Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 56


__ADS_3

"Ini resep obat untuk istri Tuan dan tolong dijaga baik kehamilannya ibu, dan jangan lupa untuk selalu mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi serta beberapa obat dan vitamin yang saya sudah dituliskan di dalam kertas itu Tuan," ujarnya dokter kandungan yang nantinya akan selalu menangani kesehatan dari Vanesa hingga melahirkan sesuai dengan rekomendasi dari Nyonya Dwi tentunya.


"Makasih banyak Dok, Kalau begitu kami permisi dulu," ucap Ariel berpamitan kepada dokter kandungan tersebut sambil menggandeng tangannya Vanesa dengan penuh kehati-hatian.


Keduanya tersenyum lalu meninggalkan ruangan praktek dokter. Dokter tersebut segera mengambil hpnya dan mengirim pesan ke nomor seseorang dan mengabarkan jika anaknya Vanesaa adalah kembar sesuai yang diketahuinya.


Seandainya bisa, Vanesaa tidak ingin berhubungan lagi dengan Nyonya Dwi Handayani, tapi sangat mustahil dan tidak mungkin bisa terjadi dan dia lakukan selama mereka masih suami istri. Dan dia tidak mungkin juga harus melarang suaminya untuk bertemu dan berinteraksi dengan maminya sendiri itu sangat mustahil dia lakukan.


Ariel yang tidak sengaja melihat raut wajah dari istrinya yang tadinya sumringah bahagia sekarang seperti seseorang yang memiliki beban yang cukup berat saja.


"Mas tidak boleh tahu apa yang terjadi padaku dan apa yang aku pikirkan juga," Vanesaa membatin.


Ariel menyentuh dengan penuh kelembutan lengannya Vanesaa, "Sayang kamu baik-baik saja kan?" tanyanya yang mencoba bertanya kepada istrinya tapi, tangannya terus berada di pinggang Istrinya itu.


Audrey Vanessa menoleh sekilas kearah suaminya lalu berusaha tersenyum dan menutupi kenyataan yang terjadi di dalam hatinya.


"Aku tidak apa-apa kok Mas, hanya saja sepertinya si kembar butuh makan," jawabnya dengan senyuman termanisnya yang diperlihatkan agar Arieli tidak khawatir dan bertanya lagi lalu mengelus perut buncitnya itu.


"Maaf, Papi lupa kalau kalian lapar, maafkan Papi yah sayang," sesalnya Ariel lalu berjongkok di hadapan Vanesa lalu mengelus lembut perutnya itu dengan mendekatkan telinganya ke arah perutnya Vanesaa.


Ariel ingin berinteraksi langsung dengan calon bayinya walaupun bukan darah dagingnya sendiri.


"Mas,malu dilihat orang loh," ucapnya Vanesaa lalu mencoba membantu Aril untuk berdiri dari posisi jongkoknya.


Spontan wajahnya Vaneesaa bersemu merah menahan rasa malunya karena beberapa orang ada yang memperhatikan apa yang mereka lakukan. Tapi Aril sama sekali tidak peduli lagian menurutnya apa yang dilakukan olehnya wajar dan sah-sah saja lagian mereka juga ada di Berlin Jerman bukan tanah air yang penuh dengan ghibah dan gosip.


"Biarkan saja mereka melihat kita, Mas tidak peduli dengan tanggapan mereka yang paling penting mereka harus tahu jika aku sangat bahagia menanti kehadiran dan kelahiran kedua anakku ke dunia ini," balasnya yang masih dalam posisi berlutut.


"Ya Allah, apa Mas Endra akan seperti ini juga kalau Mas Endra mengetahui jika aku hamil calon anak kembar untuknya?" Vanesaa kembali teringat ingat dengan mantan suami pertamanya.


Vanesaa memikirkan tanggapan dari Syailendra mantan suaminya sekaligus ayah biologis dari calon anak kembarnya.

__ADS_1


"Mas berjanji akan melakukan yang terbaik untuk kedua anak kita sayang, dan mulai hari ini panggil Mas dengan sebutan Papi," ujarnya dengan senyumannya yang selalu menghiasi wajahnya yang seakan-akan tidak pernah pudar.


"Kalau gitu ayo pulang Papi, Mami lapar loh," ujarnya yang mengajak suaminya untuk segera berdiri lalu pulang dari rumah sakit.


Aril sama sekali tidak pernah melepaskan pegangan tangannya dari tangan istrinya itu, seakan-akan Van akan menghilang dari pandangan dan hidupnya jika dilepaskan tangannya. Mereka sudah berada di dalam mobil menuju rumah mereka yang ada di pinggir kota Berlin, Jerman.


Di dalam mobil Vanesaa lebih banyak diam dan bungkam dan mengarahkan pandangannya ke arah luar jendela. Dia seakan-akan larut dalam khayalan dan pikirannya sendiri. Aril sama sekali tidak menyadari hal itu, karena menurutnya mungkin Vanesaa terlalu lelah dan lapar. Sehingga dia membiarkannya dalam keadaan seperti itu.


"Papi, kenapa perutku semakin besar saja, jika dibandingkan dengan kehamilan dan perut ibu-ibu yang lain yang hamil kembar, malahan tubuhku semakin hari semakin berat saja, untuk bergerak dikit saja sangat susah, sepertinya aku mengandung tiga bayi loh Mas padahal menurut dokter sesuai hasil USG hanya dua saja," Ungkapnya Vanesaa yang memperbaiki posisi duduknya yang sedikit kesusahan dan nafasnya yang sesak.


"Kalau seperti itu Alhamdulillah sayang, Mas sangat bahagia jika emang bener kamu hamil anak kembar tiga orang dan Mas berharap sepasang ada anak cewek dan cowok," jawabnya dengan senyuman tulusnya sambil menciumi punggung tangan istrinya itu.


Sedangkan di belahan dunia lainnya, ada seseorang yang sedang tertawa terbahak-bahak mendengar kabar bahagia itu. Dia duduk di kursi kebesarannya sambil menuangkan sebuah minuman yang berwarna merah pekat seperti darah saja. Ia sedari tadi tersenyum kegirangan setelah orang suruhannya mengabarkan padanya kabar yang sangat baik dan penting.


"Tersisa beberapa bulan lagi, aku akan melakukan rencana keduaku, dan tunggulah saat itu telah datang kamu akan aku tendang dari nama anggota keluargaku," imbuhnya dengan seringai liciknya.


"Kamu memang sangat pintar sayang, memang kita yang berhak atas harta mereka yang melimpah, bukan untuk orang lain yang sama sekali tidak berhak, aku salut kamu sangat pintar mencari orang yang bisa kamu manfaatkan sebagai bidak catur dalam rencanamu yang sangat brilian itu," tuturnya sang Pria seraya dengan menarik tubuh kekasihnya ke dalam pangkuannya lalu mulai mencumbu mesra tubuhnya wanitanya itu dengan penuh kelembutan.


Rencana yang mereka susun selama ini sudah berjalan 85%. Mereka hidup dalam topeng kepalsuan. Karena harta mereka melakukan segala cara.


****************


Maaf novel ini alurnya maju mundur cantik.. sekarang masih berputar kisah sebelum Audrey Vanessa dan Syailendra berpisah atau cerai.


Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Hikayat Cinta Syailendra loh, judulnya ada di bawah ini:



Pelakor Pilihan

__ADS_1


Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kau Hanya Milikku


Kekuatan Cinta


Cinta pertama


Duren I Love You



Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya:


Like Setiap babnya


Rate bintang lima


Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi


Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...


Makasih banyak all readers…


I love you all..

__ADS_1


__ADS_2