Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 103


__ADS_3

Aril melihat hal tersebut berusaha mencoba untuk menghindari mobil sedan Corolla Altis itu dengan membanting setirnya ke kanan, tapi naas ternyata mobil dengan ukuran yang lebih besar menabraknya dengan kecepatan sangat kencang hingga tabrakan pun tak terelakkan lagi.


Ariel melototkan matanya melihat ada mobil yang berjalan dengan kecepatan yang cukup tinggi menuju ke arahnya, "Aaaahhhh Vanesaa!!" Pekiknya sebelum mobilnya terbalik beberapa kali.


Mobil dengan tipe Alphard Vellfire itu terguling-guling beberapa kali hingga menabrak pembatas jalan. Sedangkan mobil sedan hitam yang hampir menabraknya tadi hanya berhenti sesaat lalu kembali mengemudikan mobilnya dan melanjutkan perjalanannya kembali menuju tujuannya.


Badan mobil itu ringsek hingga dan hancur tidak terbentuk lagi. Mobil truk yang menabraknya pun, lajunya tak bisa terkendali hingga menabrak mobilnya Sakti yang sudah hancur itu hingga semakin memperparah kondisi dari mobilnya Ariel.


Beberapa orang yang menjadi saksi mata dari kejadian itu. Mereka segera menghubungi nomor telpon Polisi dan rumah sakit untuk segera mengirimkan ambulans ke lokasi kejadian kecelakaan beruntun tersebut.

__ADS_1


Suasana jalan di sekitar tempat kejadian itu menjadi ramai dan macet. Karena ternyata tidak hanya mobilnya yang ikut jadi korban tapi, ada beberapa pengendara motor yang ikut menjadi korban kecelakaan maut tersebut. Suara sirine dari ambulans dan mobil polisi menambah kebisingan suasana saat itu. Hingga memekakkan telinga dari pengguna jalan raya tersebut.


Beberapa orang yang menjadi saksi mata dari kejadian itu segera menghubungi nomor telpon Polisi dan rumah sakit, bertujuan agar untuk segera mengirimkan ambulans ke lokasi kejadian kecelakaan beruntun tersebut.


Suasana jalan di sekitar tempat kejadian itu menjadi ramai dan macet. Karena ternyata tidak hanya mobilnya yang ikut jadi korban tapi, ada beberapa pengendara motor yang ikut menjadi korban kecelakaan maut tersebut.


"Semoga saja setelah Aril mengetahui kebenarannya jika dia hanya cucu angkat saja di dalam keluarga besar Permana dan anak kandungnya sebenarnya hingga detik ini belum ditemukan karena kepintaran dan kelicikan Nyonya Dwi yang menyembunyikannya bahkan apa dia masih hidup atau sudah meninggal pun Tuan Besar belum diketahui hingga detik ini," gumamnya Pak Rusdianto selaku salah satu tim pengacara keluarga besar Permana.


Karena itu lah tuan Permana membuat surat wasiat yang mengatakan jika Aril tidak memiliki keturunan maka sebagian aset kekayaan Permana diserahkan dan dihibahkan ke anak panti asuhan dan kaum duafa dan sisanya untuk keturunannya anak cucunya.

__ADS_1


Tuan Permana sudah mengetahui penyakit yang diderita oleh Aril. Karena itu lah beliau memilih Ariel untuk menjadi cucu angkatnya dan hartanya sebagian tidak terganggu sampai keturunan aslinya ditemukan dalam batas waktu yang tidak ditentukan.


"Semoga saja anak buahku secepatnya menemukan keberadaan dari anaknya Tuan Besar Permana," batinnya Pak Rusdianto yang sangat menaruh harapan besar kepada pencariannya kali ini.


Sejak Tuan Permana mengetahui jika dirinya ternyata tidak mandul dan memiliki anak dari istri pertamanya yaitu ada di kampung dia segera memerintahkan untuk mencarinya, tapi apa daya usaha yang dilakukannya terlambat karena rahasia tersebut bocor hingga ke telinga Nyonya Dwi yang langsung bergerak cepat untuk berencana membunuh istri pertamanya serta anak tunggalnya Pak Permana.


Hahahaha,"rencana kita berhasil dan aku sangat tidak menyangka jika semuanya berjalan sukses dan semudah itu," terangnya sambil menyesap minuman berwarnanya dengan kandungan alkohol yang cukup tinggi itu.


"Kamu sangat pintar sayang, kita akhirnya jadi konglomerat hingga tujuh turunan!" sahutnya dengan sesekali mengelus punggung polos dari kekasihnya itu.

__ADS_1


Malam itu mereka merayakan kemenangan sekaligus keberhasilan untuk merebut semua harta yang sudah lama mereka impikan. Tawa bahagia kegirangan mereka menggema di seluruh penjuru dan pojok ruangan yang berukuran 6x8 meter itu.


Tawa bahagia menggema keseluruh ruahano, mereka berpesta pora merayakan rencana mereka yang hampir berhasil sempurna.


__ADS_2