Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 76


__ADS_3

Yudis tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Mamanya," Natali ada di rumah Ma, aku larang ke bandara jemput kalian karena kebetulan insyaallah 5 bulan lagi kami akan punya anak pertama, kemarin aku sudah minta ijin kepada Papa."


Ibu Helma yang mendengar penjelasan dari anak menantunya tersenyum bahagia,saking bahagianya dia langsung memeluk tubuh putranya yang sudah lama berpisah dengannya tersebut.


"Mama sangat bahagia nak, jaga baik-baik istrimu dan calon bayi kalian," tuturnya Bu Helma.


Setelah sedih, kecewa dan terpuruk berita kehamilan anak menantunya Natali Ardianto Hosen setelah hampir enam tahun menanti akhirnya dikarunia juga dan bisa hamil anak pertamanya dan semakin membuat mereka bahagia karena calon cucu keduanya adalah kembar.


Bu Helma tersenyum sumringah dan penuh bahagia, "Syukur Alhamdulillah, selamat Nak, ibu turut bahagia mendengar kabar tersebut," ujarnya dengan senyuman yang tulus dari hatinya.


"Makasih banyak Bu, aku juga sangat bahagia karena setelah sekian lamanya akhirnya Natali bisa hamil buah cinta kami, walaupun dengan penuh perjuangan harus bolak balik rumah sakit," balasnya Prayoga Yudistira dengan senyuman sumringah pula.


"Jaga baik-baik calon penerusmu Yudis, jangan biarkan dia kekurangan sedikit pun apa pun itu," tutur Pak Abi sembari menepuk pundak anak menantunya lalu berjalan ke arah mobil yang sudah sedari tadi menunggu kedatangan mereka.


"Lima tahun lebih yah kamu menikah dan akhirnya buah kesabaranmu telah berhasil mendapatkan calon bayi, Ibu sangat bahagia mendengarnya,semoga Endra juga menyusul ikut sembuh setelah kita bawa berobat," jelas Bu Helma lagi yang sangat berharap.


"Amin ya rabbal alamin," jawab mereka semua.


Yudi memapah tubuhnya Endra sambil mengajaknya berbicara. Walaupun Yudis tidak mendapatkan respon balik apapun, tetapi dia tetap tidak menyerah untuk melakukan hal tersebut.


"Abang, aku sangat sedih melihat kondisi Abang seperti ini, ayo Abang semangat untuk sembuh karena tanpa semangat dan niat dari Abang sendiri pasti sulit untuk sembuh dan keluar dari keterpurukan," ujarnya Yudis.


Hal itu dilakukan bertujuan agar menstimulasi kemampuan berbicara, berinteraksi dan daya ingatnya untuk berfikir dan berbicara dengan orang lain. Mereka masuk ke dalam mobil untuk segera pulang ke rumah pribadinya Prayoga Yudistira Abimanyu.


Natali adalah pria keturunan Jerman, China Indonesia yang lahir di Jakarta, tetapi besar di Jerman dan sejak umur 18 tahun awalnya tinggal di Shanghai Cina dan sudah pindah ke Berlin Jerman hingga detik ini.


Yudis bertemu dengan Natali saat Yudi pulang ke Indonesia. Awal pertemuan mereka saat di Airport yang waktu itu Natali akan kembali ke Inggris melanjutkan kuliahnya.


Mereka duduk di kursi jok mobil masing-masing, tapi tiba-tiba mereka dibuat terkejut ketika mendengar suara Endra.


"Baby twins!!" Endra membeo.


Pandangan mereka langsung tertuju pada sosok Endra yang menatap ke arah luar jendela, tapi mulutnya terus menyebut bayi kembar.


'"Iya calon keponakan kamu adalah anak kembar, apa kamu bahagia Nak dengarnya," ujarnya Bu Helma yang bahagia karena Syailendra sudah bisa berbicara walaupun hanya dua kata.


Ibu Helma langsung menangis tersedu-sedu mendengar perkataan dari putranya. Karena hampir dua bulan satupun kata tak pernah Endra ucapkan ia seperti orang yang bisu saja.


"Alhamdulillah, ada perubahan pada anakku," ujarnya yang langsung memeluk tubuh putranya itu.

__ADS_1


Pak Abi menatap ke arah putranya, "Yudi! bagaimana dengan yang papa perintahkan padamu, apa sudah berhasil menemukan alamatnya Dokter Frans Lie atau belum?" Tanyanya yang ikut bahagia mendengar kemajuan dari putranya.


Ada secercah harapan untuk melihat perubahan, perkembangan dan kesembuhan dari Endra.


"Alhamdulillah, tadi pagi teman saya mengabarkan bahwa dokter Frans Lie bekerja di sebuah rumah sakit swasta yang tidak terlalu jauh dari rumahku papa," pungkasnya Yudis yang tangannya masih setia mengemudikan mobilnya.


"Alhamdulillah, makasih banyak nak,kamu sudah membantu papa untuk mencari alamat tersebut," ujarnya Pak Abi yang berterima kasih kepada anak menantunya itu.


Yudis melirik sepintas ke arah papanya mertuanya," papa tidak perlu sungkan kepadaku, ini sudah menjadi tanggung jawabnya aku sebagai anaknya Papa." Jelasnya Yudistira.


"Makasih banyak ya Allah.. engkau memberikan dan mengirimkan anak-anak yang baik dan juga menantu yang sangat baik di dalam hidupku, kecuali wanita ular berkepala dua itu," batin Pak Abi.


Kehidupan in bukan untuk menemukan cinta, tapi untuk membangun cinta. Cinta yang indah tidak mungkin hanya ditemukan. Cinta yang indah menuntut pengorbanan yang tidak sederhana.


Kamu mau sembunyi dimana


Aku bisa mengendus baumu


Jangan pernah lari dariku


Karena kita telah berjanji


Pura-pura tak mau panas


Tak perlu menyiksa diri sendiri


Sembunyikan cinta yang ada


Aku tak perlu bahasa apapun


Untuk mengungkap aku cinta kamu


Aku tak pernah beristirahat


Untuk mencintai Kamu sesuai janjiku, promise


Seribu wajah menggoda aku


Yang ku ingat hanya wajah kamu

__ADS_1


janjiku tak pernah main-main


Sekali kamu tetap kamu


Where do you want to hide?


I can smell your smell


Never run from me


Because we promised


Let the sun lie at noon


Pretending not to be hot


No need to torture yourself


Hide existing love


I don't need any language


To reveal I love you


I never rest


To love you according to my promise, promise


A thousand faces tease me


All I remember is your face


I promise never play


Once you're still you


Hanya dibutuhkan beberapa detik untuk jatuh cinta, tapi seumur hidup untuk membuktikannya.


"Menunggumu dalam kesabaran lebih indah bagiku dari pada mengungkapkannya. Menantimu dalam doa lebih bermakna dari pada menjelaskannya."

__ADS_1


Syailendra berduka dengan kepergian istrinya Audrey Vanessa Hudgens.


__ADS_2