
Vanesa sedari tadi menundukkan kepalanya, "Maafkan Vanesa Pa, aku belum siap," balasnya Vaneesa menundukkan kepalanya yang berusaha untuk menahan tangisnya.
"Kalau seperti itu keputusanmu, maka Papa tidak akan mendesak atau memaksamu semua keputusan ada di tanganmu," pungkas Pak Abimanyu yang tersenyum penuh arti.
Pak Abimanyu Aryasatya sangat bahagia karena bisa kembali dipertemukan dengan anak menantunya. Ia pun segera menyusun rencana agar putranya dan Vanesaa bisa bersatu kembali.
Audrey Vanessa kembali teringat kejadian masa lalunya bersama mantan suaminya yaitu Sysilendra.
Flash Back on..
Kedua mertuanya yaitu Pak Abimanyu dan Bu Helma memutuskan untuk memberikan hadiah liburan kepada kedua anaknya. Hari itu tepatnya hari minggu, pesawat mereka sudah tinggal landas menuju Pulau Dewata Bali, Denpasar.
Syailendra memilih untuk berdekatan dengan Vanesa saja, dia takut jika ayah dan ibunya diam-diam mengirimkan seseorang untuk mengawasi dan nantinya akan mereka laporkan kedua orang tuanya.
"Aku tidak boleh ketahuan sama Mama dan papa jika selama ini aku tidak mencintai istriku Vanesa," batinnya Syailendra.
Dia memiliki pesawat jet pribadi, tapi ke dua orang tuanya menyuruh mereka naik pesawat komersial saja. Katanya hal tersebut bertujuan, agar bulan madu mereka layaknya seperti orang kebanyakan lainnya. Vanesa yang tidak pernah digubris dan diajak berbicara sama sekali oleh suaminya.
"Jangan harap aku akan mencintaimu, sampai kapan pun," umpatnya Sysilendra.
Vanesa lebih memilih untuk membaca beberapa judul novel yang ada di aplikasi hpnya. Sudah biasa dia diperlakukan seperti itu, sehingga dia tidak merasakan hal yang aneh dan lain-lain lagi.
Sedangkan di dalam kamar pribadinya Syailedra yang ada di Jakarta, Lisna masih terlelap dalam buaian mimpi indahnya. Saking lelahnya, Lisna membersihkan seluruh dapur serta perlengkapan makan dan masak, hingga dia tertidur sampai sore hari.
Kedua pasangan suami istri itu sudah sampai dengan selamat di Pulau Bali dia belum bangun juga. Mungkin hal itu terjadi, karena seumur hidupnya tidak pernah sedikit saja dan sekali pun mencuci piring. Memegang piring saja dia lakukan jika ingin makan saja. Sisanya tidak pernah dia bekerja.
Berbeda halnya dengan Vanesa yang sejak dia sekolah menengah Atas dia sudah mulai terbiasa kerja di dapur. Sehingga sampai sekarang sudah terbiasa dan pintar masak.
"Alhamdulillah rencana ku berhasil, semoga saja Lisna tidak bangun hingga esok hari," gumamnya Bu Helma.
Ibu Helma tertawa terbahak-bahak saat memasukkan obat tersebut ke dalam minuman Lisna. Pak Abimanyu yang melihat istrinya tertawa seperti itu, ikut kepo dan penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
Pak Abi ikut tertawa menertawai rencana licik istrinya itu, "Berapa butir pil obat tidur yang Ibu masukkan? Hingga sampai detik ini dia belum bangun juga," sarkas Pak Abimanyu dengan tatapan liciknya.
Pak Abi penasaran dan heran dengan tipu daya istrinya itu. Mereka sudah mengetahui jika Syailedra dan Lisna sudah menikah diam-diam.
"Kamu ada-ada saja, usil sama menantu sendiri," kelakar Pak Abi.
Bu Elma menatap jengah ke arah suaminya," menantu iiihh aku tidak sudi punya menantu model seperti Lisna sampai kapan pun, aku lebih memilih jika Sysilendra putraku membujang untuk selamanya," geram Bu Helma.
Mereka mendapatkan informasi dari agen rahasia yang dia sewa untuk menguntit kegiatan mereka. Dia menatap penuh dengan kelicikan ke arah suaminya. Pak Abi semakin dibuat penasaran dan tidak menyangka jika hal seperti itu terlintas dipikiran istrinya yang paling dia sayangi.
"Apa itu aman yah Papa, karena dua butir pil tidur yang aku masukkan kedalam minuman Lisna wanita ular berkepala tiga itu," tanyanya Bu Helma yang sedikit khawatir.
Mereka saling berpandangan lalu tertawa terbahak-bahak. Suara dari mereka yang cukup besar dan menggema memenuhi ruangan keluarga yang tidak mampu mengusik tidur Lisna.
"Insya Allah… itu akan aman jika perempuan jahat seperti dia yang minum," kesalnya Pak Abi.
Ibu Helma memasukkan obat tidur dengan dosis yang cukup banyak, disaat dia bersama dengan Lisna membersihkan seluruh dapur. Untungnya Lisna tidak menyadari jika dirinya sudah masuk ke dalam perangkap sang ibu mertuanya.
Seperti biasanya, Syailendra tidak akan pernah perduli dengan nasib istrinya sedikit pun. Untungnya Vanessa adalah tipe perempuan yang tidak manja, malahan mandiri tanpa bantuan dari suaminya pun dia masih sanggup membawa banyak barang bawaannya.
Hotel Nusa Dua Bali, yang menjadi tempat Honeymoon mereka. Ke dua mertuanya sangat berharap banyak kepada mereka. Agar sepulang dari Bali, mereka bisa mendapatkan kabar yang baik pula. Sesampainya di dalam kamar, Syaulendra segera menghubungi nomor handphone Lisna, tapi nomor hp Lisna tidak aktif dan selalu berada di luar jangkauan.
"Kok nomornya gak aktif sedari tadi yah? Apa mungkin sudah berangkat nyusul ke sini, tapi apa ayah dan ibu tidak curiga jika nantinya Lisna pamitan," batinnya Syailendra.
Syailendra kembali mencoba untuk menghubungi nomor hp istri sirinya itu. Tapi, kembali gagal dan tidak aktif malahan hanya operator seluler yang menjawabnya.
"Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan atau coba beberapa saat lagi silahkan tinggalkan pesan setelah nada beet berikut ini,"
****************
Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..
__ADS_1
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Hikayat Cinta Syailendra loh, judulnya ada di bawah ini:
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kau Hanya Milikku
Kekuatan Cinta
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Hikayat Cinta Syailendra dengan caranya:
Like Setiap babnya
Rate bintang lima
Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi
Bagi gift poin atau koinnya.
Makasih banyak all readers…
__ADS_1
I love you all..