
Lisna bercermin di depan cermin besar itu dan berputar meliukkan tubuhnya seperti seorang yang sedang berdansa sedangkan hpnya masih berada di dekat telinganya.
"Sudah sedari kemarin aku menunggu telpon kamu manisku, akhirnya kamu sendiri yang duluan berinisiatif meneleponku," batinnya Ardiansyah yang tersenyum penuh maksud.
"Ini kamarnya suamiku tiba-tiba kuncinya macet dan mesin air dishowerku juga macet enggak tahu kenapa bisa gitu, airnya sedikit pun tidak mau mengalir," jelasnya dengan sedikit serak seperti suara orang yang sedang menangis.
Lisna mulai memerankan aktingnya agar lebih terkesan dan terlihat alami. Ardi yang tidak tahu dengan kenyataan yang ada sudah panik dengan yang terjadi pada perempuan yang diam-diam dia sukai itu. Ardi sangat sadar jika hal itu tidak boleh terjadi dikarenakan karena Lisna sudah menikah dengan pria lain. Tapi, sejujurnya ia sangat mendambakan wanita yang jelas sudah menikah itu.
Ardian sering terbayang dengan wajah dan bentuk tubuhnya Lisna yang sangat seksi. Bahkan ia sudah sering mimpi basah jika membayangkan kemolekan dan keindahan tubuh dari Lisna wanita bersuami yang diam-diam Ia cintai.
"Tunggu yah, aku akan segera menolongmu, gak lama kok cuma sekitar 10 menit saja," ujarnya Ardian lalu segera meraih kunci motor serta helm nya juga yang tergantung di gantungan kunci.
Lisna langsung menutup telponnya lalu bergegas mengambil kunci motornya yang tergantung dipaku yang ada di tembok. Lisna tertawa terbahak-bahak karena mendapatkan pria yang bisa diandalkan.
Dia tersenyum licik sambil berkata, " Alex hari ini loh gw End dan Mas Endra silahkan bersenang-senang dengan si Upik Abu itu, karena aku juga akan berpesta di sini bersama pria yang lebih muda tentunya dari kamu bahkan ia lebih seksi dan lebih dari segalanya,"
Baru beberapa menit berlalu, Lisna bahagia setelah berbicara lewat telpon dengan Ardi, tapi tiba-tiba dia histeris lalu berteriak-teriak tidak jelas.
"Aaaaahhhh brengsek!!! Aku akan buktikan siapa Lisna sebenarnya kepada kalian, dan jangan panggil aku dengan nama Lisna jika dalam waktu dekat ini menantu kesayangan kalian tidak angkat kaki dari sini!" Geramnya Lisna dengan kembali membanting bantal guling yang ada di atas ranjangnya.
__ADS_1
Lisna saking jengkelnya, ia berteriak dengan keras, dia mengeluarkan segala amarahnya dengan melempar semua benda dalam jangkauannya.
"Kalau seperti ini aku seharusnya segera hamil agar Mas Endra menjadikan aku satu-satunya istri sahnya dan menendang si perempuan bodoh itu dari sini," ketusnya dengan seringai liciknya muncul di ujung bibirnya.
Lisna segera memeriksa laci mejanya lalu membuang ke dalam klosed beberapa tablet pil KB yang sering dia konsumsi. Dia pun setiap kali berhubungan dengan pria lain selalu menyuruh prianya untuk memakai alat pengaman. Agar penyakit yang berbahaya tidak menular kepadanya.
"Mereka belum tahu siapa Lisna Kusnadi Wijayanto, Aku ingin menunjukkan kepada kedua mertuaku untuk tidak memandang remeh aku lagi," ketusnya Lisna dengan senyuman smirknya itu yang disertai dengan senyuman licik penuh arti.
...----------------...
Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Hikayat Cinta Syailendra loh, judulnya ada di bawah ini:
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
__ADS_1
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kau Hanya Milikku
Kekuatan Cinta
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Hikayat Cinta Syailendra dengan caranya:
Like Setiap babnya
Rate bintang lima
Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi
Bagi gift poin atau koinnya.
__ADS_1
Makasih banyak all readers…
I love you all..