
"Kok nomornya gak aktif sedari tadi yah? Apa mungkin sudah berangkat nyusul ke sini, tapi apa ayah dan ibu tidak curiga jika nantinya Lisna pamitan," batinnya Syailendra.
Syailendra kembali mencoba untuk menghubungi nomor hp istri sirinya itu. Tapi, kembali gagal dan tidak aktif malahan hanya operator seluler yang menjawabnya.
"Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan atau coba beberapa saat lagi silahkan tinggalkan pesan setelah nada beet berikut ini,"
Syailendra masuk ke dalam kamar mandi, dia akan bersiap untuk menghadiri acara reunian. Sahabatnya merencanakan acara kumpul bareng dengan temannya yang kebetulan, banyak teman kuliahnya yang datang ke Bali.
"Kalau seperti ini aku bisa berpesta dengan mereka, untung saja Papa dan Mama memberikan liburan ini jadi aku bisa bebas hangout bersama teman lamaku," cicitnya Syailendra.
Bersamaan dengan kedatangannya untuk honeymoon. Awalnya teman-temannya ingin berkenalan dengan istrinya. Tapi, mengingat Vaneesa yang yang gaya berpakaian serta make up-nya dan semuanya jika dibawa ke tempat acara seperti itu, pasti akan membuatnya malu saja.
"Apa aku terlalu beruntung menikahi perempuan kampungan dan norak kayak dia yah, nasib sial mungkin aku ini, kalau aku ajak ikut bersamaku menemui teman bisa saja aku jadi bahan buly, cibiran dan hinaan dari mereka," umpatnya Syailendra.
Sehingga ia memutuskan untuk pergi sendirian saja. Jikalau ada temannya yang bertanya tentang istrinya, cukup bilang saja sedang tidak enak badan. Dia menyewa sebuah mobil di tempat khusus penyedia mobil rental. Dia tidak leluasa bergerak jika, harus ke mana-mana memakai driver ojol.
"Hari ini harus ikut berpesta dengan mereka, mumpung lagi punya waktu untuk berkumpul bersama," gumam Sysilendra dengan wajahnya yang sumringah bahagia yang sudah melupakan keberadaan Lisna istri keduanya
Mobilnya sudah memasuki area parkiran Club malam tempat janjian mereka. Semua temannya sudah datang memenuhi tempat acara. Hanya dia seorang yang tidak membawa pasangan. Sedangkan, temannya yang lain, bermesraan dengan pasangannya masing-masing.
"Heye bro, gimana kabarnya?" Tanyanya Edward sahabatnya waktu kuliah di UK.
Mereka saling berjabat tangan ala pria dewasa. "Gimana kabarnya CEO Muda kita ini?" Ujarnya Tomy.
Temannya memandang ke arah Syailendra tersenyum yang menanggapi perkataan dari salah satu temannya.
"Alhamdulillah baik seperti yang kalian lihat," jawab Sysilendra.
"Istri Kamu di mana, kenapa gak ikut bersamamu?" Tanyanya Sony yang celingak-celinguk mencari keberadaan Vanesa.
"Ia enggak bisa ikut, katanya dia kelelahan," jawabnya dengan berbohong menutupi kenyataan yang ada.
"Ohh gitu padahal kita mau lihat loh istri kamu yang katanya Sony cantik," timpal Edward.
Syailendra menerima gelas yang disodorkan oleh temannya lalu perlahan menengguk isinya hingga tandas.
"Woo tumben ni anak bisa habisin satu gelas biasanya hanya separuhnya saja," sarkas Sony yang tersenyum penuh arti.
Semua temannya heran melihat Andra yang menghabiskan seluruh minuman alkoholnya hingga tak bersisa sedikit pun lagi.
"Mungkin karena sudah jadi CEO sehingga dia beradaptasi dengan relasi bisnisnya," sahut Romy.
__ADS_1
Timpal sahabatnya yang satu. Yang lainnya mengiyakan perkataannya.
"Gak juga, hanya belajar saja untuk meladeni permainan kalian, karena selama ini Aku selalu kalah dari kalian." Balasnya Sysilendra disertai dengan senyuman smirknya.
Mereka menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan perkataan dari Syailendra.
"Harus berubah yah, masa gitu terus," pungkasnya Edward.
Leo ikut meramaikan suasana, yang sedari tadi hanya terdiam dan menikmati minumannya bersama ladies night yang sudah dia bukim.
"Kamu nginap di Hotel mana Syailendra?"
Charles mengaduk aduk minumnya dengan cara menggoyang gelas minumannya itu agar tercampur rata.
"Aku di Hotel Nusa Dua, dekat kok dari sini hanya 15 menit saja," tutur Sysilendra.
Minuman tidak hentinya mereka tuang ke dalam gelas masing-masing. Mereka sudah melupakan jika mereka masing-masing sudah punya istri yang menunggu kepulangan mereka.
"Tidak usah banyak bacok yuk kita minum sampai puas, semuanya aku yang akan bayar sepesial untuk kalian," cercanya Leon.
Hingga tengah malam mereka masih berada di dalam Club malam. Syailendra sudah duduk sempoyongan. Berdiri saja sudah tidak mampu. Mulutnya meracau tidak jelas. Untung ada beberapa sahabatnya yang masih normal dan sadar, sehingga masih ada yang membantunya untuk pulang ke Hotel.
Andrew bertanya di resepsionis tentang di kamar berapa Indra menginap. Mereka berhasil menemukan kamar hotelnya. Vaneesa yang rencananya ingin melaksanakan shalat tahajud berada di dalam kamar mandi. Dia ingin mengambil air wudhu.
Sehingga tidak menyadari kedatangan Suaminya. Syailendra sudah berbaring di atas ranjang king size-nya. Andrew dan Charles menutup pintu kamarnya dengan rapat. Mereka hanya tersenyum melihat Syailendra yang masih seperti dulu di mata mereka. Masih tidak kuat untuk minum minuman beralkohol.
"Gini jadinya kalau gak kuat minum dipaksakan juga, sok hebat," gurau Charles.
Vanesa yang baru keluar dari kamar mandi, melihat kondisi suaminya yang cukup tidak baik. Dia segera mempercepat langkahnya lalu membantu untuk melepas sepatu serta pakaiannya yang sudah bau alkohol itu serta ada noda muntahan di bajunya.
"Apa yang terjadi dengan Mas Syailendra?" Tanyanya Vanesa yang kebingungan dan juga khawatir melihat kondisinya suaminya itu.
Audrey Vanessa perlahan membuka kancing baju kemeja dari Andra mulai dari yang atas, hingga suaminya yang sedari tadi teler mengerjapkan matanya, dan melihat Vaneeesa sangat cantik dan menganggap Vanesa adalah Lisna.
"Sayang! Aku sangat mencintaimu, Aku menginginkan itu." Racau Sysilendra lagi.
Syailendra menciumi seluruh wajahnya Vanesa hingga turun ke bibirnya yang baru tersentuh oleh pria. Ia tanpa ragu dan banyak pikir, dia memenuhi permintaan dari Syailendra.
Syailendra mulai membuka pakaian nafeesa perlahan hingga tak tersisa selembar pun ditubuhnya. Vaneesa mengetahui dengan pasti jika Syailendra menginginkan hal tersebut karena dalam pengaruh obat, tapi baginya kewajiban sebagai seorang istri tetap harus dia penuhi.
Dalam Islam membahagiakan suami itu penting karena surga istri ada di bawah kaki suaminya. Suami pun juga harus memperlakukan istrinya dengan baik.
__ADS_1
Karena hubungan intim suami istri tentu dilandasi dengan niat untuk saling memberi kesenangan pada diri sendiri dan juga pasangan.
Cinta atau pun tidak, yang namanya kewajiban dan tanggung jawab tetap harus dipenuhi dan dijalankan.
...****************...
Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Hikayat Cinta Syailendra loh, judulnya ada di bawah ini:
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kau Hanya Milikku
Kekuatan Cinta
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Hikayat Cinta Syailendra dengan caranya:
Like Setiap babnya
Rate bintang lima
Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi
Bagi gift poin atau koinnya.
Makasih banyak all readers…
I love you all..
__ADS_1