Merebut Hati Mantan Istri

Merebut Hati Mantan Istri
Bab. 84


__ADS_3

Baru dalam hitungan detik, pintu rumahnya Yudistira anak keduanya Pak Abimanyu yang berdaun dua pintu itu terbuka lebar. Orang-orang yang berada di dalam ruangan tamu tersebut menatap tajam ke arah Endra.


Mereka nampak kebingungan serta terkejut dengan kedatangannya anggota keluarga mereka, Sedangkan Endra hanya tersenyum cengengesan yang sangat mengerti dengan raut wajah cemas mereka semua.


Bu Helma segera berhamburan memeluk tubuhnya Syailendra karena sudah sedih dan kebingungan mencari keberadaan anaknya tersebut.


Akhirnya ku menemukanmu


Saat hati ini mulai merapuh


Akhirnya ku menemukanmu


Saat raga ini ingin berlabuh


Ku berharap engkau lah


Jawaban segala risau hatiku


Dan biarkan diriku


Mencintaimu hingga ujung usiaku


Jika nanti ku sanding dirimu


Miliki aku dengan segala kelemahan ku


Dan bila nanti engkau di sampingku


Jangan pernah letih tuk mencintaiku


Akhirnya ku menemukanmu


Saat hati ini mulai merapuh


Ku berharap engkau lah


Jawaban segala risau hatiku


Dan biarkan diriku


Mencintaimu hingga ujung usiaku

__ADS_1


Jika nanti ku sanding dirimu


miliki aku dengan segala kelemahan ku


Dan bila nanti engkau di di sampingku


Jangan pernah letih untuk mencintaiku


Berniat menyenangkan pasangan juga jadi bagian dari adab serta tata cara berhubungan suami istri sesuai Sunnah dan syariat Islam.


Istri yang baik dalam Islam adalah dia yang berniat menyenangkan suaminya dalam segala hal yang dilakukannya, termasuk saat bercinta.


Dalam Islam membahagiakan suami itu penting karena surga istri ada di bawah kaki suaminya. Suami pun juga harus memperlakukan istrinya dengan baik.


Karena hubungan intim suami istri tentu dilandasi dengan niat untuk saling memberi kesenangan pada diri sendiri dan juga pasangan.


Intending to please your partner is also part of the adab and procedures for marital relations according to the Sunnah and Islamic law.


A good wife in Islam is one who intends to please her husband in everything he does, including when making love.


In Islam, making the husband happy is important because the wife's paradise is under her husband's feet. Husbands also have to treat their wives well.


Bukannya merasa bersalah atas kepergiannya tanpa pamit dan tidak ada kabarnya sedikitpun hanya tersenyum sumringah. Endra merasa sangat bahagianya karena mendapatkan seorang bayi cantik.


Di dalam gendongannya terdapat seorang bayi yang menurut pemikirannya adalah bayinya bersama dengan istrinya Audrey Vanessa. Ia semakin yakin karena penjelasan dan penuturannya dari seorang perempuan.


Perempuan itu berkata," ini anaknya Vanesaa istrimu, tolong di jaga dan dirawat dengan baik, aku harap kamu bisa menyanyinya dengan tulus sepenuh hatimu," jelas perempuan yang bercadar hitam senada dengan gamisnya yang juga warnanya hitam pekat.


Tapi, anggota keluarganya hanya tersenyum menanggapi perkataannya tanpa ada yang berniat membantahnya karena mengingat kondisi mental dan psikisnya Andra yang akhir-akhir ini berangsur membaik.


Oek… oek…


Tangis bayi dalam ruangan itu menjadikan rumah Natalie dengan Yudistira jadi ramai. Bayi perempuan yang cantik, mungil, putih kemerah-merahan, badannya montok, pipinya cubby.


"Endra, bayinya sangat cantik yah sini Mama gendong,"pintanya Bu Helma.


Syailendra menyerahkan bayinya ke dalam tangan Mamanya seraya berucap," hati-hati yah Ma, nanti putriku bangun."


"Cantik yah Bang," pujinya Natalie yang bergantian menggendong bayi tersebut.


Diam-diam Pak Abimanyu memperhatikan anak sulungnya itu,ia tersenyum bahagia karena seolah Syailendra tidak pernah menderita defresi berat hingga hampir gila

__ADS_1


"Syukur Alhamdulillah, sepertinya kedatangan bayi ini di dalam keluargaku membawa berkah dan kebaikan yang sungguh berlimpah," batinnya Pak Abi.


Satu bulan kemudian, Endra baru bisa dinyatakan sembuh total dari penyakitnya karena mereka masih sedikit khawatir dan cemas jika, kapan-kapan penyakitnya kambuh lagi. Semua anggota keluarganya sangat bahagia karena Syailendra sudah sama sekali tidak pernah memperlihatkan sisi gelap kepribadiannya yang mengakibatkan tergganggu jiwanya.


"Ya Allah… terima kasih banyak atas segala nikmat dan karunia yang Engkau berikan kepadaku terutama kepada anak sulungku karena ia sudah sembuh dan terlepas dari masalah yang menghimpit hidupnya beberapa bulan ini," Gumamnya Bu Helma yang sesekali menyeka air matanya jika melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya Endra.


Nyonya Helma, Tuan Besar Abimanyu serta Yudistira Tirtayasa Abimanyu dan Natalie Holsem Margaretha sangat bahagia karena Endra sudah sembuh dari gangguan mentalnya. Mereka tidak bisa menyembunyikan ataupun menutupi kebahagiaan itu.


Pagi itu suasana rumah pribadi Yudis cukup ramai, karena ada dua suara tangisan bayi yang terdengar dari dalam rumahnya. Satu persatu dari mereka bergantian menggendong bayi tersebut. Mereka bersuka cita menyambut kedatangan bayi perempuan yang tidak diketahui asal usulnya, siapa kedua orang tuanya karena mereka sudah mencari tahu tapi, hasilnya nihil.


Baby Ara mampu menceriakan suasana dalam keluarga besar tersebut. Lengkap sudah kebahagiaan mereka saat kelahiran buah hatinya Natalia dengan suaminya Yudistira yang berjenis kelamin laki-laki dengan sehat dan selamat.


Owek.. owek.. suara bayi itu cukup besar, tinggi dan melengking.


"Sayang haus yah nak," Bu Helma menimang seorang bayi perempuan di dalam gendongannya seraya berusaha untuk menenangkannya karena sedang menangis.


Sedang Natalie menimang bayi laki-laki yang baru satu bulan usianya. Bayi itu diberi nama Adelio Arjuna Aryasatya Yudistira putra pertama dari Yudistira dan istrinya Natali yang hampir enam tahun penantiannya barulah dikaruniai seorang putra.


Sedangkan bayi perempuan yang semakin tumbuh montok dengan rambutnya yang ikal sedikit bergelombang itu yang belum diaqiqahi karena Sysilendra menginginkan acaranya akan diadakan di Indonesia.


Starla Aysila Airen Syailendra yang artinya cinta sejati yang sejuk seperti cahaya rembulan. Nama itu dipilh oleh Endra begitu saja tanpa melihat buku panduan ataupun bertanya pada orang lain. Ia hanya suka nama itu sesuai petunjuk dari mimpinya beberapa hari yang lalu.


"Mas,perhatikan deh semenjak Ara datang dalam hidupnya Endra, proses penyembuhannya lebih cepat dari perkiraan kita dan dokter," tutur Pak Abi yang membantu istrinya menimang Ara yang rewel karena lapar.


Ibu Helma setuju dengan perkataan dari suaminya," benar sekali yang Mas katakan, aku sangat setuju bayi ini seolah dikirim oleh Allah SWT di dalam keluarga kita sebagai obat penyembuh dan pelipur lara Endra putra kita yang sangat membawa keberuntungan dalam kehidupannya Syailendra," timpal Ibu Helma.


Bayi itu sudah minum susunya dari botol dot warna pink. Pak Abi tak henti-hentinya menciumi pipi gembulnya Ara yang menjadikan rutinitasnya setiap hari karena sangat lucu.


"Endra belum pulang kah Bu?" Tanyanya Pak Abi yang melihat dan mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya yang tidak menemukan keberadaan putra pertamanya itu.


Bu Helma menatap ke arah suaminya sekilas, "Endra tadi pamit katanya mau beli perlengkapan bayi untuk Ara sebelum kita pulang besok pagi ke Tanah air," jawabnya Bu Helms yang menidurkan baby Ara di dalam box bayinya.


"Alhamdulillah dia banyak sekali perubahan yang Ayah perhatikan semenjak bayi cantik ini hadir di tengah-tengah kita, Syailendra tidak gampang emosian lagi, lebih dewasa dan bijaksana, Mas sangat bersyukur Bu atas pertolongan Allah SWT pada putra dan keluarga kita," ujarnya sambil menutup pintu kamarnya Ara dengan rapat.


"Tapi, entah kenapa perasaan aku mengatakan ada ikatan batin antara Andra dengan Ara, dan Ibu masih mengingat saat kita tanya Endra dia menemukan bayi itu di mana, apa Mas masih ingat saat itu?" Tanyanya Bu Helma sembari berjalan beriringan menuju lantai bawah.


"Aku juga punya feeling seperti itu sih, dan seingatku waktu itu kita tanya Endra eeh dia malah bilang ada seorang wanita yang bercadar tiba-tiba mendatanginya lalu menyerahkan seorang bayi perempuan, dalam box bayi, tapi yang membuatku heran kenapa perempuan itu mengatakan jika Ara adalah bayinya Endra dengan Vaneesa?" Tanyanya Bu Helma yang kebingungan hingga detik ini masih penasaran dengan maksud dari perkataan perempuan itu.


"Ibu juga kurang percaya tapi, kita harus bersyukur karena berkat kehadiran baby Ara Alhamdulillah putra kita sudah sembuh walaupun kedua orang tuanya kita tidak ketahui," pungkasnya Bu Helma.


Senyum kebahagiaan selalu terpancar dari wajah kedua orang tua itu. Semenjak kehadiran Baby Ara dan Adelio yang mewarnai setiap hari mereka.

__ADS_1


__ADS_2