
"Jika terjadi sesuatu dengan anakku aku akan hancurkan Dwi aku tidak akan pandang bulu jika kamu berani menyentuh anak dan cucuku," umpatnya Pak Abimanyu.
"Dion putar balik mobil kita akan jemput putra dan keluarganya, telpon segera Daniel untuk segera menyusul Tuan Muda Endra!" perintahnya Pak Abimanyu.
Yudistira tersenyum melihat papanya yang ternyata datang menjemputnya. Yudis mengira bukan papanya langsung yang datang menjemputnya mengingat kesibukan papanya di perusahaan dan juga sedang mengurus persiapan ulang tahun keponakannya.
Raut wajah kebahagiaan yang terpancar dari dua pria beda generasi yang sama tampan dan berkarisma itu. Mereka saling berpelukan erat.
"Assalamualaikum Papa," sapanya Yudistira Tirtayasa Luis Abimanyu sambil memeluk erat tubuh pria yang selalu menjadi panutan dalam hidupnya.
"Waalaikum salam putraku, gimana kabarmu Nak?" tanyanya Pak Abi sambil menepuk pelan punggung lebar salah satu anak kembarnya itu.
"Syukur Alhamdulillah Papa, seperti yang Papa lihat saya dan anak istriku sehat walafiat tanpa kekurangan apapun," jawabnya Yudi.
Natalie istrinya Yudistira perempuan berdarah campuran indo Jerman Turki itu semakin cantik dengan balutan hijabnya. Natalie segera meraih tangan Papa mertuanya dengan penuh takzim.
"Bagaimana kabarmu Nak, semoga kamu dan calon cucu Papa dalam keadaan yang baik saja, kamu sangat cantik dalam balutan hijab ini Nak," tuturnya Pak Abi yang memuji kecantikan anak menantunya.
"Alhamdulillah Papa kami baik-baik saja,tapi cucu Papa yang satunya sangat merindukan kehadiran kakek dan neneknya," ujarnya Natali Andira Ahmed Sneider seraya tersenyum ramah.
"Kakek!" Adelio anak pertamanya Yudistira dengan Natali.
Pak Abimanyu segera memeluk tubuh kecil cucu keempatnya itu di dalam dekapan hangatnya. Beliau sedikit membungkukkan badannya untuk memeluk tubuhnya Adelio Alfarizi Yudistira.
__ADS_1
"Jagoannya kakek sudah besar rupanya, kamu tahu enggak kakek sangat merindukan kamu cucuku," imbuhnya Pak Abimanyu.
Adelio tersenyum sumringah karena bahagia sudah bisa bertemu dengan kakeknya yang sudah lama ia rindukan.
"Kan cucunya Kakek Abimanyu Perkasa jadi harus jadi jagoan dan kuat seperti kakek," timpalnya Adelio.
Pak Abi memperhatikan jam tangannya, "Kalau gitu kita langsung saja ke panti asuhan karena sisa setengah jam lagi acara akan dilaksanakan kasihan Ara kalau terlalu lama menunggu kita," imbuhnya Pak Abi seraya menggandeng tangannya Adelio.
Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di tempat acara. Starla Kejora Aysila Airen Syailendra yang melihat adik sepupunya itu datang jauh-jauh dari Jerman segera berlari menyambut kedatangan keluarganya.
"Adelio!!" Teriaknya Ara yang sudah berlarian membuat beberapa orang di dalam tempat acara mengalihkan perhatiannya ke arah Ara.
Adelio yang menyadari kakak sepupunya berlari ke arah mereka segera melepaskan pegangan tangan mamanya dan juga berlari kencang menyambut kedatangan kakaknya.
Nafas kedua bocah itu tersengal-sengal saking kuat dan kencangnya mereka berlarian.
"Aku kangen banget sama kamu dek! Gimana kabarnya Adelio?" Tanyanya Ara yang masih terbata dan tergagap dalam berbicara karena nafasnya yang masih belum teratur.
Angkasa yang melihat hal itu sedikit terenyuh hatinya karena mengingat kedekatan mereka dengan adiknya Samudera yang belum ketemu juga keberadaannya. Ia seolah kehilangan jejak dan kabarnya adik bungsunya itu yang hanya beda beberapa menit saja dengan waktu kelahirannya.
"Ya Allah… aku merindukanmu adikku, Abang sangat sedih dihari ulang tahun kita kamu tidak hadir, Abang berdoa semoga kamu juga sedang tersenyum bahagia meniup lilin," batinnya Angkasa yang raut wajahnya sendu ketika teringat adiknya itu.
Bu Laia Sari yang memperhatikan intens ke arah mereka yang baru saja datang tanpa sengaja diperhatikan oleh Bu Helma.
__ADS_1
"Kapan Audry Vanesaa juga seperti mereka, bahagia tersenyum tanpa ada beban yang harus menghimpit hatinya yang setiap disela sujudnya menyebut nama anaknya Samudera," Bu Laila Sari bergumam sembari menyeka air matanya sambil menoleh ke arah lain agar satupun orang tidak ada yang melihat apa yang sedang ia lakukan.
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya: Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
Jangan lupa juga untuk mampir baca novel baru aku judulnya:
First Love Rubi Salman
Bukan Yang Pertama
Cinta Pertama
Dewa dan Dewi
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Duren, I Love you
Makasih banyak all readers… I love you all..
__ADS_1