
"Bagaimana kabarnya Abang?" Tanyanya Dokter Frans yang sekedar basa basi itu sambil menepuk pelan punggungnya Pak Abi saat mereka berpelukan.
"Alhamdulillah, kabarku baik-baik saja kok, kalau kamu bagaimana?" Tanya balik Pak Abimanyu yang sangat bahagia karena setelah hampir lima tahun lamanya terpisah karena kesibukan masing-masing dan kembali dia bisa bertemu dengan teman terbaiknya yang dimilikinya itu.
Pertemuan yang tidak pernah terpikirkan oleh Dokter Frans yang menyangka jika Pak Abimanyu ada di Indonesia bukan di Jerman.
"Bagaimana kabarnya Abang?" Tanyanya Dokter Frans Lie yang sekedar basa basi itu sambil menepuk pelan punggungnya Pak Abimanyu sahabat terbaiknya dimasa mudanya dulu.
"Alhamdulillah, kabarku baik-baik saja kok, kalau kamu bagaimana?"tanya balik Pak Abi.
Pak Abi yang sangat bahagia karena setelah hampir lima tahun lamanya dia bisa bertemu dengan teman terbaiknya yang dimilikinya itu. Mereka seolah seperti bernostalgia kembali mengenang masa mudanya mereka dulu. Pertemuan yang tidak pernah terpikirkan oleh Dokter Frans Lie yang menyangka jika Pak Abimanyu ada di Jakarta, Indonesia.
Pak Abi terpaut beberapa tahun usianya lebih tua sedikit dibandingkan dengan usianya Dokter Frans Lie Simatupang karena itu lah dia memanggil Abang sedari dulu oleh Frans kepada Pak Abi.
"Silahkan duduk Abang," tuturnya sambil melirik sekilas ke arah Ibu Helma yang masih kelihatan cantik diusianya yang sudah kepala lima.
Pak Abi yang mengerti dengan maksud dari tatapan matanya Frans kawannya segera menjelaskan kepada kawannya itu siapa wanita yang selalu bersama dan mendampinginya kemana pun mereka pergi.
Pak Abi memeluk pinggang Istrinya, "Kenalkan Kakak ipar kamu," jelas Pak Abi yang memperkenalkan istrinya dengan temannya.
"Helma Wirama Swie Abimanyu," ujar Ibu Helma memperkenalkan dirinya sendiri sembari menjabat tangannya Dokter Frans.
"Kakak ipar sangat cantik pantesan Abang tidak pernah melirik perempuan di kampus ternyata di Tanah Air banyak gadis yang sangat cantik," puji Dokter Frans.
__ADS_1
"Dokter terlalu memuji," kilahnya Bu Helma yang tersenyum sumringah ke arah dokter.
"Silahkan duduk, jauh-jauh datang dari Indonesia ke Berlin sepertinya ada yang sangat urgen," terang Dok Frans yang juga duduk di kursi kebesarannya.
"Makasih banyak, seperti dugaan dokter kami ke sini khusus hanya untuk bertemu dengan Dokter," balas Bu Helma dengan senyuman tipisnya.
Dokter Frans menatap ke arah Syailendra yang duduk terdiam sedari tadi. Matanya melihat dengan pandangan kosong.
"Saya datang jauh-jauh mencari kamu dan sengaja ingin bertemu karena aku ingin memeriksa kondisi dari kesehatan putraku, dia Endra hampir sudah empat bulan seperti itu, hal ini bermula semenjak dia bercerai dengan istrinya, karena kesalahannya dan kebodohannya," jelasnya Pak Abi yang bercerita tentang asal muasal Endra bisa sakit hingga seperti itu lah sekarang tanpa ada yang ditutupi.
Dokter Frans memperhatikan dengan seksama. Beliau kemudian berdiri dari duduknya lalu mendekati Endra. Tapi, tanpa mereka duga, Endra segera memeluk tubuh Dokter Frans kemudian menangis tersedu-sedu dalam dekapan hangat dokter Frans.
Pak Abi segera bertindak melihat hal itu, ia ingin memisahkan mereka, tapi langsung dicegah oleh dokter dengan mengibaskan tangannya ke arah Pak Abi. Dia kembali duduk di kursinya dan memperhatikan dengan seksama apa yang dilakukan oleh Endra. Pak Dokter tersenyum penuh maksud ke arah Pak Abi.
"Tapi, itu sangat sulit dan mustahil dokter, karena sebenarnya kami tidak mengetahui dimana keberadaan Audry Vanessa mantan istri pertamanya setelah menikah dengan pria lain," terangnya Bu Helma lagi yang ikut menimpali pembicaraan mereka berdua.
"Betul dokter hal itu sangat susah terjadi, tetapi tadi pas kami ada di jalan mau ke sini, tiba-tiba dia berteriak kencang dan meraung-raung, menjerit dan mengamuk memanggil nama mantan istrinya," pungkas Pak Abi.
"Iya betul sekali dan tadi pagi setelah selesai mandi,dia juga berbicara katanya dia memiliki bayi kembar," jelas Bu Helma lagi yang penasaran dengan maksud dari perkataan yang meluncur begitu saja dari mulutnya Endra putra sulungnya itu.
Dokter masih memeriksa dengan teliti keadaan dari Endra. Hingga dia menyimpulkan senyum di sudut bibirnya tersebut. Bu Helma dan suaminya saling bertatapan satu sama lainnya dan tidak mengerti arti dari tatapan matanya dan senyumannya dokter Frans Lie Simatupang.
"Abang harus rutin membawa Syailendra ke sini untuk terapi, karena penyakit ini biasa dialami oleh pria yang tidak menerima kenyataan jika dia sudah bercerai dengan pasangannya, tapi jika kita rutin mengobati dengan memberikan obat dan terapi terbaik, Insya Allah dia pasti akan sembuh," jelas Dokter Frans.
__ADS_1
"Syukur Alhamdulillah kalau gitu Dok, semoga setelah dokter menangani kasus penyakit dari putraku, insya Allah akan sembuh total dari penyakitnya," imbuhnya Pak Abi yang sangat berharap agar putranya secepatnya pulih.
Hari-hari telah berlalu dan mereka lalui dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, pak Abi dan Ibu Helma selalu mengantar Syailendra ke rumah sakit untuk berobat. Dan dari pengobatan tersebut sedikit demi sedikit perlahan-lahan, kesehatan Andra berangsur membaik.
Empat bulan kemudian..
Usia kandungannya Natalie sudah jalan tujuh bulan sehingga, dia tidak lagi mengantar abangnya untuk periksa, cek up di dokter spesialis jiwa seperti yang biasa dia lakukan selama kurang lebih tiga bulan ini.
Endra hari ini dinyatakan sudah sembuh dari penyakitnya, walaupun belum sembuh total. Tapi, kedua orang tuanya sudah mengijinkan Edra keluar rumah sendirian. Mereka memilih hal itu agar anaknya secepatnya sembuh total.
Tapi, untuk urusan mengendarai mobilnya belum bisa diijinkan seperti dahulu sewaktu dia belum sakit. Endra masih dikontrol oleh kedua orang tuanya apa yang dilakukannya setiap harinya.
Intending to please your partner is also part of the adab and procedures for marital relations according to the Sunnah and Islamic law.
A good wife in Islam is one who intends to please her husband in everything he does, including when making love.
Berniat menyenangkan pasangan juga jadi bagian dari adab serta tata cara berhubungan suami istri sesuai Sunnah dan syariat Islam.
Istri yang baik dalam Islam adalah dia yang berniat menyenangkan suaminya dalam segala hal yang dilakukannya, termasuk saat bercinta.
Sedangkan di tempat lain, tepatnya di dalam sebuah kamar pribadi yang cukup mewah dengan fasilitas penunjangnya. Seorang perempuan yang baru selesai memakai pakaiannya karena baru mandi pagi berteriak.
"Aaaaaahhhh Mas Arieli sakit!! Pekiknya yang berteriak kencang saking sakitnya dibagian perut bawahnya yang buncit itu.
__ADS_1