
Baginya Ariel itu adalah sebuah teka-teki yang cukup mampu membuatnya kebingungan dan menguras otak dan tenaganya untuk berpikir.
"Apa maksudnya Paman berkata seperti itu dan apa hubungannya dengan Mama?" Batinnya Ariel yang penuh tanda tanya.
Raut wajah kebingungan dan keheranan diperlihatkannya. Dia tidak tahu apa maksud dari ucapan pamannya itu.
"Santai saja Nak, jangan jadikan beban dan diambil hati perkataan Paman, dan apa yang akan paman katakan padamu nanti, Paman hanya berharap jangan pernah berubah sedikitpun sikapnya kamu pada mamamu," tuturnya Pak Rusdianto.
Baginya Aril perkataannya itu adalah sebuah teka-teki yang cukup mampu membuatnya kebingungan, "Apa maksudnya Paman berkata seperti itu dan apa hubungannya dengan Mama?" Batinnya Ariel Permana.
"Paman akan cerita secara keseluruhan agar tidak ada kesalahpahaman dan salah duga yang berakibat fatal nantinya," timpal Pak Rusdianto yang kembali menjelaskan maksud dari perkataannya.
__ADS_1
Ariel tak mampu berucap sepatah katapun dia hanya duduk terdiam dan bersiap untuk mendengarkan penjelasan dari lamannya itu. Pak Rusdianto mulai bercerita tentang kehidupan papanya masih muda dan pernikahan pertamanya hingga datangnya Nyonya Dwi ke dalam kehidupan papanya Pak Permana.
Pak Rusdianto menjelaskan semuanya secara detail dan rinci. Dia tidak ingin Aril salah paham yang berakibat tidak baik kedepannya. Ariel tidak mampu dan tidak kuasa mendengar perkataan dari Pak Ruslan hingga kenyataan itu mampu membuat hatinya gentar, sedih,kecewa dan marah bercampur menjadi satu bagian utuh di dalam hatinya.
"Itu tidak mungkin!!! Paman, aku yakin Paman ada kesalahan di di sini?" Tanyanya yang tidak percaya dengan penuturan Pak Rusdianto baru saja.
Saking tidak percayanya dia langsung berdiri dari tempat duduknya. Dia tidak habis fikir ternyata kenyataan itu sangat memilukan buatnya, "Paman pasti bohong, ini pasti hanya akal-akalan paman saja yang ngeprank Aril kan Paman, aku yakin itu ini hanya sekedar candaan saja?" Tanyanya yang mulai menunjukkan reaksi yang tidak baik.
Pak Rusdianto menatap ke arah Aril, "Maafkan Paman tapi itulah kenyataannya Nak, kalau kamu bukanlah anak kandung Tuan Besar Permana Sing Antonio," terangnya Pak Rusdianto.
"Dimana suami kamu Van?" Tanyanya yang memeriksa kondisi Baby Angkasa dan Baby Samudera.
__ADS_1
Vanessa menolehkan wajahnya ke arah Ibu mertuanya, "Mas Ariel sepertinya ada di depan Nek, kalau tidak salah dengar katanya sih sudah banyak tamu yang datang relasi bisnisnya yang ada di Amerika Serikat," terang Vanesa yang menyusui putra pertamanya.
Ariel menatap tajam ke arah Pak Rusdianto, "Jadi maksudnya paman! aku hanya anak angkat saja dan saya sama sekali tidak memiliki hubungan dengan Keluarga besar Permana sedikit pun dan tanpa ada ikatan darah apa pun dengan Papa?" Tanyanya lagi dengan wajahnya yang sudah berubah sendu.
Pak Rusdianto sangat prihatin dan terharu serta sedih melihat kondisi dari Ariel yang berubah drastis, tapi kebenaran tetap harus diungkap dan diceritakan semuanya sebelum terlambat. Tidak ada juga gunanya menyimpan rapat kebenaran ini yang suatu saat bisa berubah menjadi Boomerang untuk kehidupan pernikahannya Ariel kedepannya.
"Karena itu lah Paman buat dua arsip berkas hibah warisan kamu yang sudah Paman atur dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, agar tidak ada lagi pihak yang memperebutkan atau pun memanfaatkan keadaan semua ini," ujarnya Pak Rusdianto dengan tegasnya.
Ariel melirik sekilas ke arah Pak Ruslan Burhani yang masih setia duduk di atas kursi kebesarannya,"Jadi siapa sebenarnya yang berhak atas seluruh hartanya Papa, Paman?" Tanyanya Ariel yang ada beberapa tetes air mata yang sudah mengalir membasahi pipinya.
Raut wajahnya Ariel setiap saat berubah sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Pak Rusdi selaku pengacara keluarga besarnya.
__ADS_1
"Kalau masalah itu, maafkan Paman yang belum msmpuy untuk mengetahui dan melacak keberadaannya hingga saat ini, Paman belum mengetahuinya siapa anaknya karena ada seseorang yang memanipulasi dan mengatur semuanya hingga satu orang pun mengetahui kenyataan yang ada, hanya Tuan Besar saja yang mengetahui itu, tapi Paman sudah mencarinya hingga detik ini belum menuai titik terang pencarian Paman dengan berbagai cara," jelasnya Pak Rusdianto dengan panjang lebar.
"Jadi apa anak asli dan kandungnya Papa satu-satunya masih hidup sampai sekarang hanya saja identitas dan jati dirinya tidak diketahui sedikit pun dan oleh siapa?" Tanyanya Ariel yang mulai kepo dan sangat penasaran dengan hal tersebut.