
Bruk!!!!
Pintu itu dibanting dan tertutup dengan cukup keras membuat tembok di sekitarnya bergetar hingga sedikit bergoyang.
"Siapa yang selingkuh? Apa mungkin Vanesaa seperti itu karena hormon kehamilan yang dominan berperan pada sifatnya akhir-akhir ini, katanya dokter mood seorang wanita hamil itu berubah-ubah sesuai dengan efek dari hormon," gumam Aril sambil menggelengkan kepalanya dan tersenyum menanggapi kemarahan dari istrinya yang masih tidak sadar juga penyebab dari kemarahannya itu.
Jika dia tidak mengupayakan yang terbaik untuk memilikimu, maka dia bukan yang terbaik untukmu…
"Aku harus pergi dari sini kalau Mas tidak ingin berkata jujur padaku," gumamnya sambil berjalan ke arah belakang rumahnya.
Vanesa terus melangkahkan kakinya dan berjalan dengan susah payah hingga ke pintu depan. Perutnya yang semakin membesar dan membuncit membuatnya kesusahan untuk berjalan dengan leluasa. Hatinya Audrey Vanessa kacau, kalut dan sedih, hancur, cemburu serta kecewa menjadi satu. Air matanya terus menetes membasahi pipinya. Ia berjalan tertatih menuju taman belakang.
"Ya Allah… kenapa Mas Aril tega sekali menyakitiku, apa salahku padanya sehingga dengan mudahnya ia membuatku kecewa dan sedih, apa karena aku sudah janda sebelum ia nikahi sehingga Ia lebih mau berhubungan dengan wanita lain di luar sana dibandingkan dengan aku istri sahnya?" Batinnya Vanesaa dengan langkah kaki yang terus berjalan.
Sudut ekor matanya melihat ada kursi panjang yang bercat putih gading di sekitar taman. Ia kemudian duduk di kursi yang ada di sekitar area taman.
Suasana pagi itu dengan cahaya matahari yang terang, semilir angin sepoi-sepoi, udara yang begitu sejuk dan kupu-kupu yang berterbangan di atas kelopak dan mahkota bunga mampu membuat perasaannya yang kacau sedikit terobati.
Berselang beberapa saat kemudian, perlahan perasaannya semakin berangsur-angsur membaik dan bisa pulih dan membaik seperti semula walaupun tidak menampik jika, hatinya sangat kecewa dan hancur lebur. Istri mana yang akan santai dan tenang jika, melihat ada banyak tanda bibir di sekujur tubuh suaminya.
"Kenapa semua pria seperti itu, Mas Aril dan Mas Endra sama saja mereka tidak berbeda sedikitpun juga," lirihnya dengan sesekali mengusap tetesan air matanya.
Aril berjalan ke arah cermin yang kebetulan botol sabun ada di wastafel yang berdekatan dengan cermin. Sudut ekor matanya melihat banyaknya tanda kissmark bekas gincu milik seorang perempuan tapi, itu bukan miliknya Vanesa.
Aril menutup mulutnya sembari berkata," pasti gara-gara ini alasannya Vanesa marah ngambek dan mengira aku selingkuh." Aril hanya mampu menggelengkan kepalanya sembari tersenyum cengengesan.
Aril tertawa penuh kemenangan, bukannya ia kecewa ataupun sedih, malahan dia sangat bahagia karena mengetahui jika Vanesaa sudah mulai membuka hatinya untuk dirinya. Banyak orang mengatakan cemburu itu tanda sayang. Karena itu lah Aril sangat bahagia menurutnya Vaneesa sudah mulai mencintai dan menyayanginya.
"Aku sangat bahagia setelah tahu jika kamu istriku sudah mulai sayang denganku!" cicitnya lalu perlahan memeriksa semua tanda itu satu persatu.
__ADS_1
"Ini semua gara-gara Cristina si wanita ular berbisa tetapi, aku juga harus berterima kasih karena gara-gara itu aku tahu isi hatinya Istriku, aku harus berterima kasih kepada Cristin kalau gini," lirihnya dengan senyumnya yang sedari tadi mengembang menghiasi wajahnya.
Vaneesa berjalan di sekitar taman bunga dengan ditumbuhi berbagai macam jenis bunga-bunga. dia memetik beberapa tangkai bunga mawar merah, putih dan pink tapi sebelumnya dia meminta izin terlebih dahulu kepada pengurus taman itu.
Berselang beberapa menit kemudian, Vanesaa berjalan perlahan dengan sandal jepit yang mengalasi kakinya itu. Senyuman tulus diberikan oleh si tukang kebun menyambut kedatangan Nyonya Mudanya.
"Siang Pak," sapanya Vanesaa dengan senyuman ramahnya yang tulus dari dalam hatinya yang terdalam.
Tukang kebun itu langsung menghentikan aktivitasnya setelah melihat dan mendengar sapaan dari Nyonya pemilik rumah besar itu, "Siang juga Nyonya, ada yang bisa saya bantu?" Tanyanya yang sedikit membungkukkan badannya sembari menyimpan alat tukangnya.
"Aku lihat semua bunga di taman ini sudah bermekaran, saya sangat suka melihatnya membuat hati menjadi tenang, damai dan sejuk dipandang mata," terangnya sembari mencium aroma wangi bunga itu.
"Hati-hati Nyonya nanti tangannya ketusuk duri mawar," cegah Pak Matius tukang kebun.
"Auh!!" Teriak Vanesaa saat tanpa sengaja tangannya tertusuk salah satu duri dari tangkai bunganya.
****************
Maaf novel ini alurnya maju mundur cantik.. sekarang masih berputar kisah sebelum Audrey Vanessa dan Syailendra berpisah atau cerai.
Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Merebut Hati Mantan Istri loh, judulnya ada di bawah ini:
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
__ADS_1
Love Story Ocean Seana
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kau Hanya Milikku
Kekuatan Cinta
Cinta pertama
Duren I Love You
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya:
Like Setiap babnya
Rate bintang lima
Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi
Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
Makasih banyak all readers…
I love you all..
__ADS_1