ini sangat tampan, hidung mancung, bibir tipis, dan alis yang saling bertautan! Semuanya sangat sempurna, dan pria yang nyaris sempurna itu sekarang ada disisi ku, sebagai pendamping hidupku.


Aku merasa bahagia, untuk sesaat aku teringat Kalam Ilahi, Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Sungguh, tidak ada hal yang membuat ku merasa kecewa. Dan tidak ada hal yang membuatku mendustakan Tuhan ku, entah itu suka ataupun duka, Insya Allah akan ku jalani dengan ketegaran. Allah sangat baik padaku, Allah memberikan segalanya padaku sampai aku merasa malu padanya di sebabkan dosa-dosaku melebihi buih di lautan!" Ujar Raina dengan mata berkaca-kaca.


"Kau tidak tahu betapa besar rasa syukur ku kepada Allah atas hadirnya dirimu dalam kehidupanku!


Wanita dinikahi karena empat hal, karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Namun dari empat itu paling utama yang harus jadi perhatian adalah masalah agamanya. Jika agama seorang istri itu baik maka suaminya akan selamat.


Aku pun sama, aku memilih bodyguard salehaku untuk menjaga hatiku, agar aku selamat dari nafsu burukku. Aku tidak salah dalam melabuhkan cinta pada mu. Rahmat Allah selalu menyertaiku, dengan bimbingannya kau hadir dalam hidup ku." Balas Sawn sembari mengingat kembali awal pertemuannya dengan Raina. Ia tersenyum kemudian pelan meraih jemari Raina.


"Cinta dapat di umpamakan seperti pohon, tiap hari harus disiram dan di beri pupuk kesetiaan dan pengertian


Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan, cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.


Cinta bukan melemahkan hati, bukan menimbulkan putus asa, bukan membawa tangis sedu sedan. Tapi cinta menghidupkan pengharapan, menguatkan hati dalam perjuangan menempuh penghidupan.


Apa pun yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga kita kedepannya, jangan pernah berubah. Tetap cintai aku seperti kau mencintaiku saat ini. Doa kan aku agar selalu menjadi istri saleha mu sehingga kebersamaan kita tidak hanya di dunia, namun sampai ke Surga yang dirindukan setiap hamba." Ucap Raina panjang kali lebar, setiap kata yang di ucapkannya berhasil membuat Sawn semakin jatuh cinta padanya.


Tatapan mereka saling beradu, kediaman mereka menjelaskan betapa mereka saling mencintai karena Allah.


Tanpa terasa waktu berjalan sangat cepat, Sawn bangun dari paha Raina kemudian mereka beranjak meninggalkan taman dengan segala keindahannya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2