
Para karyawan dan karyawati perusahaan Global Star Tbk dibuat semakin terkejut dan tidak menyangka jika Vanessa ternyata mantan istri dari pria CEO perusahaan tempat mereka bekerja. Semuanya berbisik-bisik dan banyak juga yang iri setelah mengetahui itu.
"Mama Vanesa," sapanya Ara yang sudah menangis tersedu-sedu.
Vanesa segera melerai pelukannya saat mendengar seruan dari Ara dan juga perkataan dari Bu Helma. Raut wajahnya Vanessa dibuat terkejut sekali lagi.
"Kedua anakku!" Beo Vanessa.
Vanessa sungguh terkejut mendengar perkataan dari Bu Helma mantan ibu mertuanya itu.
Vanessa segera berjalan ke arah Bu Helma sambil berucap," Mama maksudnya anakku Samudera juga ada disini? Apa Mama menjemputnya di rumahnya Bu Dwi Handayani, kalau gitu di mana putraku Samudera?" Tanyanya yang sudah tersenyum bahagia karena sudah hampir satu tahun ia terpisah dengan salah satu anak kembarnya tanpa mengetahui kabarnya lagi selama mereka berpisah.
Bu Helma menatap ke sekelilingnya dan tidak tahu harus berbicara apa,ia pun bingung diserang dengan berbagai pertanyaan tiba-tiba lidahnya keluh seketika itu. Sedangkan Ara semakin mengeraskan suara tangisannya karena ternyata mamanya selama ini tidak pernah mengetahui dan mengharapkan kehadirannya apa yang ia ketahui dari sisinya sendiri.
"Ara sayang,kok nangis?" Tanyanya Natalie yang keheranan melihat keponakan dari suaminya itu menangis tersedu-sedu.
"Mama Vanesa tidak sayang sama Ara! Aunty, Mama hanya sayang sama saudara kembarku saja, kalau sama Ara sama sekali tidak," rengeknya Ara yang tergugu dalam tangisnya dengan wajah memelasnya.
Natali segera memeluk tubuh kecilnya Starla. Ia juga sedih melihat Ara sedih tapi, ia juga kebingungan harus menjelaskan bagaimana di hadapan Ara.
"Ya Allah… kasihan juga nasibnya Ara yang harus terpisah dengan mamanya sejak lahir karena kejahatan seseorang," batinnya Natalie istrinya Yudistira.
Ara segera melepas dengan paksa pelukannya Natalie lalu berlari ke arah Vanesa yang masih meminta jawaban dan penjelasan dari kedua mantan mertuanya itu.
"Mama Vanesa jahat!!" Teriaknya Starla lalu berlari kencang ke arah pintu keluar.
Vaneesa yang mendengar langsung teriakannya Ara semakin dibuat kebingungan.
"Papa! Apa maksudnya Ara berbicara seperti itu? Aku bukan mamanya Ara kenapa ia memanggil Mama sama aku," Vaneesa mengerutkan keningnya karena tidak ada yang ingin membuka mulutnya untuk berbicara menjawab semua pertanyaannya.
"Mama akan mengejar Ara, kalian disini saja," itu pungkas Yudistira
Yudistira segera berjalan tergesa-gesa mengejar keponakannya itu. Tapi, ia melihat anak sulungnya itu menggendong cucu keduanya yang masih sesegukan dan sesekali terdengar isakan tangisnya.
__ADS_1
"Abang Syailendra," beo Yudis.
Endra hanya tersenyum menanggapi sapaan dari adiknya itu tanpa berniat untuk menimpalinya, ia hanya melanjutkan perjalanan ke arah dalam ruangan tempat acara pelaksanaan ulang tahunnya Starla dan Angkasa.
Mimik wajahnya Endra sulit untuk dijelaskan seakan-akan menyimpan beberapa rahasia besar. Pak Abimanyu baru berniat ingin membuka suaranya untuk berbicara tapi, niatnya segera terhenti ketika dia melihat kedua anak kembarnya berjalan ke arahnya dengan Ara di dalam gendongannya Endra.
Para tamu undangan yang hadir sebagian ada yang sama sekali tidak peduli dengan apa yang mereka lakukan, tapi sebagian besar menghentikan aktifitas mereka untuk mendengar dan menyaksikan apa yang sedang terjadi.hjfhghghfhgg
Vanesa yang tidak menyadari kedatangan Endra kembali bertanya kepada Bu Helma lagi," Mama tolong jelaskan padaku siapa Ara kenapa ia berkata seperti itu padaku? Sedangkan aku sama sekali tidak ada hubungan apapun dengan Ara?" Tanyanya Vanesaa sembari menggoyangkan tubuhnya Bu Helma yang meminta jawaban.
Bu Helma melihat kedatangan putranya, Endra memberikan kode kepadanya untuk tidak berbicara dan menyuruh mamanya untuk diam saja sambil menaruh jari telunjuknya di depan mulutnya.
Endra sudah berdiri di belakangnya Vaneesa," apa kamu ingin mengetahui siapa Ara dan kenapa putriku berbicara seperti itu padamu!" Imbuhnya Endra.
Vaneesa yang mendengar perkataan dari pria yang sampai detik ini masih mampu mengenali suaranya yang cukup jelas. Dia segera berputar ke arah belakang tanpa suara apapun hanya menatap intens ke arah Syailendra.
Mereka meneteskan air matanya, antara bahagia dan sedih. Vanesaa pasti berharap jika, Aril dan Nyonya Dwi Handayani nantinya akan memperlakukan mereka dengan baik. Ibu Laila ragu dan khawatir jika masa lalunya Vanesaa terulang kembali.
Ketakutan yang dirasakan oleh Bu Laila sangat wajar dan normal itu terjadi. Bu Laila berharap penuh agar pernikahan mereka akan kekal abadi hingga maut yang memisahkan cinta dan hubungan mereka berdua.
"Aku tidak butuh penjelasan dari kamu, karena semua yang kamu katakan adalah hanya kebohongan saja," gerutu Vanesaa.
Akhirnya ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Akhirnya ku menemukanmu
Saat raga ini ingin berlabuh
Ku berharap engkau lah
Jawaban segala risau hatiku
__ADS_1
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku
Jika nanti ku sanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahan ku
Dan bila nanti engkau di sampingku
Jangan pernah letih tuk mencintaiku
Akhirnya ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Ku berharap engkau lah
Jawaban segala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku
Jika nanti ku sanding dirimu
miliki aku dengan segala kelemahan ku
Dan bila nanti engkau di di sampingku
Jangan pernah letih untuk mencintaiku
Endra hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan dari Vaneesa," Starla Kejora Aysila Airen Syailendra adalah putrimu sekaligus anak kedua kamu!" Jelasnya Endra.
__ADS_1
Endra sangat mencintai Istrinya hingga akhir waktu dalam hidupnya.