
"Kenapa semakin hari perutku semakin membesar saja dan berat badanku sulit aku gerakkan lagi, seolah-olah aku hamil tiga bayi saja kalau seperti ini terus," terangnya dengan perlahan mendudukkan tubuhnya di atas ranjang lalu mulai mengambil beberapa perlengkapan make up-nya.
Setiap hari, Vanesa semakin merasakan dirinya kesusahan untuk bergerak dan beraktifitas seperti biasanya. Ia kadang mengeluh karena merasa hanya hamil dua anak saja bukan lebih.
Semoga tidak ada lagi yang bingung.. beberapa bab kedepan akan masih cerita seputar kisah pernikahan dan rumah tangganya Audrey Vanessa yang kedua dengan mendiang suaminya Aril Permana.
Keep smiling, because life ia beautiful thing and there's so much to smile about, good morning.
Vanesa masih memoles wajahnya dengan make up ala kadarnya, "Aku harus menelpon Mas Aril untuk meminta maaf kepadanya dan semoga saja Mas Aril menerima permintaan maafku ini," gumam Vanesssa.
Dia buru-buru menyelesaikan polesan make up minimalis di wajahnya. Selama hamil, Vanesaa merasakan ada beberapa karakter dan kebiasaannya yang berubah drastis. Dia tidak tahu dengan hal itu karena pengaruh hormon kehamilan atau karena selama ini sudah terlalu berat beban hidup yang dia jalani.
"Aku berharap Mas Aril memaafkan khilaf dan keegoisanku tadi," cicitnya Vanesaa.
Vanessa meraih hpnya lalu segera menelpon nomor hp suaminya, tapi nomornya Aril. selalu tidak aktif, dia tidak menyerah begitu saja.
Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi setelah nada bet berikut ini. Hanya suara Mbak operator seluler yang sedari tadi menjawab panggilan telponnya Vanesaa.
Karena tidak tersambung, Vanesa memilih untuk mengirimkan pesan chat dan dia berharap setelah mengaktifkan kembali hpnya, Aril akan menghubungi nomor hp istrinya.
"Semoga saja setelah mengaktifkan kembali hpnya Mas Ariel dia akan menelponku, percuma juga aku terus telpon kalau nomornya tidak aktif," ketusnya dengan tidak terlintas di pikirannya hal negatif sedikitpun.
Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 11 malam, tapi Aril ama sekali belum memberikan kabar kepadanya dan juga belum pulang.
"Ya Allah… mas Aril di mana yah, sudah hampir jam 12 malam tapi nomornya tidak aktif, tidak pulang juga ke rumah, apa Mas Ariel sangat jengkel dan marah padaku yah!" Cicitnya Vanesaa.
Biasanya Ariel kebiasaan setiap hari dalam sejam itu sudah dua atau tiga kali menelponnya untuk menanyakan kabarnya dengan anak kembarnya. Aril akan selalu melakukan hal-hal kecil itu yang selalu membuat Vanesa tersenyum bahagia.
Apalagi jika Ariel sedang bekerja atau ada urusan penting yang dia kerjakan di luar rumah ataupun perjalanan bisnis ke luar negeri atau pun keluar kota dari Berlin Jerman.
Karena cukup lelah, Vanesaa memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya, tapi Vanesa yang belum bisa memejamkan matanya, hanya berguling ke arah samping kiri dan kanan, walaupun tubuhnya yang sudah seperti buntelan pakaian yang teronggok di atas lantai.
"Ya Allah… sudah tengah malam tapi, Mas Aril belum pulang juga, apa Mas sangat marah dengan kelakuanku sore tadi?" Lirihnya Vanesaa.
Vanesa berusaha untuk bangkit tapi kesusahan terpaksa hanya berbaring saja sembari berucap," aku janji tidak akan pernah meminta hal seperti itu lagi, dan akan meminta maaf pada Mas jika pulang," tuturnya dengan penuh penyesalan dan kecewa dalam waktu yang bersamaan.
__ADS_1
Berselang beberapa menit kemudian, Dia mondar mandir di depan pintu kamarnya dengan memegangi perutnya yang semakin membesar itu. Dengan berjalan perlahan karena bulan ini,dia sudah mengalami kesulitan untuk berjalan diakibatkan kehamilannya yang semakin membesar saja.
"Aku coba telpon lagi, mungkin nomornya sudah aktif," lirihnya Vanesa lalu menghubungi kembali tapi, masih seperti sebelumnya hal yang sama terjadi, yaitu nomor hpnya tetap tidak aktif.
Air matanya perlahan luruh juga membasahi pipinya," ya Allah Mas Ariel maafkan aku, aku tidak sengaja dan berniat untuk melukai hati dan perasaannya Mas, aku janji tidak akan mengulanginya lagi di lain waktu," ratapnya Vanesaa yang semakin sedih saja.
Karena kelelahan berjalan ke sana kemari, ia memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sudah didera kelelahan. Dia pun merangkak perlahan naik ke atas ranjangnya.
Dengan kondisinya yang hamil anak kembar membuat aktivitasnya sedikit terganggu dan terbatas. Walaupun seperti itu, dia tetap bahagia dan eksaitik menanti kelahiran buah hatinya yang tidak lama lagi.
Perlahan tapi pasti, matanya perlahan mulai terpejam dan sudah berkelana di dalam alam mimpinya. Ia tersenyum dalam mimpinya karena bertemu dengan tiga bayi yang sangat lucu, mungil dan menggemaskan.
Sedangkan di dalam ruangan khusus tepatnya di dalam Kafe. Seorang perempuan yang masih dalam keadaan polos tanpa memakai sehelai kain yang menutupi tubuhnya yang cukup seksi itu duduk bersandar di kepala ranjang sembari menyesap minuman beralkoholnya.
"Hahaha, rencanaku berjalan mulus tanpa hambatan, andai saja sedari dulu seperti ini, aku tidak perlu repot-repot mencari Pria di luar sana untuk menjadi calon ayah dari calon bayiku," jelasnya seraya mengelus perutnya itu.
Perempuan itu tidak lain adalah Cristina yang stress memikirkan kehamilannya yang sudah berusia hampir lima bulan. Pria yang telah menghamilinya tidak ingin bertanggung jawab padanya karena alasannya mereka melakukan atas dasar suka sama suka atau one night stand.
Dia berniat untuk menggugurkan kandungannya, tetapi setiap dokter yang dia datangi mencegah dan melarangnya untuk melakukan hal tersebut. Alasan semua dokter kandungan karena umur janinnya yang sudah cukup besar sehingga akan berakibat membahayakan mereka berdua nantinya.
Dia kembali menciumi seluruh wajah dan tubuhnya Aril, hal itu dia lakukan bertujuan untuk akting dan rencananya terlihat lebih sempurna dan meyakinkan. Dia menyimpan banyak tanda kepemilikan di atas tubuhnya Arieli.
Cristin tertawa terbahak-bahak melihat tubuhbya Ariel yang sudah seperti tembok yang dipenuhi dengan cat merah.
"Kali ini kamu tidak akan lolos dariku, dan aku akan berbuat nekat jika kamu menolak permintaanku," terangnya dengan duduk di atas pangkal paha Aril.
"Ha-ha-ha!!!!" Gema suara tawanya memenuhi seluruh penjuru dan sudut ruangan itu.
****************
Maaf novel ini alurnya maju mundur cantik.. sekarang masih berputar kisah sebelum Audrey Vanessa dan Syailendra berpisah atau cerai.
Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Hikayat Cinta Syailendra loh, judulnya ada di bawah ini:
__ADS_1
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kau Hanya Milikku
Kekuatan Cinta
Cinta pertama
Duren I Love You
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya:
Like Setiap babnya
Rate bintang lima
Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi
Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
Makasih banyak all readers…
I love you all..
__ADS_1