
"Maaf, Saya sangat meminta maaf karena gara-gara saya terlalu ceroboh hingga menjatuhkan beberapa barang Tuan," ucap Endra yang berusaha meminta maaf dengan tulus.
Pria itu tersenyum tipis ke arah Andra sembari berkata, " Tidak apa-apa Kok, Tuan santai saja hal ini biasa terjadi, ist oke."
Endra kemudian jongkok di hadapan Pria tersebut sambil membantu pria itu memungut barang-barangnya. Pria yang ditabraknya itu berpakaian rapi dan lengkap dan elegan serta dari penampilannya sudah bisa dipastikan dia berasal dari kalangan kaum jetset.
Syailendra sangat menyesal karena gara-gara kecerobohannya ia harus menabrak tubuh orang lain, "Maafkan saya Pak, ini semua kesalahan dari saya yang sudah tidak berhati-hati dan tidak menyimpan terlebih dulu semua berkas penting ini," terang seorang perempuan yang cukup cantik jika ditelisik dari pakaiannya mungkin dia adalah sekretaris dari salah satu pria itu.
Pria itu hanya melirik sepintas ke arah asisten pribadinya untuk segera mengamankan berkas yang tercecer tersebut ke dalam tasnya. Asistennya cepat tanggap lalu memberikan kode kepada perempuan itu untuk berhenti meminta maaf. Endra lalu mengulurkan tangannya saat mereka sudah berada di dalam Lift.
"Kenalkan nama saya Syailendra Dirgantara Mandala Abimana Naim," ujarnya Syailendra dengan mengayunkan tangannya.
Pria kembali tersenyum hangat ke arah Andra sambil mengulurkan tangannya, "Akbar Perkasa Jim Morrison." Jawabnya dengan senyuman smirknya.
Endra terkejut setelah mendengar nama itu. Dia sangat tahu jika orang yang pemilik nama itu adalah seorang Pengusaha Muda yang sangat sukses dan menduduki posisi kedua di negara ini.
Bahkan jika dibandingkan dengan kekayaan keluarganya yang dimilikinya sangat jauh dibawahnya. Syailendra terkagum-kagum dengan pertemuannya itu.
"Anda pemilik sekaligus CEO Perusahaan Perkasa tbk kan?" Tanyanya yang sangat antusias karena selama ini dirinya selalu membuat janji untuk bertemu selalu saja gagal.
Akbar hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Endra tersebut.
Ting…
Pintu Lift terbuka, Akbar serta beberapa rombongannya keluar dari lift. Endra baru saja berinisiatif ingin meminta nomor hpnya tapi hal itu terlambat dia lakukan.
"Aaaahhh!! Sial aku belum meminta nomor hpnya dia sudah pergi padahal hari ini adalah kesempatan emas untuk mempermudah jalan Kami untuk bekerja sama dengan Perusahaannya." Umpatnya Endra.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Endra sudah berada di dalam kabin pesawat siap untuk terbang kembali ke Ibu Kota Jakarta. Dia merasakan kesedihan dan kecewa dengan apa yang terjadi dengannya.
Endra sama sekali tidak berniat untuk menceraikan istrinya tetapi, menurutnya Vanesa sendiri yang memancing amarahnya. Sedang Vanesa saking lelahnya menangis tanpa dia sadari harus tertidur pulas dalam keadaan tertidur di atas lantai.
Biarlah aku pergi
jangan lagi kau tangisi
Semoga pilihanmu yang terbaik untukmu
Memang berat bagiku berpisah denganmu
Tapi harus kurelakan, Cinta Tak bisa dipaksakan.
Mungkin kau bukan cinta sejatiku
Mungkin kau bukan belahan jiwaku yang diturunkan Tuhan untuk menjadi pendamping hidupku
Mungkin kau bukan cinta sejatiku
Mungkin kau bukan belahan jiwaku yang diturunkan Tuhan untuk menjadi pendamping hidupku
Maaf novel ini alurnya maju mundur cantik.. sekarang masih berputar kisah sebelum Audrey Vanessa dan Syailendra berpisah atau cerai.
Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan atau typo dalam penulisannya..
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak ceritanya juga bagus tidak kalah dengan Hikayat Cinta Syailendra loh, judulnya ada di bawah ini:
__ADS_1
Pelakor Pilihan
Cinta Kedua CEO
Love Story Ocean Seana
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kau Hanya Milikku
Kekuatan Cinta
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap Merebut Hati Mantan Istri dengan caranya:
Like Setiap babnya
Rate bintang lima
Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi
Bagi gift poin atau koinnya.
__ADS_1
Makasih banyak all readers…
I love you all..