
Starla Kejora Aysila Aireen Syailendra yang melihat neneknya yang berjalan ke sana kemari seperti setrikaan saja hanya menggelengkan kepalanya berulang kali.
Karena walaupun ada yang menegur atau pun melarangnya pasti akan berakhir dengan omelan dan beliau akan marah jika, ada yang merusak moment bahagianya yang dirasakannya saat itu juga.
Ara hanya sesekali tersenyum manis ke arah neneknya yang tidak bisa terdiam walaupun sesaat saja sambil terus mengerjakan tugas dari Ibu gurunya.
"Ya Allah... aku sangat yakin bahwa Angkasa berhubungan erat dengan keluarga besar Abimanyu Hermansyah Aryasatya foto kecilnya Endra putraku ini sudah cukup menjadi bukti kuat bahwa Angkasa adalah cucuku karena kemiripan dengan mereka berdua tidak mungkin hanya kebetulan saja," cicitnya Bu Helma.
"Kinerja Rendra selama ini tidak pernah mengecewakan aku, berkat bantuannya Alhamdulillah aku sudah mengetahui jika sebenarnya kami memiliki cucu laki-laki Starla dan istriku pasti sangat bahagia tapi, sebaiknya hal ini untuk sementara waktu dirahasiakan dari Syailendra takutnya Vanesssa bisa kabur dari sini jika Endra yang bertindak," batinnya Pak Abi.
Pak Abimanyu segera kembali kerumahnya tapi, sebelum pulang ia meminta terlebih dahulu kepada Rendra untuk melakukan tes DNA untuk menguatkan keyakinannya. Walaupun sebenarnya sudah mengetahui hanya melalui kemiripan wajahnya Angkasa dengan putranya Syailendra saja sudah mewakili kenyataan itu.
"Aku harus segera pulang memberikan informasi dan kabar ini jika kami memiliki lagi cucu," Gumamnya Pak Abi.
Hanya berselang beberapa menit kemudian, mobil yang ditumpanginya sudah sampai di dalam garasi rumahnya. Pak Abi tanpa sepatah kata berjalan segera kearah pintu masuk rumahnya.
"Sepertinya itu suara mobilnya Mas Abi, aku harus segera dan secepatnya menemui suamiku dan mengatakan kepadanya semua yang aku temukan hari ini," cicitnya Bu Helma dengan raut wajahnya yang serius.
Bu Helma segera memutar handle pintunya, begitupun sebaliknya yang dilakukan oleh Pak Abi yang sama-sama tidak sabar menunggu memutar kenop pintunya. Mereka kompakan dan bersamaan membuka pintu. Mimik wajah keduanya sama-sama berseri-seri bahagia.
"Mas!" Ujarnya Bu Helma.
__ADS_1
"Istriku!" Ucapnya Pak Abi.
Mereka bersamaan saling sapa saking bahagianya hari ini. Keduanya tersenyum menanggapi sikap mereka yang bersamaan saat berbicara. Bu Helma segera berhamburan ke dalam pelukannya Pak Abimanyu.
Pak Abi yang diperlakukan seperti itu cukup dibuat terkejut saking tidak percayanya melihat sikapnya Istrinya yang tidak seperti biasanya. Walaupun kemesraan sering ditujukkan oleh Bu Helma tapi khusus di dalam kamar pribadi mereka saja bukan di depan umum.
"Mama! Apa yang terjadi padamu? Sepertinya kamu hari ini kamu bahagia sekali," imbuhnya Pak Abi.
Bu Helma segera melerai pelukannya pada tubuh pak Abi," kita bicaranya di dalam saja Mas, karena ada yang ingin aku sampaikan dan sangat penting," tuturnya Bu Helma lalu menarik tangan kanannya pak Abi lalu berjalan ke arah ruang tamu mereka.
Kebiasaan Bu Helma yang mencium punggung tangan suaminya sudah ia lupakan gara-gara tidak sabar menyampaikan sesuatu yang sangat penting untuk suaminya.
"Duduk sini Mas!" Pintanya Bu Helma seraya menepuk sofa yang kebetulan kosong yang ada di dekatnya itu.
Bu Helma memegang kedua tangannya Pak Abi," Mas! Tadi siang Ara membawa pulang ke rumah salah satu temannya katanya mereka sangat dekat di sekolahnya," tuturnya Bu Helma yang seolah berbicara tanpa spasi dan jeda sedikit pun.
"Terus apa yang terjadi dengan cucu kita Sayang, temannya itu kenapa apa yang terjadi dengan mereka, apa mereka bertengkar atau apa?" Tanyanya Pak Abi dengan raut wajahnya yang kebingungan dan mulai khawatir dengan keadaannya Starla Kejora Aysila Syailendra.
Cucu pertamanya dalam keluarganya yang hingga detik ini asal usul dan identitasnya belum diketahui juga padahal Pak Abi sudah mengerahkan anak buahnya terbaik yang dimilikinya serta menyewa detektif swasta terbaik yang ada di Berlin Jerman.
Bu Helma tersenyum sebelum berbicara," bukan seperti itu Mas, tapi temannya Ara cucu kita itu namanya Angkasa dan wajahnya sangat mirip dengan putra kita Syailendra waktu mereka kecil dulu Mas," jelasnya Bu Helma yang tersenyum bahagia setelah menjelaskan semuanya di depan suaminya.
__ADS_1
Pak Abi dibuat terkejut dengan perkataan dan penjelasan dari mulut Istrinya itu," serius apa yang kamu katakan?" Tanyanya Pak Abi yang ingin memastikan hal tersebut seraya mengambil hpnya dan membuka galeri fotonya untuk memperlihatkan kepada Bu Helma foto anaknya Audrey Vanessa.
Bu Helma menautkan kedua alisnya melihat tingkahnya pak Abi," apa yang Mas lakukan, ada apa dengan hpnya itu dan apa hubungannya dengan temannya cucu kita dengan hpnya Mas?" gerutu Bu Helma yang keheranan dan kebingungan melihat reaksinya Pak Abimanyu.
Pak Abimanyu hanya tersenyum simpul ke arah istrinya, "Coba kamu lihat dan qperhatikan dengan seksama dan rinci apa anak kecil itu wajahnya mirip ini?" Imbuhnya Pak Abi.
Nyonya Helma segera merebut hpnya Pak Abi tanpa basa-basi, ia memperhatikan dengan seksama wajah anak kecil yang ada didalam hpnya suaminya lalu ia juga mengambil hpnya yang kebetulan tadi ia sempatkan untuk mencuri gambar Angkasa ketika kedua bocah kecil itu bermain.
Tanpa ba bi bu air matanya Bu Helma menetes membasahi pipinya, ia tergugu dalam tangisnya. Hanya air matanya yang melukiskan dan menggambarkan betapa bahagianya hatinya saat itu juga.
"Apa yang terjadi padamu sayang? Apa kamu mengenal anak kecil tersebut?" Pak Abi menarik tubuhnya Istrinya kedalam dekapannya itu.
Bu Helma menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan semua apa yang dikatakan oleh Pak Abi.
Tetapi, Bu Helma semakin mengeraskan suaranya untuk menangis. Mulutnya serasa terkunci rapat hanya air mata yang mampu menggambarkan kegembiraan dan kesenangannya saat itu.
"Ya Allah… aku yakin sekali jika Angkasa adalah cucu kita Mas, lihatnya wajahnya sangat mirip dengan rupanya Endra putra kita waktu merekas masih kecil dulu," ungkapnya Bu Helma yang memeluk hpnya kedalam pelukannya hingga air matanya membasahi hpnya tersebut.
"Berarti apa yang kita alami sama sayang, karena Rendra asistenku juga menemukan bukti-bukti yang sangat akurat dan detail jika Audrey Vanessa mantan menantu kita ini memiliki anak dan mereka sekarang tinggal di Jakarta dan yang paling membahagiakan adalah Vanesaa bekerja di perusahaannya Syailendra jadi kemungkinan dan kesempatan besar untuk mereka bertemu terbuka lebar," ungkap Pak Abimanyu.
Bu Helma menyeka air matanya lalu tersenyum penuh maksud ke arah suaminya itu, "Mas sepertinya aku punya cara yang jitu dan ampuh untuk menyatukan mereka lagi," imbuh Bu Helma.
__ADS_1
"Aku pun berfikiran seperti itu, aku ingin melihat mereka kembali bersatu seperti dulu, tapi kita harus segera menyelidiki apa Vaneesa memiliki suami atau tidak karena jika Vanesaa masih berstatus istri orang sungguh harapan kita harus sirna dan pupus Sayang," tampiknya Pak Abi.
Wajah keduanya sendu jika mengingat status pernikahan Vanesaa yang menikah kembali setelah bercerai dengan putra sulungnya itu. Bu Helma kembali bersedih dan sedikit kecewa. Raut wajahnya yang awalnya tegang, tidak percaya, shock, kaget sekarang perlahan berubah jadi bahagia dan kegirangan tetapi berakhir dengan sendu. Air matanya