Mencintai Bodyguard Saleha

Mencintai Bodyguard Saleha
Senandung Cinta (Sawn)


__ADS_3

Syahidallahu annahu la ilaha illa huwa wal-mala ikatu wa ulul-ilmi qa imam bil qist, la ilaha illa huwal-'azizul hakim.


Allah menyatakan bahwa tidak ada Tuhan selain dia, (Demikian pula) para Malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada Tuhan selain Dia, yang Mahaperkasa Mahabijaksana. (Qs.Al-'mran:18)


Raina keluar dari pusat perbelanjaan menuju parkiran sembari mengulangi hafalan Qurannya. Langkah kakinya terhenti ketika seseorang dengan keras menarik lengannya.


Aaauu! Raina meringis kesakitan, pelan ia berbalik dan menatap orang tidak sopan yang berani menghentikan jalannya.


Bukankah tadi di dalam wanita ini sedang asyik berfoto sambil mengumbar senyuman, lalu untuk apa dia mengikuti ku sampai parkiran? Apa dia berjanji untuk bertemu dengan pak Sawn? Jika itu benar dia tidak perlu sekasar itu, lenganku rasanya seperti terkena minyak panas, ini sangat perih. Lirih Raina dalam hatinya, ia mencoba tersenyum ramah walaupun sebenarnya ia sedikit kesal.


"Nona Angel, anda disini? Ah iya, apa anda akan bertemu dengan pak Sawn? Sayangnya beliau masih di dalam, jika anda mau anda bisa menghubungi ponselnya." Ucap Raina ramah.


"Tutup mulut mu! Mendengar suaramu membuat ku kesal." Balas Angel dengan tatapan tajam.


"Apa kamu tidak punya pekerjaan? Kenapa di antara semua orang kau yang terpilih menjadi pengawalnya, melihat wajahmu membuat darah ku mendidih. Rasanya aku ingin mematahkan tulang mu." Ucap Angel lagi, kali ini ia maju dua langkah, dan mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya di dada Raina.


Raina menepis tangan Angel sembari mundur dua langkah, tak jauh dari tempat dua gadis anggun itu beradu argumen, berdiri Sawn sambil melipat kedua lengan di depan dadanya. Ia memilih untuk tidak terlibat dalam pertengkaran wanita, ia hanya ingin tahu apa yang akan di lakukan dua wanita itu selanjutnya, apakah mereka akan saling menarik rambut seperti yang ada dalam Drama Indonesia, atau justru Raina akan mematahkan lengan Angel, Sawn masih menunggu kelanjutannya tanpa berucap sepatah kata pun.


"Apa anda tidak waras? Jika anda memiliki masalah dengan pak Sawn, anda tidak perlu mengejar ku seperti ini. Melihat tingkah anda, aku bisa mengerti kenapa hubungan anda bermasalah dengan pak Sawn." Balas Raina masih dengan sikap biasa-biasa saja.


Raina berbalik, berjalan pelan menuju mobil, sayangnya itu tidak mudah. Lagi-lagi Angel menarik lengannya, mendorong Raina keras sampai membentur mobil. Melihat tingkah Angel, Sawn mulai geram, ia berjalan pelan kearah dua gadis itu. Langkah kakinya terhenti begitu melihat tatapan tajam dan kekesalan Raina yang bercampur menjadi satu.


"Selama ini aku sudah cukup bersabar dengan tingkah konyol mu, kesabaranku mulai terkikis habis. Apa yang kau inginkan, katakan?" Ucap Raina tegas.

__ADS_1


"Ternyata Singa betina itu masih bisa bersabar setelah apa yang di lakukan Angel padanya. Lumayan. Aku suka itu." Ucap Sawn dengan sedikit senyuman di wajah tampannya.


"Gara-gara kamu Sawn menjauh dari ku. Kamu adalah sumber kesialanku. Kenapa kamu tidak menghilang saja." Angel berteriak sambil menunjuk ke arah wajah Raina, lagi-lagi wanita cantik itu menatap dengan tatapan tajamnya, baru kali ini Sawn melihat sisi menakutkan seorang Angel Sasmita. Dan itu membuatnya merinding.


"Yang membuat anda tidak aman adalah diri anda sendiri. Sekalipun aku tidak pernah mengusik kehidupan damai anda. Apa anda tahu pak Sawn memanggil ku apa jika kami sedang berdua?" Raina menghentikan ucapannya sembari menatap wajah kesal Angel.


"Beliau memanggil ku Singa Betina! Jika aku Singa Betina maka anda Serigala berbulu Domba." Kali ini Raina balas menunjuk Angel dan menatapnya dengan tatapan yang sama, kesal sekaligus amarah bercampur menjadi satu.


Suasana parkiran nampak legang, hanya puluhan ribu mobil dengan merek terkenal saja yang menyaksikan berdebatan dua wanita cantik itu. Di tempat yang tidak terlalu jauh, Sawn menatap kagum pada sosok Raina. Sekarang ia bisa menonton pertunjukan yang tersaji di depannya dengan perasaan tenang, karena ia tahu Bodyguard kesayangannya tidak mungkin kalah dari sosok garang Angel Sasmita.


"Apa kamu sudah cukup dengan omong kosong mu? Dengar, aku bukan orang yang mudah. Kamu telah mengusik kesenangan ku, maka lihat apa yang bisa ku lakukan untuk membalas mu." Timpal Angel, kali ini ia benar-benar muak dengan wanita yang berdiri di hadapannya. Membayangkan Sawn bersama wanita lain membuat Angel semakin naik pitam, apalagi wanita yang menjadi saingannya berada di bawah setandarnya, kucel, kampungan, miskin, setidak nya itu yang ada dalam benaknya.


"Aku bisa memberikan mu uang sebanyak yang kamu inginkan, kamu hanya perlu meninggalkan Sawn ku sendirian." Ucap Angel lagi, kali ini dengan nada suara lembutnya.


"Hahaha... Harga diri? Omong kosong! Perempuan miskin seperti mu tidak punya harga diri. Kau bicara soal harga diri di depan ku, dasar payah." Angel masih terkekeh.


Sementara itu, Sawn hanya bisa memandang dengan tatapan heran, ia benar-benar merinding melihat tingkah laku Angel yang selalu luput dari pandangannya, ternyata benar kata orang, bukan cinta yang buta, tapi orang yang jatuh cintalah yang buta.


Tidak bisa memandang keburukan dari pasangannya benar-benar musibah yang akan menghantarnya menuju penderitaan tanpa batas.


"Apa anda punya Rumah?" Tanya Raina dengan senyum sinis karena kesal.


"Tentu saja." Jawab Angel penuh kemenangan.

__ADS_1


"Apa anda punya Mobil?"


"Tentu saja! Memang kamu, kemana-mana pakai angkot." Jawab Angel lagi.


"Apa anda punya tabungan?" Lagi-lagi Raina bertanya pada Angel yang saat ini merasa di atas awan karena mempunyai segala hal yang di tanyakan Raina.


Apa dia akan meminta sumbangan? Bodoh! Kenapa dia harus bertanya itu padanya, tentu saja Angel memilikinya. Apa dia tidak punya pertanyaan lain? Lirih Sawn tak sabar mendengar jawaban ketus Raina.


"Aku juga punya mobil. Rumah. Dan juga tabungan. Cinta ku adalah Rumahku. Kasih sayang adalah mobil ku. Dan Kesucian adalah tabungan ku. Kesucian yang akan selalu terjaga sampai Tuhan menakdirkan pasangan terbaik dari sisinya. Jangan pernah meragukan karakterku, apa lagi sampai beranggapan aku akan menjual harga diri demi uang. Aku suka uang, tapi aku tidak serendah itu sampai harus mengabaikan batasan yang Tuhan perintahkan. Jika tidak ada lagi, apa aku bisa pergi?"


Angel berdiri mematung, tidak ada lagi yang bisa ia katakan. Ia mengepalkan tangannya semakin marah pada sosok Raina.


Sementara Sawn, ia tersenyum penuh kemenangan mendengar jawaban Raina.


Cinta ku adalah rumah ku. Kasih sayang adalah mobil ku. Kesucian ku adalah tabungan ku. Tidak buruk! Lirih Sawn sembari memandang Angel yang menjauh dari Raina. Wajah cantik itu terlihat kesal, meskipun begitu Sawn sangat bahagia karena ia merasa tidak salah melabuhkan hatinya pada Bodyguard salehanya.


Raina Oh Raina...


Nama mu terdengar sangat merdu.


Mencintai dan memilih mu adalah keputusan terbaik yang pernah ku lakukan. Akan kah Tuhan merestui Rasa ini? Kan ku pinta dirimu dalam sujut panjang ku...


...***...

__ADS_1


__ADS_2