Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 6


__ADS_3

"Kalau seperti itu kejadiannya, aku hanya bisa bersabar dan banyak berdoa untuk keselamatan putraku Angkasa, moga saja Nyonya Dwi menjaga Angkasa setulus hatinya," harap Vanessa yang menundukkan kepalanya dan berusaha untuk menahan tangisnya.


Dia tidak ingin Angkasa ikut terpengaruh dengan kesedihan, kegalauan dan kegundahan hatinya yang harus berpisah jauh dari anak keduanya itu. Angkasa berjalan ke arah Maminya lalu memeluk tubuh Vanesssa dengan erat dan penuh kasih sayang.


"Mami jangan nangis lagi, saya akan cari aku kalau nanti Angkasa sudah besar," bujuk putra sulungnya itu di depan perempuannya yang telah berjasa melahirkannya kedunia ini.


Audrey Vanessa berusaha untuk tersenyum walaupun hatinya sangat hancur dan kacau balau. Bagaikan tertusuk ribuan jarum yang langsung mengenai hati dan jantungnya. Ia sedih, kecewa, sakit hati dan kehilangan rasa itu bercampur satu dalam bagian di dalam hatinya.


"Aku harus bisa tegar dan kuat menghadapi semua ini, karena aku yakin Allah SWT selalu bersama orang yang selalu bersabar dan tak pernah putus asa," batinnya Vanesaa lalu diam-diam menyeka air matanya karena tidak ingin ada yang melihat air matanya itu.


Tidak ada satu pun orang yang hidup di dunia ini yang menginginkan kejelekan di dalam hidupnya. Tapi, semua itu tergantung takdir yang sangat berperang penting. Manusia hanya bisa berencana, berikhtiar, berdoa serta tawakal kepada Allah SWT.


"Amelia! Tolong kemas seluruh pakaian dan barang-barangnya Nyonya Muda, kita akan pulang ke rumahku," perintah Pak Ferdy lalu menatap ke arah Aida.


Amelia dan Amira keduanya tanpa banyak fikir segera melaksanakan tugas dan perintah yang diberikan oleh Pak Ferdy untuk keduanya tanpa banyak bicara lagi.


"Maksudnya Paman? Kenapa harus pulang rumahnya Paman? Kan masih ada rumahnya Mas Ariel?" Sanggah Vanesaa dengan raut wajah keheranan serta kebingungan dalam waktu yang bersamaan.


Dengan berat hati Pak Ferdy mengatakan dan mengutarakan yang sebenarnya di hadapan Vanesaa, "Nyonya Dwi Handayani memasang segel di depan pagar rumah kamu, dia Ingin menjual rumahmu itu dan bahkan semua maid dan Security yang bekerja di sana dipecat tidak hormat olehnya," terang Pak Ferdy yang sebenarnya tidak ingin mengatakan hal itu.


"Apa! Dipecat?" Amelia membeo.


Amelia shock mendengar perkataan dari Pak Ferdy yang mulutnya menganga saking terkejutnya dan tidak percaya dengan perbuatan dari Nyonya Dwi yang tega memecat mereka dengan tanpa pemberitahuan dan pesangon.


"Maafkan Paman yang tidak bisa berbuat lebih untuk membantu kalian karena, kekuasaan Nyonya Dwi untuk saat ini paman tidak bisa melawannya karena walaupun paman sudah berusaha pasti akan berakhir dengan kegagalan juga," jawab sendu penuh penyesalan Pak Ferdy dengan kecewa.


"Tidak apa-apa Paman, kalau gitu antar Nafeesa ke jalan ini paman, bagaimana dengan kalian apa mau ikut bersamaku dengan keadaan yang seperti ini, aku berikan kalian kebebasan untuk memilih," tuturnya Vanesaa dengan wajahnya yang sendu.

__ADS_1


"Kami akan selamanya ikut bersama dengan Nyonya Muda kemanapun pergi kami akan pergi jauh dari hidupnya Nyonya jika Anda yang menginginkan kami untuk membuang pergi," sahut Amira dengan mantap.


"Kalau gitu, kita berangkat ke rumahnya Bu Laila sekarang juga, Paman sudah urus semuanya jadi tinggal berangkat ke sana saja," tuturnya Pak Ferdy.


Dengan berbagai perasaan yang berbeda-beda yang hadir di dalam diri masing-masing. Setiap yang namanya manusia pasti akan mengalami yang namanya ujian. Allah SWT tidak akan menguji umatnya melebihi dari batas kemampuannya.


Tingkat kesabaran setiap manusia itu berbeda-beda, tapi kesabaranlah yang tidak terbatas.


Saat kita menanam padi, akan selalu ada rumput yang ikut tumbuh apalagi jika yang kita tanam adalah rumput, tidak akan ada padi yang ikut tumbuh.


Begitulah hidup kebaikan yang kita tanam tak selalu tumbuh kebaikan pula, bagaimana jika yang kita tanam adalah keburukan, tak akan ada kebaikan yang tumbuh.


Tapi dunia ini di penuhi orang-orang baik, jika kita tak bisa menemukannya maka jadilah salah satunya.


Kadang Tuhan mempertemukan kita dengan seseorang bukan hanya sebagai pendamping hidup, melainkan kita harus belajar banyak hal darinya


Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all…


...****************...


Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Hikayat Cinta Syailendra loh, judulnya ada di bawah ini:



Pelakor Pilihan

__ADS_1


Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kau Hanya Milikku


Kekuatan Cinta



Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Hikayat Cinta Syailendra dengan caranya:


Like Setiap babnya


Rate bintang lima


Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi


Bagi gift poin atau koinnya.


Makasih banyak all readers…


I love you all..

__ADS_1


__ADS_2