
"Seperti yang Papa lihat, ia teman yang baik dan sopan kalau menurut Papa sih kamu gak rugi berteman dengan dia," ujarnya Syailendra lalu menekan kunci otomatis mobilnya itu.
Syailendra membuka pintu yang berada di dekat tempat duduknya Ara lalu segera menggendong tubuh putrinya ke dalam mobilnya. Setelah memasang setbelt barulah dia menutup pintu lalu berlari kecil ke arah pintu mobil yang ada di sebelah kanan.
Mobil mereka sudah meninggalkan halaman sekolah Pertiwi menuju rumahnya. Syailendra terlebih dahulu sebelum kembali ke perusahaannya untuk melanjutkan pekerjaannya yang sudah hampir tiga jam tertunda.
"Ya Allah… kenapa hatiku sedih dan merasakan kerinduan yang sangat jika memandangi wajah anak itu, seolah-olah dia sangat dekat denganku, dan aku tidak sanggup dan mampu untuk terlalu lama menatap wajahnya pasti akan sedih hatiku jika melakukannya," Syailendra membatin tapi hatinya terenyuh dan tersentuh melihat wajah dari Angkasa sahabat barunya Ara putri tunggalnya itu.
Ara yang tidak pernah sedikit pun senyumannya pudar dari wajahnya saking bahagianya hari ini. Ia bahagia karena mendapatkan sahabat yang baik bahkan sudah seperti Abangnya sendiri.
"Papa!" sapanya Ara sambil menatap ke arah papanya yang serius mengemudikan mobilnya.
Syailendra yang ditegur oleh putrinya segera menolehkan kepalanya ke arah Ara," iya sayang ada apa?"
Perkataan sekaligus pertanyaan dari putrinya mampu membuyarkan lamunannya dan pikirannya yang tertuju pada sosok anak kecil yang bernama Angkasa.
"Boleh tak ajak temannya Ara untuk datang di rumah?" Tanyanya Ara dengan penuh harap.
"Teman?" Andra membeo dengan raut wajahnya yang kebingungan.
"Iya temannya Ara yang baru kenal, tapi hatinya baik banget sama Ara," jawabnya dengan penuh semangat dan antusias.
"Boleh sayang kamu ajak mereka datang ke rumah, malahan Nenek sama kakek akan suka kalau kamu undang teman kamu, emangnya berapa orang temannya dan siapa namanya nak?" Tanyanya Syailendra yang mengelus puncak rambut putrinya yang panjang yang diikat berkepang dua itu.
"Serius, Ara boleh tak ajakin temannya Ara?" Tanyanya Ara lagi untuk memastikan apa benar hal itu.
__ADS_1
Papanya tersenyum sembari menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan permintaan yang dilayangkan oleh anaknya.
"Hore!! Ara bisa ajak temannya datang ke rumah, kalau gitu aku mau tanya Ibu Siti untuk masak makanan yang banyak dan paling lezat kalau gitu," timpalnya Ara dengan wajahnya yang berseri-seri penuh kebahagiaan.
Syailendra tersenyum bahagia melihat kelakuan putrinya jika bahagia. Ara tak bosan-bosannya tersenyum sumringah karena dari sekian lama dia sudah duduk di bangku sekolah baru kali ini berniat untuk mengajak temannya datang berkunjung ke rumahnya.
Starla biasanya sedikit introver dan tidak mau bersosialisasi dengan teman sebayanya karena sering di-bully sehunggy berpindah-pindah sekolah. Ara biasanya dalam kesehariannya padahal sebelumnya dia sedikit tertutup dan lebih introver.
"Syukur Alhamdulillah… akhirnya aku bisa kembali melihat dan menikmati keindahan senyuman putriku yang sangat mirip dengan istriku Audrey Vanessa," batinnya Syailendra.
Senyuman manis tidak pernah pudar dan terkikis oleh waktu dari wajahnya Ara. Berselang beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di tempat tujuan. Andra hanya menurunkan anaknya lalu segera melajukan mobilnya menuju Perusahaannya.
Sedangkan di tempat lain tepatnya dari jalan raya yang cukup macet padat merayap dipadati oleh kendaraan dari berbagai macam merek dan tipe, Vanesaa di atas motor matic injeksi berwarna merah putih itu sudah meluncur d jalan raya bergabung dengan pengendara berbagai merek itu.
Vaneesa membonceng putranya untuk segera pulang ke rumahnya. Dia melewati rute yang berbeda dengan awal mereka berangkat menuju ke sekolah anaknya. Hari ini ia bahagia karena bisa melewati hari ini dengan cukup baik dan lancar.
****************
Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Hikayat Cinta Syailendra loh, judulnya ada di bawah ini:
Pelakor Pilihan
__ADS_1
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kau Hanya Milikku
Kekuatan Cinta
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Hikayat Cinta Syailendra dengan caranya:
Like Setiap babnya
Rate bintang lima
Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi
Bagi gift poin atau koinnya.
Makasih banyak all readers…
__ADS_1
I love you all..