Mencintai Bodyguard Saleha

Mencintai Bodyguard Saleha
Rahasia (Part1)


__ADS_3

Sawn memilih untuk duduk di kursi penumpang. Sementara Raina, ia yang menyetir mobil dengan kecepat sedang.


Sekali pun Sawn tidak pernah melepaskan pandangannya dari Raina, sungguh mendengar percakapan gadis itu dengan Angel Sasmita membuat Sawn semakin yakin akan perasaan nya.


Apa kabar si kulit pucat itu? Dua hari ini aku merasa aman karena nya, untunglah dia tidak datang menemui Raina ku. Lirih Sawn pelan, ia masih tidak bisa melepas pandangannya dari wajah Raina, padahal ia hanya melihat wajah bagian kirinya saja.


Seharusnya aku duduk di depan! Dengan begitu aku bisa menguliti setiap inci wajah ayu nya. Aku sangat merindukannya, padahal ia berada di dekat ku. Rasa cinta dan rindu ini mengalir deras memenuhi hati ku bagai koffe yang menjadi canduku. Lirih Sawn lagi.


Kali ini ia tersentak karena mobil yang di kendarai Raina melewati polisi tidur, buyar sudah lamunan indahnya dalam sepersekian detik kemudian.


"Apa kamu tidak bisa menyetir dengan benar? Kau membuat ku hampir tersungkur."


"Maaf pak, saya tidak sengaja."


"Kita akan ke Restorant, jadi jangan pulang ke rumah. Katakan pada bi Sumi kita akan telat pulang." Ucap Sawn sambil matanya memandang keluar kaca mobil.


Ada ketenangan yang mengalir deras menelusup masuk ke dalam hati terdalam Sawn Praja Dinata, sebelumnya ia tidak pernah merasakan hal yang akan membuatnya diam-diam tersenyum. Sesekali ia kembali melirik ke kursi kemudi, ia memandang Raina dengan tatapan terharu sekaligus bahagia. Jauh dari wanita itu membuatnya sesak.


"Huhhhh! Bagaimana jika kontrak satu tahunnya berakhir, dia tidak akan tinggal di rumahku lagi! Lalu bagaimana aku akan melihatnya." Ucap Sawn pelan.


"Apa Anda baik-baik saja? Anda terdengar sangat lelah, jika anda mau anda bisa istirahat. Saya akan membangunkan anda begitu kita sampai di Restaurant." Ucap Raina sepontan, tidak ada jawaban dari Sawn, meskipun begitu Sawn tetap mengikuti saran Raina.


Kau ada dalam hatiku, mimpi ku, dan pikiran ku. Satu-satunya keinginan ku hanya bersama mu. Aku kehilangan hati ku untuk mu. Aku tidak perduli apa yang di katakan dunia, karena aku mencintai mu dengan tulus. Lirih Sawn dalam hatinya, sebelum akhirnya ia terlelap dalam tidur panjangnya.


...***...


"Mbak yu... Ada yang ingin ku kata kan?" Ucap bu Romlah sembari berjalan mendekati bu Rahayu yang masih sibuk merapikan dan menyirami taman bunga di halaman depan.


"Katakan, apa yang ingin kau katakan?"

__ADS_1


"Mbak yu, kemarin sepasang suami istri datang berkunjung. Mereka menanyakan tentang Andre. Awalnya aku berpikir mereka hanya tersesat, karena itu aku mempersilahkan mereka masuk. Aku tidak tahu kalau mereka sengaja datang kemari dan berniat mengadopsi Andre kita." Ucap bu Romlah sedih, air mata mulai menetes dari sudut matanya.


"A-P-A? Aku tidak akan pernah mengizinkan anak ku di ambil oleh siapa pun. Berani sekali orang itu datang kemari dan berpikir ingin mengambil putra ku. Aku tidak akan pernah mengizinkan itu terjadi sampai aku tiada." Bu Rahayu sangat marah sampai dadanya terasa sesak.


"Mbak yu... Kenapa mbak yu sangat kesal. Duduklah, aku akan mengambil air untuk mbak yu." Bu Romlah panik melihat bu Rahayu hampir saja terjatuh, ia segera berlari kedalam rumah dan mengambil segelas air.


Bu Rahayu masih menagis ketika bu Romlah tiba dengan membawa segelas air di tangannya.


"Mbak yu... Mbak yu harus tenang. Jangan sampai mbak yu sakit, aku juga tidak akan membiarkan siapa pun mengambil anak-anak kita. Hikk...Hikk." Bu Romlah menangis ketakutan melihat bu Rahayu semakin lemah, sepersekian detik kemudian tubuh separuh baya itu mulai tak sadarkan diri, rasa takut kehilangan anak-anaknya membuat bu Rahayu hilang kendali. Ia tidak ingin membiarkan anak-anaknya di adopsi oleh siapa pun kemudian berakhir seperti nasip masa kecil Raina di siksa sampai hampir tiada, membayangkan itu saja membuat bu Rahayu sesak hampir tiada.


...***...


"Hhmmm! Apa yang harus ku lakukan padanya? Ia terlelap, haruskah aku membangunkannya?" Ucap Raina pelan sambil memandangi wajah terlelap Sawn Praja Dinata.


Allahu Akbar...


Allahu Akbar...


"Sebaiknya aku sholat magrib terlebih dahulu, setelah itu aku akan membangunkannya."Ucap Raina pelan kemudian membuka pintu mobil dan menutupnya pelan.


Ketika Raina memasuki Restaurant mencari mushalla, sebuah Mobil Silver memasuki area parkir dan berhenti tepat di sisi kiri mobil Sawn. Dua wanita Anggun keluar dari dalamnya, salah satunya menggunakan gamis Maroon yang di padu padankan dengan jilbab senada.


"Apa yang harus ku lakukan mbak? Sepertinya aku tidak akan bisa mendapatkan putra ku kembali." Ucap seorang wanita yang keluar dari mobil Silver. Ia terlihat anggun dengan gaun biru selutut. Rambutnya ia biarkan tergerai indah sebahu.


"Mbak Hanum, bukankah itu mobil Sawn?" Ucapnya lagi.


"Apa? Tidak mung..." Ucapan bu Hanum tertahan di tenggorokannya begitu melihat mobil yang terparkir di sebelahnya.


"Kau benar." Ucap bu Hanum sambil mengetuk kaca mobil.

__ADS_1


Bu Hanum keheranan melihat putranya tidur di mobil. Sementara itu, Sawn keluar dari dalam mobil sambil mengucak kedua mata dengan tangannya.


"Ma. Apa yang mama lakukan di sini? Tante Alya, tante juga bersama mama?" Sawn bertanya dengan suara khas bangun tidur.


"Alya meminta bertemu, apa yang kau lakukan disini? Apa kau sendiri?" Tanya bu Hanum sambil menepuk lengan Sawn.


"Aku datang bersama Raina, aku tidak tahu di mana singa betina itu." Ucap Sawn lirih.


"Singa betina? Tidak buruk." Ucap bu Alya sambil tersenyum kemudian mempersilahkan masuk kedalam Restaurant karena ia sangat lapar.


"Mbak, apa yang harus ku lakukan jika orang-orang itu tidak membiarkan ku mengambil putra ku?" Ucap bu Alya memulai pembicaraan begitu mereka berada di dalam Restaurant.


"Putra? Maksut tante, tante punya seorang putra dan aku tidak tahu itu?" Tanya Sawn terkejut.


"Tante minta maaf Sawn! Baru-baru ini aku menemukan keberadaan putra ku. Aku sudah menemui orang yang mengasuhnya, wanita itu bilang tidak bisa memberikan putra ku tanpa ada izin dari kakaknya." Bu Alya terlihat khawatir.


"Tante tidak perlu khawatir, akan ku pastikan anak itu kembali padamu bagaimana pun caranya." Mendengar ucapan Sawn bu Alya mulai tenang, rasanya ke khawatirannya menguap begitu saja.


Sementara itu di luar, Raina mulai mencari keberadaan Sawn. Netranya menoleh ke kanan dan kiri namun ia tidak bisa menemukan sosok yang dicarinya, tanpa berucap sepatah katapun Raina kembali menuju mobil dan menunggu di dalamnya.


Entah kenapa ada perasaan aneh yang menelusup masuk ke dalam hati terdalam Raina, seolah hal buruk akan terjadi pada keluarganya. Perasaan aneh ini pernah ia alami sebelumnya ketika Chen lelaki yang sangat ia sayangi itu meninggalkan dunia ini.


Aku tidak akan mengatakan masalah ku besar, karena aku tahu Allah lah yang maha besar. Aku sangat khawatir, meskipun begitu aku yakin Tuhan ku tidak akan mengujiku melebihi batas kemampuan ku.


Allah...


Jaga keluarga ku. Lirih Raina pelan sambil menarik nafas panjang kemudian pelan menghembuskannya kasar.


...***...

__ADS_1


__ADS_2