
"Audrey Vanessa!!" Pekiknya Aril yang langsung berlari menuju arah Vanesaa yang tidak sadarkan diri..
Bunga mawar yang beraneka macam jenis warnanya sudah terjatuh ke atas lantai kamar mandi. Dia sudah tidak perduli lagi dengan bunga-bunga itu.
"Sayang,apa yang terjadi padamu? Vanesaa bangun dong sayang, ini Mas Ariel!!" Ucapnya Aril seraya menepuk-nepuk pipinya Vanesaa yang chubby.
Arili sangat ketakutan dan cemas melihat kondisi Vanesaa yang sudah tidak sadarkan diri di dalam genangan air. Untungnya air itu hanya sebatas perut buncitnya saja sehingga tidak menelan air ataupun tenggelam di dalam air tersebut yang sudah penuh dengan busa sabun.
Aril bergerak cepat menggendong tubuh Vanessa yang sudah seperti buntalan kain yang penuh dengan pakaian yang akan dilipat.
"Maafkan Mas sayang, ini pasti semua gara-gara kesalahan Mas yang sudah menyakitimu," sungutnya dengan penuh khawatir dan kecemasan.
Air matanya Aril menetes membasahi wajahnya yang ganteng itu. Ia tidak menduga jika istrinya akan mengalami hal seperti ini padanya. Padahal hanya kesalahpahaman saja.
Ariel segera merebahkan tubuhnya Nafeesa di atas tempat tidurnya. Kemudian bergegas beranjak dari tempatnya untuk secepatnya mengambil pakaiannya Vanesaa, lalu memakaikan pakaian tersebut dengan sangat hati-hati dan pelan-pelan.
"Van, sayang sadarlah, ini Mas Aril! aku mohon bangunlah," ujarnya dengan lelehan air matanya yang terus menerus mengalir membasahi pipinya.
Aril memanggil Markus untuk segera datang ke kamarnya setelah dia berhasil telah memakaikan pakaian yang lengkap ke tubuhnya Vanesaa sang istri tercinta.
"Markus!!!" Teriaknya dengan suara yang cukup menggelegar memenuhi ruangan tersebut hingga terdengar sampai ke lantai dasar rumahnya.
Markus sang asisten pribadinya yang mendengar segera datang setelah mendengar teriakannya Aril yang menggema memenuhi seluruh pelosok penjuru rumahnya Aril.
"Ada apa Tuan Muda?" Tanyanya yang melihat Tuan mudanya memangku kepala istrinya yang tertidur itu.
"Tolong hubungi nomor dokter pribadi kita secepatnya!!" Pintanya Ariel dengan nada suara yang cukup tinggi.
"Baik Tuan Muda," balasnya Markus dengan selalu menundukkan kepalanya karena ketakutan jika ia sedang berbuat kesalahan.
Beberapa Maid yang mendengar teriakannya Tuan mereka, segera bertindak mengambil kotak p3k lalu mereka berjalan tergesa-gesa ke arah kamar pribadinya Vanesaa.
"Tuan coba dipakaikan minyak kayu putih ini di tengkuknya Nyonya muda," saran dari Airin sambil menyodorkan sebuah botol minyak kayu putih berwarna hijau yang sebesar jempol ke tangannya Sakti.
Sakti tanpa ragu menerima dan mengambil botol minyak kayu putih tersebut di dalam tangannya Aina.
"Sini aku bantuin Tuan Muda?" Pinta Hatijah setulus hati.
"Tidak perlu, aku tidak ingin ada orang lain yang menyentuh tubuhnya istriku,apa pun yang terjadi selain dokter," bantahnya yang sangat tidak suka jika ada orang yang berniat ingin menyentuhnya.
__ADS_1
Hatijah dan yang lainnya segera mundur beberapa langkah mendengar perkataan dari Aril yang cukup tegas yang melarang mereka. Dari situlah tidak ada diantara mereka yang berani berkomentar atau pun mengusik ketenangan tidurnya Vanesaa.
"Apa yang terjadi pada Nyonya Muda yah, kenapa bisa tidak sadarkan diri padahal Nyonya Muda sedang hamil besar," semua batinnya Maid dan asisten rumah tangganya diam-diam saling berpandangan satu sama lain.
Aril segera menggosokkan dan mengoleskan ke bagian tubuh yang diperintahkan dan dianjurkan oleh Hatijah dan maid yang lainnya.
Aril semakin dibuat khawatir saja, "Vanessa sayangku, dengarkan Mas, tolong bangunlah, Mas tidak sanggup melihatmu seperti ini sayang," keluhnya yang sangat sedih melihat kondisi dari Vanesaa.
Aril bahkan sudah meneteskan air matanya hingga jatuh tepat di atas wajahnya Vanesa yang masih anteng dan tenang tertidur pulas di dalam pangkuan Aril.
"Sayang bangunlah apa kamu tidak kasihan dengan calon bayi kembar kita sayang?" Ratapnya Aril yang seakan-akan mengira Vaneesa hanya berpura-pura dan bersandiwara ketiduran saja.
Beberapa Maid yang ada di dalam sana melihat usaha yang dilakukan oleh Aril ikut terhanyut dalam kesedihannya. Air mata mereka diam-diam menetes. Mereka ikut ketakutan jika ada hal-hal yang tidak baik terjadi pada Nyonya Muda mereka yang sangat baik dan mereka hormati.
"Ya Allah… jaga dan lindungilah Nyonya Muda dengan calon anak kembarnya,kami sangat khawatir dengan kondisi mereka," batinnya Hatijah.
Pintu kamarnya terbuka lebar dan masuklah dokter beserta Nyonya Dwi Handayani yang sengaja datang mengunjungi mereka hari itu. Dengan raut wajahnya yang ditekuk dan menahan amarahnya.
Ku pilih hatimu tak ada ku ragu
Mencintaimu adalah hal yang terindah
Dalam hidupku ohh sayang
Setiap nafasku hembuskan namamu
Sumpah mati hati ingin memilihmu
Dalam hidupku oh sayang
Kau segalanya untukku
Janganlah jangan kau sakiti cinta ini
Sampai nanti di saat ragaku
Sudah tidak bernyawa lagi
Dan menutup mata ini untuk yang terakhir.
__ADS_1
****************
Maaf novel ini alurnya maju mundur cantik.. sekarang masih berputar kisah sebelum Audrey Vanessa dan Syailendra berpisah atau cerai.
Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Merebut Hati Mantan Istri loh, judulnya ada di bawah ini:
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kau Hanya Milikku
Kekuatan Cinta
Cinta pertama
Duren I Love You
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya:
Like Setiap babnya
Rate bintang lima
Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi
Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
__ADS_1
Makasih banyak all readers…
I love you all..