
Masih Flashback on...
Teriakan Lisnaya dari dalam kamar mandi membuyarkan khayalan dan lamunannya itu. Dia spontan berlari ke arah dalam kamar mandi.
"Tooolongggg!!!" Jeritnya Lisna.
Tapi, langkah kakinya terhenti sesaat ketika dia melihat kondisi dari Lisna. Ardian terperangah dan terdiam mematung. Dia membelalakkan matanya saking tidak percayanya dengan apa yang dilihat oleh kedua matanya itu.
Lisnaa ternyata dalam keadaan yang baik-baik saja. Ardian masih tidak bisa berbuat apa-apa, lidahnya keluh dan seperti ada beban berat yang terikat di betisnya membuatnya tidak bisa bergerak sedikitpun.
Matanya melotot dan membulat penuh seakan-akan bola matanya akan melompat keluar dari tempatnya saja. Tapi, air liurnya seolah sudah menetes membasahi bibirnya itu. Lisna tersenyum sambil berjalan mendekati Ardian yang berdiri seperti patung. Dalam keadaan tanpa sehelai benang pun yang melilit di tubuhnya yang polos.
"Pria polos dan lugu, jika aku semakin memainkan peranku aku yakin ia sudah semakin terbakar hasrat menggebu, dari tatapan sorot matanya saja sudah mengisyaratkan jika rencanaku berhasil," Lisna membatin dengan raut wajah yang kegirangan.
Penampilannya Lisna semakin membuat Ardian tidak berdaya. Lisna yang tidak memakai pakaian selembar pun membuat Ardian berfantasi liar saat itu juga. Kucing mana yang akan lari jika diberikan seekor ikan yang segar. Lisna semakin mendekat ke arah Ardian dengan tatapan matanya yang liar dan penuh gejolak,dia melenggak-lenggok dengan seksinya di hadapan Ardian. Sedangkan Ardian dengan susah payah menelan ludahnya.
"Kalau seperti ini penampilannya Mbak Lisna, aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan aku ingin segera menerkamnya," batinnya Ardian.
Jakungnnya naik turun, keringat bercucuran membasahi pipinya. Tubuhnya sedikit gemetaran. Seumur-umur hidupnya ini yang pertama kalinya melihat seorang perempuan tidak memakai pakaian apa pun yang menutupi tubuhnya.
"Ardi," ucap Lisna dengan penuh sensual sembari menyentuh satu persatu anggota tubuhnya Ardian.
Lisna berjalan mengitari tubuhnya Ardian yang cukup tinggi dan tegap. Lisna berani menggoda Ardian karena dia tahu tiga hari kemudian baru Syailendra dan Audrey Vanessa pulang dari Denpasar, Bali dalam rangka honeymoon yang direncanakan oleh kedua mertuanya itu.
"Ardian sayang Mbak butuh kehangatan, Mbak tidak tahan dingin," ujarnya sembari mengelus jakungnya Ardian yang naik turun tidak beraturan lagi.
Ardian yang diperlakukan seperti itu terus beristigfar dalam dadanya. Lisna yang melihat Ardian masih tetap pada pendiriannya terus melancarkan aksinya untuk menggoda Ardian. Ia yang sama sekali buta dengan dunia yang sering ditekuni oleh Lisba selama ini.
"Apa Ardian tidak kasihan sama Mbak?" Tanya Lisna yang semakin melancarkan aksinya lalu mengelus dengan sangat lembut dada bidang Ardian yang cukup lebar itu.
"Ya Allah ampunilah diriku yang harus terjebak dalam situasi yang seharusnya tidak boleh terjadi," lirihnya Ardian yang akal sehatnya sudah ditutupi dengan kabut ga i rah.
__ADS_1
Ardian berperang dengan pikirannya dan akal sehat dengan nafsunya yang semakin memberontak ingin tersalurkan.
"Ardi tolong Mbak, aku tidak tahan lagi dinginnya," ratap Lisna dengan berdiri di hadapannya Ardian tapi tangannya mengelus dan meraba bagian tubuhnya sendiri.
Perkataan Lisna yang sangat mesra itu membuat pertahanan Ardi akhirnya runtuh juga. Ardi segera menggendong tubuhnya Lisna dengan cara bridal style. Lisna tersenyum penuh arti lalu mengalungkan tangannya ke leher Ardi. Ia bersorak gembira karena rencananya berhasil juga. Walaupun harus susah payah juga.
"Kamu makan umpan aku juga, Mas Endra bersiaplah untuk menjadi calon Ayah dari anakku bersama Ardian," gumam Lisna.
Perlahan Ardi menidurkan tubuhnya Lisna di atas ranjang king size-nya. Kemudian dia mengikuti instingnya nalurinya sebagai seorang pria dewasa. Dengan bantuan dan tuntunan dari Lisna mereka pun sama-sama menyalurkan hasrat satu sama lain. Hari itu menjadi hari pertama Ardi melepaskan perjakanya di dalam genggaman tangannya Lisna sang penakluk Ardian Frans Ginanjar.
Mereka melakukannya hingga berulang kali tanpa jeda sedikit pun. Lisnaa dibuat menjerit kecil kegirangan dengan pelayanan yang diberikan oleh Ardi. Ini yang pertama kalinya Lisnaa merasakan kepuasan yang nyata.
Sedangkan bersama dengan Alex, Endra suaminya dan yang lainnya sekalipun Lisna tidak pernah dibuat bertekuk lutut. Hantaman demi hantaman yang dilakukan oleh Ardi membuatnya terbang melayang hingga ke langit tingkat tujuh.
"Heemmhhh sayang punyamu membuatku puas dan sangat bahagia," racau Lisna.
Dengan berbagai gaya, mereka sama-sama memberikan kee puuuaa saaan yang tidak terkira. Lisnaa mengacungi jempol atas pelayanan super yang diberikan oleh Ardian di atas ranjang.
Senyuman terus mengembang di wajah cantiknya Lisnaa. Dia benar-benar dibuat tak berdaya oleh hujaman dari benda tumpul milik Ardi. Ardi dan Lisna menikmati malam pertamanya di dalam kamar pribadinya Endra.
"Audrey Vanessa!!!" Teriaknya Syailendra dengan wajahnya yang penuh amarah dan kebencian yang memerah.
Vaneesa langsung berjalan dengan cepat ke arah Endra walaupun bagian intinya masih sering perih dan sakit tapi dia tidak menghiraukannya sama sekali. Dia berjalan cepat agar dia tidak membuat Endra semakin marah.
"Vanesa!!! katakan padaku siapa pria yang pertama merenggut kesucianmu haaaa?" Pekiknya Syailendra lagi yang suaranya sudah menggelegar memekakkan telinga memenuhi ruangan tersebut.
Pertanyaan yang terlontar dari bibirnya Endra membuatnya langsung terdiam dan keheranan karena tidak mengerti dengan maksud dari pertanyaan itu. Sedangkan Vanesaa di dalam kamar Hotel Nusa Dua Bali harus kembali menangis tersedu-sedu. Dia tidak menyangka jika Endra akan berkata seperti itu padanya.
Maaf novel ini alurnya maju mundur cantik.. sekarang masih berputar kisah sebelum Audrey Vanessa dan Syailendra berpisah atau cerai.
__ADS_1
Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Hikayat Cinta Syailendra loh, judulnya ada di bawah ini:
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kau Hanya Milikku
Kekuatan Cinta
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya:
Like Setiap babnya
Rate bintang lima
Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi
Bagi gift poin atau koinnya.
__ADS_1
Makasih banyak all readers…
I love you all..