
"Kami akan selamanya ikut bersama dengan Nyonya Muda kemanapun pergi kami akan pergi jauh dari hidupnya Nyonya jika Anda yang menginginkan kami untuk membuang pergi," sahut Amira dengan mantap.
"Kalau gitu, kita berangkat ke rumahnya Bu Laila sekarang juga, Paman sudah urus semuanya jadi tinggal berangkat ke sana saja," tuturnya Pak Ferdy.
Tapi dunia ini di penuhi orang-orang baik, jika kita tak bisa menemukannya maka jadilah salah satunya.
Kadang Tuhan mempertemukan kita dengan seseorang bukan hanya sebagai pendamping hidup, melainkan kita harus belajar banyak hal darinya
Audrey Vanessa memutuskan untuk langsung pulang ke rumahnya Bu Wardah, wanita yang pernah menjadi pengurus Panti Asuhan tempat dia dibesarkan sebelum diadopsi oleh keluarga Brawijaya kakeknya. Vanesa sebelumnya ingin menenangkan pikirannya dan hatinya terlebih dahulu sebelum mengunjungi makam Ariel.
Karena kondisi kesehatannya yang belum juga stabil sehingga mau tidak mau dia memutuskan untuk menunda keberangkatannya untuk berziarah ke makam suami keduanya.
Vanesa duduk termenung di dalam mobil. Pandangan matanya gamang dan kosong. Sesekali ada tetesan embun yang menetes membasahi pipinya. Tapi, selalu dia secepatnya menyeka air matanya itu agar tidak ada orang yang melihat hal tersebut.
"Ya Allah… sabarkanlah hati ini jangan biarkan selalu mengeluh dengan ujian kecil yang Engkau berikan, dan makasih banyak ya Allah Engkau masih mengingatkan aku tentang arti dan hakikat kematian dan tidak ada apapun yang kekal dan abadi di dunia ini," Venesa membatin sambil memandangi hamparan gedung pencakar langit yang berjejer di sepanjang jalan yang mereka lalui.
Pak Ferdy yang melihat hal itu, sangat mengerti dan memaklumi keadaan ini. Dia hanya kecewa pada dirinya sendiri karena tidak mampu membantu Nafeesa untuk melawan Nyonya Dwi Handayani yang sangat jahat itu. Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di depan jalan rumahnya Bu Wardah.
"Naf kita sudah sampai," sapa Pak Ferdy yang sudah mematikan mesin mobilnya lalu memarkirkan tepat di depan sebuah rumah yang minimalis dengan cat tembok berwarna hijau itu.
"Iya Pak, Alhamdulillah kita sudah sampai, Amelia tolong bangunin Angkasa yah," pintanya Venesa yang berada di kursi depan bersama dengan Pak Ferdy.
Mereka bersama-sama turun dari mobil dan berjalan perlahan ke arah dalam ruangan pagar rumah minimalis modern yang kebetulan terbuka lebar itu.
Pemilik rumah yang kebetulan sibuk membuat masakan khusus pesanan dari pelanggan nya segera menghentikan kegiatannya setelah mendengar ada mobil yang berhenti di depan rumahnya. Ibu Wardah tergesa-gesa mencuci tangannya lalu melapnya. Dia tergopoh-gopoh berjalan ke arah depan.
Dia tersentak kaget ketika melihat kedatangan Vanesa. Dan yang semakin membuatnya tidak menyangka jika pria dewasa yang sudah masuk tua itu yang berdiri di sampingnya Angkasa membuatnya mati langkah.
"Mas Ferdy," cicitnya Bu Wardah.
"Wardah," gumam Pak Ferdy.
__ADS_1
Kedua matanya Pak Ferdy yang berbinar cerah melihat perempuan yang membuatnya harus melajang hingga usianya kepala lima. Venesa tidak mengetahui pergolakan batin keduanya apa lagi untuk mengetahui ada hubungan apa diantara keduanya.
Venesa meraih tangan kanannya Bu Wardah seperti biasanya. Dia mencium punggung tangan itu dengan penuh kasih sayang dan takzim.
"Sayang ini neneknya Angkasa, ayok salim sama Nenek," perintah Vanesa kepada putra sulungnya itu.
Angkasa langsung melakukan perintah dari Maminya tanpa drama penolakan ataupun ragu. Bocah kecil itu tanpa segan melakukan dan memenuhi permintaan dari Maminya itu.
"Anakmu sudah besar Nak, bagaimana kabarmu?" Tanyanya Bu Wardah yang memperhatikan dengan seksama kondisinya Vanesa dari ujung kaki hingga ujung rambutnya.
"Alhamdulillah kabar kami baik Bu, kalau ibu bagaimana?" Tanya balik Vanesa yang berusaha tersenyum walaupun hatinya sangat sedih dan terluka.
"Seperti yang kamu lihat Nak, Ibu sangat baik-baik saja," jawabnya tapi pandangan matanya sesekali mengarah ke hadapannya Pak Ferdy.
"Syukur Alhamdulillah kalau seperti itu Bu, saya bersyukur dan bahagia mendengarnya," balas Vanesa.
"Kalian masuk dulu,kita sambung ceritanya di dalam saja, karena aku lihat kalian pasti capek dari perjalanan jauh," ujarnya Bu Wardah sambil menggandeng tangannya Angkasa dengan wajahnya yang sumringah bahagia.
Mereka kemudian masuk ke dalam ruangan yang cukup terbilang besar untuk jumlah mereka yang sekarang. Pak Ferdy masih tidak percaya dengan apa pun yang terjadi dan dilihatnya saat itu juga.
Sejatinya tidak pernah ada yang menyakiti kita, hanya saja kita yang memilih merasa sakit. belajarlah dan latihlah hati kita untuk selalu sabar, dan jadilah pemaaf pada mereka yang sudah berbuat salah pada kita, maka semuanya akan terasa baik-baik saja.
Sebetulnya tidak pernah ada yang mengecewakan kita, hanya saja kita memilih untuk kecewa. luaskan hati kita maka semuanya akan terasa ringan dan jangan pernah menaruh harapan yang lebih pada sesama manusia.
Harapan tinggi kepada manusia jika tidak ingin kecewa, berharaplah hanya pada Allah SWT karena hanya Dia lah yang tidak akan pernah mengecewakan kita. Dan juga tidak pernah ada yang menyinggung kita, hanya saja kita memilih untuk tersinggung.
Andai saja kita bisa melapangkan hati kita maka semua akan terasa manis. Kita yang memilih rasa dalam hati kita, maka jika sekiranya kita masih bisa memilih berlapang dada maka pilihlah kelapangan. Karena kita akan merasa tenang dan selalu bahagia.
Semua tentang rasa yang kita sendiri yang memilikinya dan kita juga yang memilihnya. Berbuatlah hal-hal kebaikan agar yang kita dapatkan juga kebaikan. Karena sejatinya apa yang kita perbuat hari ini esok ataupun lusa pasti akan kembali pada diri kita sendiri. Apa yang kita tanam dan itu lah yang akan kita tuai
...****************...
__ADS_1
Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Hikayat Cinta Syailendra loh, judulnya ada di bawah ini:
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kau Hanya Milikku
Kekuatan Cinta
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Hikayat Cinta Syailendra dengan caranya:
Like Setiap babnya
Rate bintang lima
Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi
Bagi gift poin atau koinnya.
__ADS_1
Makasih banyak all readers…
I love you all..