Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 54


__ADS_3

"Endra bangun dong Nak," ujarnya dengan menggoyangkan tubuhnya Endra yang ternyata sudah tidak sadarkan diri lagi.


Pak Abi masih berusaha untuk melakukan hal itu hingga Endra bergerak dari kediamannya. Ia mengerjapkan matanya berulang-ulang kali dan berusaha untuk menyesuaikan matanya dengan cahaya yang mengenai retina matanya itu.


Pak Abi dan Ibu Helma bersyukur karena putranya sudah sadarkan diri. Tapi, wajah mereka kembali menampilkan raut kecemasan saat Endra kembali perlahan menutup rapat kedua matanya.


"Syailendra!!!" Pekik Nyonya Helma.


Raut wajah yang khawatir dan cemas serta ketakutannya dari kedua orang tuanya Syailendra begitu jelas terlihat terutama mamanya Bu Helma. Endra segera dibawa ke dalam rumahnya, untungnya saat itu banyak tetangga yang berdatangan membantunya.


Mimik wajah Ibu Helma dan Pak Abimanyu tidak ditutupi lagi. Mereka sangat sedih dan khawatir melihat kondisi putra semata wayangnya. Putra yang selama ini dia bangga-banggakan itu tapi, hari ini jatuh pingsan tak sadarkan diri. Pak Abimanyu sama sekali tidak menyangka jika kisah hidup anaknya akan berakhir seperti ini.


"Ya Allah… ini semua kesalahanku gara-gara aku yang seakan-akan menutup mata dan telinga dengan apa yang dilakukan oleh anakku dengan istri sirinya itu sehingga kehidupannya Endra menjadi taruhannya sendiri," cicitnya Pak Abi dengan penuh penyesalan.


"Bukan salahnya Mas kok, letak kesalahan ini ada pada Ibu yang seharusnya sedari dulu aku mengusir wanita lucknut itu dari kehidupan putra kita Mas, tapi aku terlalu bodoh yang menganggap jika Endra akan mengusir sendiri wanita itu," geramnya Bu Helma yang berderaian air matanya seraya memeluk tubuhnya Endra.


Pak Abimanyu ikut merasakan penyesalan yang terdalam dalam hidupnya. Karena untuk pertama kalinya ia merasakan kegagalan dalam hidupnya padahal selama ini dalam memimpin dan memajukan perusahaannya selalu berhasil dan sukses.


"Endra sadarlah Nak, ini ibu sudah datang," ucap Ibu Helma disela isak tangisnya yang mencoba untuk membangunkan Endra agar segera tersadar dari pingsannya.


"Kamu harus sabar, saya akan telpon dokter Amar Nasir agar segera datang ke sini," ujarnya lalu mengambil hpnya yang berada di dalam saku celana panjangnya.


Wajah Ibu Helma jelas terlihat penyesalan, kesedihan dan kecemasan yang bercampur aduk menjadi satu bagian saat itu.


Tok.. tok..


Ketukan pintu itu membuat perhatian mereka tertuju pada pintu yang diketuk orang dari luar. Ibu Endra saling berpandangan dengan suaminya.


"Apa itu dokter Amar yah Mas?" Tanyanya Ibu Helma yang menatap intens ke arah suaminya.


"Mungkin saja yah, aku akan buka pintunya dulu," balasnya Pak Abi lalu berjalan ke arah pintu.


Pintu yang terbuat dari kayu jati itu terbuka dan ternyata yang mengetuk pintu adalah supir pribadinya bukanlah dokter Amar yang ditunggu mereka sedari tadi.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanyanya Pak Abi yang sedikit ketus karena mengira yang datang adalah Dokter Amar dokter keluarganya.


Pak Juanda selaku supir pribadi di dalam keluarganya menyerahkan sebuah map yang terjatuh di atas jalan saat mereka mengevakuasi tubuhnya Andra yang pingsan tadi.


"Mungkin ini barang milik Tuan Muda, soalnya terjatuh saat Tuan muda digotong ke dalam rumah Tuan," terangnya lalu menundukkan kepalanya.


Pak Abi tanpa pikir panjang mengambil map itu dari dalam tangannya Pak Juanda,"makasih banyak Pak dan tolong jangan pulang dulu,nanti ada yang ingin aku sampaikan," ujarnya lalu berjalan kembali ke hadapan Istrinya.


"Baik Tuan Besar," balasnya lalu berjalan meninggalkan kamar tidur milik Syailendra.


Ibu Helma yang melihat suaminya memegang sebuah map segera melemparkan pertanyaan,"Mas, apa itu?" Tanyanya dengan singkat dan sangat ingin mengetahui apa yang dipegang oleh suaminya itu.


"Mas, juga tidak tahu, entah ini isinya apa?" Ujarnya dengan keheranan Tanyanya yang mulai membuka map itu.


Pak Abi mulai membaca isi dari map itu, wajahnya langsung berubah sendu dan sedikit emosi setelah berhasil membaca semua isi dalam berkas map itu. Ibu Helma memperhatikan sedari tadi perubahan dari wajah suaminya yang berubah-ubah ketika membaca isinya. Dia ingin meremas kertas itu, tapi dia teringat jika kertas itu sangat penting untuk putranya.


"Mas,apa yang terjadi?" Tanyanya Nyonya Helma dengan mulai khawatir yang sudah berdiri di samping tubuh tegak suaminya yang terdiam dalam keterpakuannya.


Ibu Helma sedikit menggoyang tubuhnya Pak Abi agar segera membuka mulutnya untuk berbicara, "Mas!!!" Jeritnya Bu Helma.


"Ini tidak mungkin Mas!! Pasti ada kesalahan di dalamnya, aku yakin jika ini bukan kemauannya Audrey Vanessa menantu kita, aku tahu betul bagaimana karakternya Vaneesa Mas," sangga bu Helma yang menutup mulutnya dengan kedua tangannya sambil menggelengkan kepalanya.


Ibu Helma yakin jika surat cerai itu bukanlah keinginannya semata dari Vanesa, dia yakin dan sangat tahu karakternya Vaneesa bagaimana yang sangat membenci yang namanya perceraian.


"Ibu yakin ada seseorang yang memanfaatkan keadaan ini, dan bodohnya putra kita tertipu dan terperdaya dengan keburukan dan kebusukan dari istri sirinya sehingga terlalu bego hingga masuk ke dalam perangkap orang itu," ungkap Bu Helma lagi.


Pak Abimanyu menatap intens ke arah istrinya berada, "Kalau bukan Nafeesa terus siapa Bu, apa ini perbuatan dari Lisna yah?" Tanyanya yang menduga jika semua hal itu Lisna lah yang bertanggung jawab dan merencanakan semua ini dengan matang.


****************


Maaf novel ini alurnya maju mundur cantik.. sekarang masih berputar kisah sebelum Audrey Vanessa dan Syailendra berpisah atau cerai.


Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..

__ADS_1


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Hikayat Cinta Syailendra loh, judulnya ada di bawah ini:



Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kau Hanya Milikku


Kekuatan Cinta


Cinta pertama


Duren I Love You



Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya:


Like Setiap babnya


Rate bintang lima


Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi


Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...

__ADS_1


Makasih banyak all readers…


I love you all..


__ADS_2