Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 21


__ADS_3

"Teman baru yang sangat baik kalau gitu sayang, ingat harus tetap berhati-hati karena kita tidak tahu hati orang lain gimana sebenarnya, jadi jangan gampang percaya tetap harus selalu waspada kalau menurut kakek gitu nak," nasehat Pak Abimanyu sembari menoel hidung mancungnya Ara.


Ara tersenyum penuh kegirangan ke arah kakeknya itu, "Siap Kakekku yang paling ganteng sedunia," timpalnya Ara sambil merentangkan kedua tangannya ke arah samping.


Mereka tersenyum bahagia melihat keceriaan dan kegembiraan yang terpancar dari wajah ayu dan cantiknya Ara yang semakin besar semakin mirip saja dengan Mamanya Audry Vanesa.


Bu Helma terdiam sesaat sambil memikirkan sesuatu, "Ya Allah.. syukur Alhamdulillah aku panjatkan kehadiratMu.. karena setelah sekian lama cucuku akhirnya bisa tersenyum lepas tanpa ada beban berat yang dialami, semoga anak dan cucuku mendapatkan kembali kebahagiaannya yang pernah terenggut dulu," Bu Helma membatin.


Beberapa saat kemudian, Ara dan Mang Adam sudah bersiap menuju sekolah sedangkan Pak Abimanyu dan Syailendra akan ke perusahaan karena hari ini mereka berdua akan mengetes langsung beberapa calon karyawan dan karyawati yang menurut mereka memiliki potensi dan skill yang baik dan mumpuni.


Mereka tersenyum bahagia melihat keceriaan dan kegembiraan yang terpancar dari wajah ayu dan cantiknya Ara yang semakin besar semakin mirip saja dengan Mama kandungnya yaitu Audrey Vanesa.


"Ya Allah.. syukur Alhamdulillah aku panjatkan kehadiratMu.. karena setelah sekian lama cucuku akhirnya bisa tersenyum lepas tanpa ada beban berat yang dialami, semoga anak dan cucuku mendapatkan kembali kebahagiaannya yang pernah terenggut dulu," Bu Helma membatin.


Beberapa saat kemudian, Ara dan Mang Alam sudah bersiap menuju sekolah sedangkan Pak Abimanyu dan Syailendra akan ke Perusahaan karena hari ini mereka berdua akan mengetes langsung beberapa calon karyawan dan karyawati yang menurut mereka memiliki potensi dan skill yang baik dan mumpuni.


Ara sudah berjanji kepada Papa serta Kakek Neneknya untuk tidak akan manja lagi dan mulai hari itu dia akan berangkat sekolah diantar jemput oleh Mang Udin saja.


"Jadi Papa akan ikut bersama beberapa manajer akan turun langsung mengevaluasi dan mengetes beberapa calon karyawan dan karyawati yang akan bekerja di perusahaanku khusus yang masuk 20 besar," tanyanya Syailedra saat sudah memutar kunci mobilnya.


Pak Abi menatap ke arah anaknya sebelum mengiyakan pertanyaan dari putra tunggalnya itu, "Rencananya Papa akan langsung mengetes mereka, Papa tidak mau menerima orang yang bekerja di tempatmu dengan asal-asalan saja dan aku paling menentang jika ada karyawan yang hanya mampu di atas kertas saja tapi buktinya di lapangan berbeda," jelasnya Pak Abimanyu.


Diam-diam Bu Helma mengintip dan memperhatikan mereka dari balik gorden jendela rumahnya. Beliau tersenyum bahagia karena putra tunggalnya kebanggaannya itu sudah bisa tersenyum lepas dan bahagia tidak seperti beberapa bulan lalu saat sakit.


"Syukur Alhamdulillah… makasih banyak ya Allah Engkau telah menyembuhkan dan mengembalikan kebahagiaan putra dan cucuku, semoga secepatnya istrinya bisa segera kembali bersamanya," Bu Helma membatin.


Beliau dengan penuh semangat karena dia tidak ingin Perusahaan anaknya menderita kerugian yang mempekerjakan orang-orang yang hanya makan gaji buta saja.


"Itu ide yang sangat bagus Papa, aku akan mendukung usulan Papa dengan dukungan penuh," timpalnya Syailendra.


Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di area parkiran mobil khusus petinggi perusahaan. Mereka berjalan masuk ke dalam loby perusahaan. Jika diperhatikan dengan seksama mereka, bagaikan pinang dibelah dua saat mereka berjalan beriringan. Tidak seperti antara ayah dan anaknya saja.


Semua mata yang memandang mereka cukup takjub dengan penampilan Pria beda usia tersebut, tapi karisma dan kredibilitas mereka cukup diperhitungkan di dunia bisnis di dalam negeri maupun mancanegara.

__ADS_1


Setelan jas pakaian kerja mereka membungkus tubuh atletiks Sysilendra dan Pak Abimanyu. Wibawa dan kebijaksanaan dari mereka terpancar cukup bersinar dan aura kepemimpinan mereka nampak jelas sekali.


Sedang di tempat lain masih di dalam area lokasi yang sama. Vanessa yang baru saja sampai di perusahaan segera mempercepat langkahnya hingga dia melupakan melepas helmnya.


"Ya Allah.. tersisa satu menit lagi acaranya akan segera dimulai walaupun nomorku agak di belakang tapi, aku tidak boleh memperlihatkan kepada mereka jika aku aku tidak disiplin," gumamnya yang tidak mengendorkan langkah kakinya untuk semakin mempercepat langkahnya.


Vanesa sampai-sampai tidak menyadari jika dirinya sudah menjadi bahan tontonan gratis dari beberapa orang berlalu lalang dan kebetulan berpapasan dengannya.


Mereka saling berbisik-bisik menggunjingkan saat menyadari dan melihat penampilan Vanesa. Karena helm masih setia terpasang di kepalanya Vanesa. Helm tersebut menutupi mahkota rambutnya yang panjang hitam legam dan berkilau jika terkena dengan sinar matahari langsung ataupun cahaya lampu.


"Itu orang gila atau apa sih? Kok masuk ke perusahaan tanpa memakai sepatu hanya sendal jepit saja," cibir si A.


"Iya lihat helmnya juga, motifnya itu Doraemon lagi kayak anak TK saja," timpal si B yang mencemooh gaya penampilan Vaneesa.


"Kalau aku pasti sudah segera cabut dari sini, mana ada orang selama ini ke perusahaan memakai sandal merk swallow lagi," sahutnya yang satu yang ikut menghina dan merendahkan Vanesa.


"Aku sangat yakin kalau dia tidak bakalan diterima di sini, kalau aku Pak Abimanyu tidak akan berani mengambil resiko dan berniat untuk menerima karyawan modelan gitu," umpat si A lagi.


"Bagaimana kalau mereka mengatakan aku tidak lulus lagi," lirihnya yang mulai ragu dengan hasil tesnya.


Ting…


Bunyi pintu lift terbuka, dia tanpa menunggu pintu cukup terbuka lebar dia segera melangkahkan kakinya menuju ruangan tempat pelaksanaan tesnya. Vanesa sampai detik ini belum menyadari dengan apa yang dilakukannya. Pikirannya terlalu fokus dan tertuju pada tes dan proses prosedur tesnya.


Tapi langkahnya terhenti saat dia menabrak dari belakang tubuh seseorang yang berjalan di depannya. Vanesa langsung ngerem dan berusaha untuk menghentikan kecepatan larinya. Ia tidak sadar dengan kelakuannya sendiri yang sudah menimbulkan cibiran dan perkataan nyinyir dari orang-orang yang melihatnya.


"Awas!! Minggir Pak!!!!!" Pekiknya Vanesa yang sudah terlambat karena dia terlanjur menabrak tubuh orang itu.


Semua mata langsung tertuju pada teriakannya Nafeesa dengan suara cemprengnya mampu mengalihkan perhatian semua orang di tempat itu. Tetapi, begitu kokohnya punggung lebar pria itu hingga hanya bergeser selangkah saja dari dorongan kepala dan tangannya Vanesa.


****************


Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..

__ADS_1


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Hikayat Cinta Syailendra loh, judulnya ada di bawah ini:



Pelakor Pilihan


Cinta Kedua CEO


Love Story Ocean Seana


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kau Hanya Milikku


Kekuatan Cinta



Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Hikayat Cinta Syailendra dengan caranya:


Like Setiap babnya


Rate bintang lima


Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi


Bagi gift poin atau koinnya.


Makasih banyak all readers…


I love you all..

__ADS_1


__ADS_2