Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 93


__ADS_3

"Hey sayang, kok melamun apa yang kamu pikirkan?" Tanyanya Aril yang tidak sengaja melihat istrinya yang melamunkan sesuatu.


Vanessa hanya tersenyum menanggapi ucapan suaminya, ia tidak ingin Ariel mengetahui kegelisahan hatinya.


"Ya Allah... ajari aku untuk berhenti berfikiran negatif dan zudzon dengan orang lain... aku sudah berusaha untuk menyembunyikan dan mengontrol diriku dan pikiranku untuk berhenti berfikiran yang tidak-tidak," lirihnya Vanesaa sembari mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela.


Tangan kanannya masih setia menyetir mobilnya sedangkan tangan kirinya mengelus punggung tangannya Vaneesa. Dia berusaha untuk bersikap tenang walaupun rasa cemas hampir setiap saat melanda hatinya


Vaneesa kemudian menolehkan kepalanya ke arah Audrey Vanessa sembari tersenyum," aku tidak apa-apa kok Mas, mungkin aku hanya kelelahan saja maklumlah perjalanan jauh jadi sedikit ngantuk." Imbuhnya sambil menaruh tangannya di depan mulutnya sambil menguap.


Vanesaa berusaha untuk menutupi kebenaran tentang apa yang dia rasakan belakangan ini.


"Bagaimana pun caranya, Mas Aril tidak boleh tahu apa yang aku rasakan, biarlah menjadi rahasiaku sendiri hingga kelak kalau bisa hingga akhir hayatku," Vanesaa membatin.

__ADS_1


Vanessa berusaha untuk tersenyum, menetralkan perasaannya dan bersikap tegar agar tidak ketahuan oleh suaminya dan orang lain dengan kecurigaan tentang sikap dan perilakunya Bu Dwi Handayani kepadanya.


"Apa yang harus aku lakukan jika suatu saat nanti aku bertemu kembali dengan Mas Syailendra dan dia mengetahui jika kami memiliki anak kembar? Aku berharap ia nanti tidak menuntut hak asuh atas anak-anakku," Lirihnya Vaneesa.


Hanya butuh sekitar setengah jam perjalanan dari Bandara internasional Soekarno Hatta menuju rumahnya yang terletak di pinggiran ibukota Jakarta. Aril memilih perumahan yang agak jauh dari keramaian hiruk pikuk mobilitas kota Jakarta agar kehidupan mereka lebih tenang tanpa gangguan dari laju suara bising kendaraan yang lalu lalang.


Mobil yang dipakainya sudah memasuki pekarangan rumah yang cukup mewah dan elegan serta luas dengan model yang sangat cantik. Model Mediterania garden menjadi pilihannya Aril. Rumah yang sangat disukai oleh Vaneesa sejak dulu sudah mengimpikan rumah seperti ini.


Kondisi di dalam rumah dan luar rumah dikelilingi oleh taman yang dipenuhi oleh bunga-bunga yang sangat cantik. Terutama bunga-bunga jenis mawar dengan berbagai varietas unggul yang mempercantik tampilan halaman rumahnya. Mulai mawar merah, kuning , putih, ungu mempercantik tampilan rumahnya.


Ariel membukakan pintu mobil untuk istrinya seraya mengayunkan tangannya untuk menyambut pergelangan tangannya Vaneesa dengan penuh kasih sayang, "Ayo kita turun dan lihat lebih dalam lagi, ini adalah rumah kita bersama anak-anak dan Mas buat sesuai dengan keinginan dan impian kamu selama ini," terangnya Aril.


"Serius Mas!! ini rumah kita!!" pekiknya Vaneesa yang tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya mengetahui jika rumah itu adalah hadiah untuknya khusus dibeli sesuai keinginannya Vanesaa.

__ADS_1


"Mas sangat serius dan rumah ini Mas Aril persembahkan untuk istriku yang paling cantik dan paling sholeha dan tidak ada duanya di dunia ini, dan juga spesial untuk anak kita Angkasa dan Samudera," imbuhnya Ariel.


Ariel menunjukkan sisi romantisnya walaupun ia tidak bisa menyempurnakan kebahagiaannya di atas ranjang. Aril segera berjalan ke arah kursi yang diduduki oleh Audrey Vanessa lalu membuka pintu mobilnya dengan mengulurkan tangannya ke arahnya Vanesaa.


Karena walaupun ada yang menegur atau pun melarangnya pasti akan berakhir dengan omelan dan beliau akan marah jika, ada yang merusak moment bahagianya yang dirasakannya saat itu juga.


Ara hanya sesekali tersenyum manis ke arah neneknya yang tidak bisa terdiam walaupun sesaat saja sambil terus mengerjakan tugas dari Ibu gurunya.


Vanesa membalas tersenyum penuh kelembutan sambil menyambut uluran tangannya Aril Permana yang sudah menunggunya di atas mobil.


"Makasih banyak Mas," ujar Vanesaa yang malu diperlakukan seperti begitu.


"Sama-sama sayang," balasnya dengan senyuman tulus dipersembahkan oleh Ariel ke depan istrinya.

__ADS_1


 


__ADS_2