Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 65


__ADS_3

"Kalau emang Mas sangat sayang dan mencintaiku tulus dari dalam hati terdalam Mas, tapi kenapa kemarin tidak memenuhi permintaan dariku yang sangat gampang itu?" Tanyanya Vanesa dengan penuh selidik.


Vanessa berbicara seperti itu, ia ingin melihat raut wajah dan jawaban dari Aril langsung dan agar mulai terbuka untuk berkata jujur. Karena hingga sekarang dan detik itu juga masih tidak tahu dan tidak mengerti dengan apa yang terjadi sebenarnya dengan suami keduanya itu.


"Aku harus memaksa Mas Aril untuk berterus terang, apa yang mendasari kenapa ia menolak untuk memenuhi keinginanku kemarin, padahal semua suami pasti menginginkan kegiatan itu," Vanesaa membatin.


Vaneesa terus berusaha untuk mengorek informasi dari mulutnya Aril langsung dan dia tidak ingin hanya menduga dan menerka-nerka saja.


Matanya berbinar-binar mendengar perkataan dari Aril seraya berucap, "Serius dengan apa yang dikatakan oleh Mas Ariel?" Tanyanya dengan menatap intens kedalam bola matanya Aril


Sakti tersenyum simpul, "Mas sangat serius dengan apa yang Mas katakan, suer disambar gledek," sumpah Aril dengan mengacungkan dua jarinya ke atas tepat dihadapan istrinya sesaat setelah menurunkan tubuhnya Vanesa ke atas ranjang.


Audrey Vanessa menatap intens ke arah suaminya, "Kalau emang Mas sangat sayang dan mencintaiku sesuai yang Mas katakan, tapi kenapa kemarin tidak memenuhi permintaan dariku yang sangat gampang dan hanya masalah sepele itu?" Tanyanya Vanesaa yang ingin melihat raut wajah dan jawaban dari Aril yang hingga sekarang Vanesaa masih tidak tahu dan tidak mengerti.


Diam-diam Vanesaa berusaha untuk mengorek langsung informasi dari mulutnya Aril dan dia tidak ingin hanya menduga dan menerka-nerka saja.


"Apa ini saatnya aku jujur saja kepada Vanesssa, tapi aku sangat takut ya Allah… bagaimana jika Vanessa marah dan tidak menerima kekuranganku dan pergi jauh meninggalkanku," Aril membatin tapi ia berusaha tersenyum walaupun tipis saja.


Tatapan matanya Vanesaa cukup tajam dan menelisik, "Mas Aril terdiam berarti ada yang ditutupinya dariku, tapi itu apa? harapku semoga itu bukan hal yang sangat besar dan penting," batin Vanesaa dengan berbagai dugaannya.


Aril tersenyum cengengesan, "Mas akan menjawab semua pertanyaan dan rasa penasaran yang muncul di dalam benakmu, tapi kamu harus mandi dulu sepertinya ada bau asem yang tercium hingga ke hidung Mas," kelakarnya Aril sembari menutup hidungnya dengan jarinya.


Vanessa refleks mencium keteknya secara bergantian," tidak ada yang bau." Lalu menatap ke arah Aril yang sudah ngacir lebih dahulu masuk ke dalam kamar mandi.


Vanessa memonyongkan bibirnya, lalu menertawai dirinya sendiri yang kena tipu dari suaminya sendiri, "Mas Aril ternyata pandai juga bercandanya," gurau Vanesaa yang susah payah bangkit dari duduknya di atas ranjang king size-nya.


Vanesaa berjalan ke arah kamar pakaian yang ingin menyiapkan segala keperluan Suaminya yang selalu dia lakukan selama dia menjadi istrinya Aril Permana.


"Mas!! akan ke kantor hari ini gak?" Teriak Vanesaa di ujung pintu kamar mandi sambil mendekatkan telinganya ke pintu kayu itu.


Aril yang mendengar teriakannya Nafeesa segera mengambil handuk untuk melilitkan di pinggangnya, baru saja ingin menyalakan air di shower tapi, upayanya segera dihentikan ketika mendengar suara teriakan dari istrinya itu.


Dia pun membuka pintu dan tersenyum manis ke arah Vanesaa yang tercengang dan reflek mematung melihat banyaknya tanda kissmark yang ada di sekitar tubuh suaminya yang bagian atas yang tidak tertutup oleh kain apa pun.

__ADS_1


"Itu kan?" Cicitnya Vanesaa sembari menutup mulutnya saking tidak percayanya melihat beberapa tanda bibir merah merona.


Vanessa yang sudah mulai tenang dan santai tapi, melihat banyaknya tanda kissmark di sekujur tubuh suaminya refleks meneteskan air matanya dan tidak kuasa menahan tangisnya.


Vanessa menundukkan kepalanya, "Kenapa kemarin Mas Aril menolak berhubungan denganku sedangkan tanda di lehernya adalah ciuman dari seorang perempuan dan tidak mungkin itu perbuatan seorang laki-laki, berarti Mas tidak pulang semalaman karena gara-gara bersama perempuan itu melewati satu malam bersamanya," lirihnya Vanesa tersedu-sedu dalam tangisnya.


Aril yang melihat istrinya menangis dengan tiba-tiba, tidak mengerti dan kebingungan dengan apa yang terjadi padanya. Dia nampak keheranan melihat reaksi Vanesaa yang menurutnya tanpa sebab langsung sedih dan menangis.


Aril ingin menghapus jejak air matanya Vanesa tapi, tangannya langsung dihempaskan olehnya kemudian dicegah oleh Vanesaa sendiri.


"Stop!!! Jangan sentuh tubuhku dengan tangannya Mas," ketusnya Vanesaa dengan suara yang cukup tegas dan tatapan sorot matanya penuh kebencian.


"Sayang, apa yang terjadi padamu, apa salahnya Mas padamu sehingga kamu melarang Mas untuk menyentuhmu?" Tanyanya dengan raut wajahnya yang kebingungannya.


"Tidak perlu Mas tanya padaku, tapi tanya diri Mas sendiri, aku yakin Mas tahu jawabnya," geram Vanesaa dengan emosi yang sudah meletup-letup seperti kompor gas yang siap meledak.


Darahnya seakan-akan mendidih, amarahnya sudah berada di ubun-ubunnya, matanya yang penuh dengan air mata dan menatap tajam ke Aril yang masih tidak menyadari apa yang sebenarnya terjadi dan penyebab kemarahan dari istri kesayangannya itu.


"Maaf, aku sudah cukup muak dengan tingkah pria yang tidak bisa setia dan hidup dengan seorang istri saja dan ternyata semua pria itu sama saja!!" Makinya lalu berjalan ke arah pintu keluar.


Pintu itu dibanting dan tertutup dengan cukup keras membuat tembok di sekitarnya bergetar hingga sedikit bergoyang.


"Siapa yang selingkuh? Apa mungkin Vanesaa seperti itu karena hormon kehamilan yang dominan berperan pada sifatnya akhir-akhir ini, katanya dokter mood seorang wanita hamil itu berubah-ubah sesuai dengan efek dari hormon," gumam Aril sambil menggelengkan kepalanya dan tersenyum menanggapi kemarahan dari istrinya yang masih tidak sadar juga penyebab dari kemarahannya itu.


Jika dia tidak mengupayakan yang terbaik untuk memilikimu, maka dia bukan yang terbaik untukmu…


****************


Maaf novel ini alurnya maju mundur cantik.. sekarang masih berputar kisah sebelum Audrey Vanessa dan Syailendra berpisah atau cerai.


Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Merebut Hati Mantan Istri loh, judulnya ada di bawah ini:

__ADS_1



Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kau Hanya Milikku


Kekuatan Cinta


Cinta pertama


Duren I Love You



Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya:


Like Setiap babnya


Rate bintang lima


Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi


Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...


Makasih banyak all readers…

__ADS_1


I love you all..


__ADS_2