Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 14


__ADS_3

"Tidak apa-apa kok sayang, kamu panggil Aunty dengan panggilan Mama, Aunty sama sekali tidak marah," ujar Vanesa sembari tersenyum di hadapan Starla Kejora Syailendra.


"Apa Aunty bisa antarin Ara masuk ke dalam kelas?" Harap Ara karena sedikit ketakutan jika harus terlambat masuk ke dalam ruangan kelasnya yang sudah terlambat beberapa menit.


Matanya yang berbinar-binar dengan penuh harap agar supaya Vanesaa memenuhi permintaannya itu.


"Ya Allah… semoga Aunty mau mengabulkan keinginanku," gumam Ara.


"Ya Allah… apa benar dia adalah mamanya Starla? Seingat aku pernah lihat fotonya Mama di atas meja kerjanya papa dan wajahnya sangat mirip dengan Aunty Vanesaa, tapi dulu Ibu guru pernah bilang banyak di dunia ini orang yang wajahnya mirip walaupun bukan saudara ataupun keluarga," bathin Starla anak kecil yang baru duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar.


Vanesa yang sedari tadi membungkukkan sedikit tubuhnya untuk memudahkan dia berbicara dengan Ara. Ia mengecup keningnya Ara sebelum menjawab permohonan Ara.


"Kalau gitu ayo kita masuk sayang, jangan nunggu sampai Ibu gurunya marah-marah, entar Ara yang cantik kena omelan ibu guru," canda Vanesa yang langsung menggandeng tangannya Ara.


Siapa pun yang melihat mereka pasti akan mengira bahwa mereka adalah anak dan ibunya. Orang-orang memandangi mereka berdua dengan tatapan mata yang berbeda-beda.


"Aunty tidak marah kan, kalau Ara meminta tolong sama Aunty untuk antar Ara hingga ke dalam kelas?" Tanyanya Ara yang melihat ke dalam matanya Vanesa perempuan yang dianggap adalah mama kandungnya.


Vanesa melirik sekilas ke arah Ara lalu menjawab, "Kenapa harus marah sayang? Kalau hanya nganterin kamu ke dalam, itukan pekerjaan yang sangat mudah dan tidak perlu bayar uang pula," gurau Vaneesa yang tersenyum sangat manis kedepan Ara.


"Alhamdulillah.. kalau Aunty tidak terbebani dan dengan ikhlas membantu Ara," timpalnya Ara.


Tok.. tok..


Pintu itu diketuk oleh Vanesa karena jam pelajaran sudah berlangsung sehingga harus mengetuk pintu terlebih dahulu. Mereka berdiri di depan pintu dengan sabarnya tanpa ada niat untuk tergesa-gesa.


"Ara! Kalau nanti ibu guru bertanya sama kamu katakan semuanya dengan jujur yah sayang kenapa kamu harus terlambat, tidak usah takut yah, tapi harus jujur," tutur Vanessa.


"Siap Mama Vanesaa," balasnya Ara yang sangat bahagia karena bisa bertemu dengan perempuan yang mirip dengan mamanya.

__ADS_1


Berselang beberapa detik, pintu itu terbuka lebar dan menyembul kepala Ibu guru kelas lima di Sekolah Pertiwi. Ibu guru itu menyambut kedatangan mereka dengan senyuman yang cukup ramah dan sopan.


"Maafkan kami Bu, Ara harus datang terlambat karena ada sesuatu dan lain hal yang membuat Ara harus terpaksa datang terlambat," terang Vanesa dengan tersenyum membalas senyuman Bu guru.


"Tidak apa-apa Bu, ini kan siswa baru pindahan itu kan nak?" Tanyanya Bu guru Natasya yang tertulis di name tagnya.


"Iya Ibu guru, maafkan Ara Ibu guru sudah terlambat datang ke sekolah," tutur Ara dengan wajah penuh penyesalan.


"Anak baru pindahan? Kok bersamaan dengan Angkasa juga yah?" Vanesa membatin.


"Kalau gitu silahkan duduk di kursi paling pojok dekat jendela karena hanya itu yang kosong," perintah Bu Natasya.


"Makasih banyak Bu," balas Ara yang melangkahkan kakinya menuju sesuai meja yang ditunjuk oleh Ibu gurunya.


Tapi Ara, kembali memutar tubuhnya dan sedikit berlari ke arah Vanesa yang sudah berjalan meninggalkan ruangan itu. Dia meraih tangan kanan Vanesa lalu menciumi punggung tangannya.


Tapi, ada sepasang mata yang menatap mereka dengan cukup tajam dan penuh tanda tanya. Dia awalnya tidak mengetahui kedatangan kembali Maminya karena sibuk dan fokus dengan tugas yang diberikan oleh Ibu Natasya.


"Kok Mami pulang lagi ke sini, terus apa hubungannya dia dengan anak berkepang dua itu," gumam Angkasa.


Ketika anda membuat pengorbanan dalam pernikahan, anda tidak hanya mengorbankan satu sama lain, tetapi satu kesatuan dalam suatu hubungan. Pernikahan yang sukses selalu segitiga seorang pria, seorang wanita dan Allah.


...****************...


Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Hikayat Cinta Syailendra loh, judulnya ada di bawah ini:


__ADS_1


Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kau Hanya Milikku


Kekuatan Cinta



Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Hikayat Cinta Syailendra dengan caranya:


Like Setiap babnya


Rate bintang lima


Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi


Bagi gift poin atau koinnya.


Makasih banyak all readers…


I love you all..

__ADS_1


__ADS_2